[BTS FF Freelance] Hidden (Chapter 9)

photogrid_1482238784752

(BTS FF FREELANCE)
Hidden (chapter 9)

Tittle : Hidden (chapter 9)
Author : Nagi

Main cast : Choi Jin Dae / Clara

Jeon Jungkook (BTS)

Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)

Kim Taehyung / V (BTS)

Kim Seok Jin / Jin (BTS)

Park Jimin (BTS)

Min Yoongi / Suga (BTS)

Jung Hoseok / J-Hope (BTS)

Kim Namjoon / Rap Monster (BTS)

Kim Myungsoo / L (Infinite)

Support cast : Hwang Zi Tao (Exo), Choi Yoon Sun / New Sun (Sonamoo), No Minwoo (Boyfriend), Lee Jihoon / Woozi (Seventeen), Wendy (Red Velvet), Wu Yi Fan/Kris (Exo), Park Chanyeol (Exo), Lalisa Manoban / Lisa (Black Pink), Kim Taekwoon / Leo (Vixx), Choi Minki /Ren (Nuest), Jennie Kim (Black Pink), Lim Jaebum / JB (Got7), Kwon Soon Young / Hoshi (Seventeen), Chou Tzuyu (Twice), Park Hyejin / Nero (oc), Chittaphon / Ten (NCT), Lee Seok Min / DK (Seventeen)

Genre : Fantasy supranatural, Kekerasan, Comedy (Garing), Romance (Gak yakin), Friendship, Action, AU
Length : Chapter
Rting : 17-lanjut usia

Disclaimer :
Annyeong Readers balik lagi di Hidden chapter 9 (jreng jreng jreng)
Perhatian! Member BTS dan artis lainnya punya orang tua mereka, agency dan fans tapi oc dan cerita punya author! Oke! Kita landas
Let’s Go!
Happy Reading!

A/N : ff ini sebenarnya dimulai dari chapter 7 sampai 11 dibuat adik author, jadi author saranin maaf kalau ceritanya kurang nyambung atau apapun itu karena author Nagi hiatus sebentar tuk fokus ff lain hehehe.
Lagi pula di ff ini author Cuma bantuin dari chapter 11 sampe seterusnya, pokoknya lebih tepatnya author bikin sepenuhnya waktu tempur saja.
Takutnya takut kalau ceritanya jadi kurang jelas karena adik author sebenarnya tidak bisa buat ff huhuhu

Repeat :
Clara menatap Memorius Eye dengan tajam
“Karena aku menyayangi dan mencintainya, karena itulah aku ingin membunuhnya..” ucapnya dingin

Hidden
Chapter 9

****

Pagi ini, Jimin yang baru pulih sepenuhnya diajak untuk berkeliling ibu kota Byungmul oleh Minwoo sekaligus mencari makanan untuk anggota yang lain.
Jimin membawa beberapa plastik berisi makanan begitu juga dengan Minwoo.

“Kenapa disini kita beli banyak sekali coklat?”

Minwoo tertawa pelan
“Habis Clara sangat suka coklat,”

“Clara? Dia suka coklat? Perhatian sekali kau membeli coklat sebanyak ini hanya untuknya..”

Minwoo terkikik.

“Habis dia makannya banyak, dia orang yang tidak pernah menjaga berat badannya karena dia tidak bisa lebih gemuk lagi, selera makannya sangat tinggi, jadi kalau makanan salah satu anggota habis secara tiba – tiba pasti itu karena Clara, hanya saja dia anggota yang paling baik, dia sangat setia kawan. Dia akan sangat sedih jika salah satu dari kami terluka atau meninggal..”

Jimin menatap kedepan, kearah jalan
“Tapi kenapa kau baik sekali padanya?”

“Habis ia yeojachingu-ku.”
Jimin hampir tersandung ketika mendengar kata ‘yeojachingu’
“Y-yang benar?”

Minwoo menatap Jimin lalu ia tertawa terbahak – bahak.

“Aniyo, Clara itu tidak pernah berpacaran dan setiap dia ada namja yang menyatakan perasaannya ia akan bilang ‘aku sudah punya 5 namjachingu, lho’ yang padahal itu kita berlima yaitu aku, Tao, Jungkook, Taehyung dan Jin hyung. Mungkin jika ada yang menyatakan perasaannya lagi maka ia akan menjawab bahwa pacarnya ada 6, karena kau sekarang bagian dari kami..”

Jimin tertawa, mungkin Clara membual terlalu berlebihan tapi siapa yang berani meragukan bualannya.

Minwoo meminta Jimin untuk membeli buah, sementara ia menunggu di luar, setelah agak lama Jimin masuk tiba – tiba ada orang – orang yang berteriak

“Ya! No Minwoo! Kemari kau! Waktu itu kau membohongi kami soal jadi kesatria Byungmul!” teriak orang-orang itu, dengan sigap Minwoo lari dari kejaran mereka.

Dan saat Jimin keluar, ia tinggal sendirian
“Huaa aku ditinggal! Aku kan tidak tau arah pulang…” rengek Jimin.

Disisi kirinya ia melihat seorang lelaki, duduk dengan kepala tertunduk dipinggir jalan dengan bersandar dinding.
Ia menguluarkan sebuah mangkuk kecil yang berisi beberapa koin bernilai 1 radia tau 2 radia.

Jimin berhenti disana, menatap lelaki yang terus menunduk dan memegang perutnya, tampaknya ia sangat kelaparan.

Jimin tampaknya kasihan, ia berjongkok dihadapan lelaki itu, ketika melihat Jimin dihadapannya orang itu menatap Jimin dengan tatapan bingung.
Sepertinya mereka seumuran.

Ia mengeluarkan sekantung kecil penuh radia yang mungkin isinya sekitar 30 atau bisa dibilang senilai dengan 500.000 miliknya.

“Ini untukmu, cepat beli makanan..”

Sekali lagi lelaki itu mendongak, menatap kantung diatas mangkuk yang ia pegang dan menatap Jimin dengan tatapan senang.

“Terima kasih banyak, Tuan.” Ucap lelaki itu dengan senyuman

Jimin ikut tersenyum hangat
“Tidak perlu memanggilku Tuan. Ah iya, siapa namamu?” tanya Jimin

“Namaku Chittaphon.”

“Namamu bagus sekali walau agak… Chitta apa tadi?”

“Chittaphon. Kau boleh memanggilku Ten.”

Dari namanya saja Jimin tau bahwa lelaki ini berasal dari tempat yang jauh, ia berdiri dan diikuti oleh Ten, lelaki itu pergi menghampiri salah satu toko yang menjual berbagai makanan.

Tetapi…

Prang!

Mendadak Jimin menoleh, mereka melihat lelaki bernama Ten tersebut ditabrak oleh seorang lelaki berwajah galak seperti seorang bandit.

“Brengsek, sok kuat sekali kau, sudah berani menabrakku dan memasang wajah seperti itu.”

Buak!

Tanpa peduli jika Ten adalah orang yang lemah lelaki itu memukul wajahnya hingga lelaki itu terguling ketanah dan melepaskan uang pemberian Jimin dari genggamannya.

“Wah.. apa ini? Kau punya uang, baguslah aku memang sudah lapar, uangmu kuambil.” Ucap lelaki tadi dengan mengambil kantung berisi penuh radia milik Ten

Mata Jimin terbelalak, ia sangat kesal dan marah, kilatan matanya sekejap berubah menjadi warna yang berbeda dan kembali seperti semula karena ia menahan emosi.

Ia marah bukan karena uang yang lelaki itu ambil, melainkan ia marah karena ia menyakiti Ten dengan kejam.

Ia hendak melangkah menuju mereka tetapi ia merasa tidak yakin, jika saja ia membuat kekacauan maka identitasnya sebagai anggota Hidden akan ketahuan.
Jimin menatap Ten lekat – lekat, lelaki itu tampaknya tidak terima jika uang tersebut diambil

“Ke-kembalikan.. uang itu..” pintanya dan mencoba berdiri

“Apa? apa kau bilang? Kau berani bicara padaku, kau mau mati, huh bocah!”

Lelaki itu menendang Ten, hingga ia kembali jatuh ketanah, dengan sigap Jimin kembali memanas. Ia terlihat tidak bisa menahan emosinya, iapun melangkah maju untuk menolong Ten.

“KEMBALIKAN UANGKU!!” teriak Ten

Gerakan Jimin sontak berhenti, Ten bangkit dan mengambil palu kecil dipinggannya, seketika palu itu berubah menjadi besar melebihi tubuhnya, dan palu itu nyaris sama besar dengan tubuh orang dewasa.

“Itu milikku!” serunya lagi

Ten mengangkat palu besarnya dan menghantamkan palu tersebut pada lelaki didepannya.

Buuumm

Suaranya sangat besar hingga membuat jendela kaca bergetar, semua orang menatapnya, darah segar menggenang ditanah ketika Ten menghantam lelaki itu dengan palunya.

Bersamaan dengan semua itu tanah yang ia pijak menjadi hancur dan remuk.

Ten merampas uang pemberian Jimin dari tangan lelaki itu.
Ia mengangkat palu miliknya, semua orang terkesiap dan ada yang pingsan, karena tubuh lelaki itu hancur dan hanya tersisa tangannya saja.

Bahkan tanah yang terkena hantaman palu tersebut menjadi pecah dan retak hebat karena hantamannya yang kuat.

Baju milik Ten serta wajahnya yang terkena cipratan darah membuat semua orang mematung dan memucat.

“Lelaki itu pemilik element. Dan itu senjata ciptaan… Penghianat Byungmul!” Teriak seseorang

Semua orang kini merasa takut

“Dasar pembunuh pergilah jauh – jauh dari desa ini!”

“Kau anak iblis yang kejam!”

“Pergilah jauh – jauh dari Kota kami!”

“Ayo kita laporkan pada Pemerintah Byungmul!”

Ten mendapatkan hinaan atas pembelaan atas dirinya, bahkan mereka tidak memikirkan bahwa ia setengah mati menahan lapar dan apa mereka buta ketika lelaki itu memukulinya dan menendangnya.

Rupanya semenjak ibu kota berubah, itu semua berpengaruh pada desa – desanya juga, sungguh dibalik desa yang manis dan damai ini tetap saja busuk didalamnya.

Mereka semua nyaris membawa Ten, buru – buru Jimin berlari kearahnya dan menghilang bagaikan angin.

****

Entah ada dimana, kini Jimin dan Ten sedang berada di gang yang agak gelap dan sangat sepi, mereka tampak kelelahan khususnya Jimin.

“Kau tidak mengembalikan palumu dalam ukuran sebelumnya. Aku sangat kelelahan harus membawanya bersama kita.” Erang Jimin kelelahan

Ten mengecilkan ukuran palunya menjadi palu mainan dan ia meletakkannya pada wadah khusus berupa kantung kecil yang bertengger di pinggangnya.

“Apakah kau juga pemilik element?” tanya Ten dengan semangat

Bahkan ia mengambil sebuah mustika dari dalam kantungnya, sebuah mustika ‘Giloz’, dimana mustika itu bisa membuat seseorang yang kuat menjadi sangat – sangat kuat hingga tak terkalahkan.

Jimin jadi teringat akan pertama kali ia bertemu dengan Jungkook dan Taehyung, ia juga menunjukkan mustikanya pada mereka.

“Akan lebih baik jika kau tidak menunjukkan mustikamu pada orang asing yang belum kau kenal sama sekali.” Ucap Jimin dan Ten langsung menyimpannya

Mereka terdiam sejenak sebelum akhirnya Ten membuka pembicaraan

“Sebelumnya terima kasih banyak, kau sudah banyak menolongku. Apapun akan aku lakukan untuk membalas kebaikanmu!” ucap Ten dengan semangat

Jimin berhenti terengah – engah, ia menatap Ten dengan senyuman.

“Tidak, tidak.. aku tidak memiliki keinginan khusus padamu. Kamu boleh pergi sekarang, tapi jangan tunjukkan dirimu di tempat ramai.” Ucap Jimin

Ten terdiam, ia membungkuk pada Jimin berkali – kali membaut Jimin sedikit risih, tetapi kemudian Ten berlari pergi.

****

Malam hari yang sangat gelap, Wendy dan New Sun harus keluar dari Rumah mereka untuk menjalankan misi.
Keluhan para penduduk terpencil di kota, bahwa seorang pencuri sering mencuri ternak – ternak yang mereka simpan di dalam tempat khusus.

“Ah.. ini sedikit membosankan, apakah kau tidak ingin sesuatu untuk dimakan. Huh, Eonni?” tanya New Sun pada Wendy

Wendy hanya tersenyum simpul kemudian ia mengangguk, akhirnya New Sun berjalan pergi dari depan bangunan kandang ternak penduduk.
Sebenarnya New Sun juga tidak tahan akan bau ternak.

Wendy terdiam di tempat, ia menatap pedang kepercayaan ditangannya, sudah bertahun – tahun sejak ia bergabung dengan Hidden, dan ia merasa sangat senang. Mengetahui dua hari lagi adalah hari ulang tahunnya.

Srak!

Sebuah suara terdengar di balik semak – semak, Wendy mengernyit tajam, ia menatap semak – semak tersebut dengan tatapan waspada.

Namun yang keluar dari dalam sana hanyalah seekor panda yang lucu, Wendy menghela napas lega, ia menghampiri panda itu dan berjongkok di depannya.

“Astaga… kau milik siapa? Kenapa ada disini? Apa kamu tersesat?” tanya Wendy pada panda lucu didepannya

“Ketemu…”

Wendy kambali terbelalak, ia mendongak keatas, menatap seorang gadis yang berdiri diatas dahan pohon dengan tatapan penuh amarah.

“Akhirnya aku bertemu denganmu, Wendy dari serikat Hidden!”

“Kenalkan, namaku Chou Tzuyu dari anggota kepolisian Byungmul, sekaligus anggota dari Zimer Elf. Dan kedatanganku kesini adalah untuk, membunuh seluruh serikat Hidden. Panda!”

Tiba – tiba panda di hadapan Wendy berubah menjadi membesar hingga sebesar pohon, seketika Wendy mundur membuat jarak.

“Panda!” teriak Tzuyu

Hewan itu menerjang kearah Wendy dengan mulut besar dan giginya yang tajam.
Wendy diam, menenangkan diri dan saat Panda sebentar lagi menerkamnya ia menebaskan pedangnya pada tubuh Panda hingga setengah tubunya sobek

“Maafkan aku..” kata Wendy saat darah Panda bertebaran.

Panda jatuh menabrak tiang hingga hancur, Wendy berjalan mendekati Tzuyu dengan mengibaskan pedangnya hingga darah dipedangnya terciprat ketanah.
Tzuyu tersenyum, rupanya Panda bangkit dan lukanya menutup kembali, Wendy terkejut, buru – buru ia menangis hingga membuat bahunya terluka.

“Panda, serang!”

Panda lagi – lagi datang dengan pukulan bertubi – tubi, Wendy menahan pukulan itu, selagi Wendy sibuk Tzuyu meniup sebuah benda yakni pluit meminta bantuan kepada polisi yang lain. Wendy mengernyit marah.

“Sial!” umpatnya

Ia melompat, menepas kepala makhluk itu hingga terbelah.
Akibat senapan itu kepala Panda rusak, tapi dalam sekejap kembali lagi.

“Kenapa dia begitu kuat.” gumam Wendy kesal

Tzuyu tetawa
“Inilah keistimewaan Panda, hewan pendampingku! Takkan ada yang bisa membunuhnya kecuali kau tau rahasianya.”

Wendy terdiam sesaat, sekelibat ia ingat, mungkin makhluk biasa itu berubah menjadi seperti ini akibat sebuah mustika.
Uh, mungkinkah mustika Heartfi yang bisa membuat regerasi pada makhluk hidup apapun dan kapanpun.

Akhirnya Wendy berbalik menyerang Tzuyu

“Hewan pendamping hanyalah alat, kalau pemiliknya mati maka ia akan berhenti mengikuti perintah pemiliknya..”

Wendy menyerang dengan cepat dan berteleportasi setiap kali Tzuyu menyerangnya, Panda tidak bisa menolongnya karena gerakan Wendy terlalu cepat dalam berpindah – pindah.

“Panda! Aku lepas kendalimu!”

Teriakan Tzuyu mengubah Panda menjadi panda iblis berwarna hitam dan bertambah sangat besar hingga kalung anjing yang diikat di leher Panda melar dan putus, ia mencengkeram Wendy dengan kuat hingga lengannya patah tulang.

Psyuuu~

Sebuah tembakan leser besar menghancurkan tangan Panda, ketika mereka menoleh saat itulah New Sun ada disana, mengarahkan senapan besar kepada mereka semua terkecuali Wendy.

Wendy menahan sakit, ia memegang tangannya yang sudah benar – benar tidak bisa digerakkan lagi.
Para hewan ternak berbunyi, New Sun buru – buru menghampiri Wendy.

“Eonni, biar aku bantu mengurusnya.”

New Sun maju melawan Panda, ia berkali – kali menembaki makhluk, namun setiap kali peluru dan laser yang ia tembakkan tidak membawakan hasil.

Brak!

Panda memukul New Sun hingga menabrak sebuah pohon di dekat mereka, gadis itu merintih dan memegangi perutnya.

“Panda, serang dia!”

Buru – buru Wendy berdiri dan menebas tangan Panda hingga kembali terpotong untuk kesekian kalinya.

“Maaf jika aku merepotkanmu, Yoon Sun.” Ucap Wendy dengan suara bergetar

Zrak!

New Sun terkejut melihat Wendy tertusuk pedang Tzuyu, rupanya Tzuyu melempar pedangnya kearah Wendy, tangan Panda tumbuh kembali dan ia mencakar tubuh gadis itu hingga tubuhnya terpotong dua.

“Eon..” gumam New Sun
“EONNI!!” teriaknya marah, ia menatap Tzuyu dengan kesal, ia menyeret senapannya

“Berani – beraninya kau!”

Ia berdiri bermaksud berjalan kearah Tzuyu

“Takkan kumaafkan!!” teriaknya marah

Bala bantuan milik Tzuyu datang berbondong – bondong, menyiapkan senapan dihadapan New Sun.

“Yoon Sun..”

Wendy masih hidup meskipun tubuhnya terpotong, ia menarik nafas sebelum akhirnya ia menangis, kilatan cahaya muncul entah dari mana

“Yoon Sun lari!” teriaknya

New Sun menoleh melihat senyum di bibir Wendy ditengah – tengah sinar yang menerangi mereka, membuat tatapannya menjadi kurang jelas, Wendy masih tersenyum senang.

Tiba – tiba seorang lelaki bertenaga besar mengarahkan sebuah palu besar kearah mereka hingga terjadi gemuruh pada tanah dan membuatnya berguncang sangat kuat.

Orang itu menarik New Sun untuk kabur.

“Akhirnya disisa hidupku.. keberadaanku yang tak berguna ini,”

“Panda bereskan semuanya! Bunuh dia!” teriak Tzuyu

Wendy teringat kenangan saat berlatih dengan Tao, belajar mengobati bersama New Sun, memasak bersama Clara, bersih – bersih bersama Minwoo, teringat akan omelan Jin dan tawa serta candaan Taehyung dan Jungkook, walaupun Jimin anak baru tapi ia ingat disaat pertama kali Jimin mengobrol dengannya.

“Menyenangkan.”

Wendy menutup matanya ketika Panda membuka mulutnya hendak memakannya

“Maafkan aku…”

Aku tidak bisa meneruskan perjuanganku bersama kalian, aku mencintai kalian.. karena Hidden adalah keluargaku,rumahku untuk pulang.”

Flashback

Wendy berjalan sendirian di padang rumput tempat biasa ia menghirup udara segar, ia melihat seorang lelaki tengah tidur di bawah pohon.
Wendy berjalan mendekat

“Kau siapa?” tanyanya

Lelaki itu membuka mata, wajahnya sangat tampan, namun terkesan songong dan nakal, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, duduk dari tidurnya yang nyaman

“Taehyung. Kim Taehyung.” jawabnya
“Namaku Son Seungwan.” Ucap Wendy
“Kenapa kau kemari? Menggangguku tidur saja.” Sewot Taehyung

Wendy cemberut menatap Taehyung dengan sebal
“Ini tempatku!”

“Memangnya kau tidak punya rumah. Makanya seenaknya bilang jika ini rumahmu.”

Mendengar perkataan Taehyung membuat Wendy menunduk diam, ia menggeleng menandakan bahwa ia memang tidak punya tempat untuk menetap

“Kau tidak punya rumah?” tanya Taehyung mulai tertarik untuk bicara
“Orang tuaku di eksekusi mati, rumah kami disita dan aku tidak punya tempat tinggal.”

Taehyung terpekur, ia mengingat dimana ia hampir mati saat dieksekusi

“Tempat kau pulang adalah tempat dimana ada orang menghawatirkanmu. Tempatmu untuk pulang adalah dimana ada orang yang peduli padamu.”

Wendy masih menunduk, ia berfikir mungkin Taehyung benar, tetapi siapa tempat ia untuk pulang? Keberadaannya tidak dibutuhkan oleh siapapun.

“Pulanglah ke rumahku.. disana kau akan bertemu dengan orang – orang yang akan mengkhawatirkanmu. Disana kau akan bertemu dengan orang – orang yang peduli padamu.”

Wendy menegakkan duduknya, menatap Taehyung dengan bingung

“Serikat Hidden adalah tempatmu untuk pulang.” Ucap Taehyung sambil mengulurkan tangannya

Flashback end

Iapun teringat akan Jin yang memberinya nama ‘Wendy’, karena mereka harus menyembunyikan identitas mereka, ia memberikan nama itu pada Wendy.

“Kurasa kata – katamu itu sangat benar, Taehyung..”

TBC

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Hidden (Chapter 9)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s