[Boys Meet What?] Chaezu – Oneshot

picsart_12-19-03-52-08

[BOY MEETS WHAT?]

 

Judul : Chaezu

Author : Vetrisya Nita

Genre : Romance, Fantasy

Length : Oneshot

Rating : PG-17

Cast : 1. Jeon Jungkook

  1. Yoo Cho Soo (OC)
  2. Kim Taehyung

Disclaimer : Fanfic ini sepenuhnya milik saya, hasil ide sendiri yang datang dengan sendirinya.

Summary : “Seems like it’s true that love blooms like a cherry blossom and then easily folds away”

BTS – Let Me Know

 

Kelopak mata itu terbuka, menampilkan bola mata yang indah dengan tatapan yang kosong. Lelaki itu pun menggerakan bola matanya dan melihat sekeliling ruangan tersebut. Sebuah kamar yang indah dengan dinding berwarna baby pink, dilengkapi dengan meja belajar yang tersusun rapi dan dekorasi-dekorasi lucu khas anak perempuan, serta aroma kamar yang begitu lembut membuat kamar itu sangat nyaman untuk ditempati.

“Kau sudah sadar?” ucap seorang gadis yang sedang melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana lelaki itu terbaring. Gadis itu mengenakan pakaian berwarna putih polos dilengkapi dengan rok pendek merah muda yang lembut, membuat kaki putih jenjang yang ia miliki terlihat sangat menarik serta rambut hitam panjang yang terurai dengan indahnya membuat gadis itu semakin terlihat anggun.

Mata  lelaki itu pun terpaku, menatap indahnya penampilan gadis yang sedang melangkahkan kaki menuju ke arahnya tersebut. Semakin gadis itu mendekat, kecantikannya pun semakin terlihat nyata. Gadis itu memiliki mata yang sangat indah, dengan bulu mata yang lentik serta bola mata berwarna kecoklatan membuat lelaki itu ingin sekali menatap matanya lebih dalam. Hidung kecil dan lancip serta bibir tipis berwarna merah muda yang terlihat sangat lembut membuat wajah gadis itu semakin sempurna. Sungguh, ia gadis yang begitu cantik.

“Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah merasa lebih baik?” Gadis itu pun mendekatkan dirinya lalu ia duduk diatas kasur dimana lelaki itu terbaring. Ia meletakan punggung tangannya diatas kening lelaki tersebut. “Baguslah, suhu tubuhmu sudah menurun. Apa kau lapar? Aku baru saja membuat ramyeon. Ayo kita makan, mumpung masih panas.” Gadis itu pun berdiri dan melangkahkan kakinya hendak menuju dapur, namun saat ia ingin memulai langkahnya ia merasakan ada seseorang yang menarik pergelangan tangannya. Ia pun menoleh ke arah orang tersebut.

“Siapa kau? Dan dimana ini?” Gadis itu pun tersenyum manis sambil manatap mata lelaki tersebut. “Ini rumahku. Aku menemukanmu terbaring dipinggir sungai dan kau tak sadarkan diri. Lalu aku meminta warga yang ada disekitar sana untuk membantuku menyelamatkanmu. Aku sudah membawamu ke rumah sakit, tapi sayang seluruh rumah sakit di Seoul penuh, jadi aku memutuskan untuk merawatmu disini. Kau sudah tiga hari tak sadarkan diri,” jelas gadis itu sambil tersenyum manis. “Oh iya, siapa namamu? Lalu dimana tempat tinggalmu? Karena kau sudah sadar, aku akan mengantarkanmu pulang.” lanjutnya. “Jungkook. Jeon Jungkook. Ne, Jeon Jungkook imnida. Tapi, aku tidak ingat dimana rumahku. Aku hanya ingat namaku saja.”

“Apa kau amnesia? Apa kau tidak ingat apapun?” Jungkook pun menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak tahu dimana alamat rumahnya, siapa orang tuanya ataupun tanggal berapa ia lahir. Jungkook benar-benar tidak mengingat apapun, selain namanya. “Aigoo kau ini. Kenapa harus amnesia? Kau hanya akan merepotkanku saja.” Gadis itu terlihat begitu kesal saat ia mengetahui bahwa lelaki yang berada dihadapannya itu hilang ingatan. “Apa aku merepotkan?” Gadis itu pun menganggukan kepalanya dengan mantap. “Tentu saja! Kau sudah tinggal disini selama tiga hari. Aku yang merawatmu. Tentu saja kau merepotkanku!” ucap gadis itu kesal. “Aku kan tidak memintamu untuk merawatku. Kenapa kau membawaku kerumahmu jika aku membuatmu repot?” Gadis itu pun terlihat semakin kesal. “Kau ini! Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Jika aku tidak menyelamatkanmu, aku tidak tahu bagaimana nasibmu sekarang.” Jungkook pun terdiam mendengar perkataan gadis tersebut. Ya, gadis itu benar. Jika ia tidak menyelamatkan Jungkook, bagaimana nasib Jungkook sekarang.

“Terima kasih sudah merawatku.” Jungkook pun menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap gadis itu. Ia merasa bersalah sudah berbicara tidak sopan terhadap gadis itu. “Sudah, lupakan saja. Kau boleh tinggal bersamaku sampai ingatanmu kembali.” Jungkook terlihat kaget mendengar perkataan gadis itu “Mwo, jeongmal??!!” Gadis itu pun menganggukan kepalanya pelan. “Gomawo.” ucap Jungkook sambil tersenyum gembira. Gadis itu pun tersenyum melihat tingkah Jungkook. “Yasudah, sekarang ayo kita makan.” Jungkook pun menganggukan kepala lalu ia berdiri meninggalkan tempat tidurnya, kemudian ia dan gadis itu pun beranjak menuju dapur untuk menyantap ramyeon yang telah disiapkan.

Hmm, enak sekali ramyeon yang kau buat. Apakah ini efek dari pingsan selama tiga hari? Mungkin saja ramyeon yang kau buat ini tidak enak, tapi karena aku sudah pingsan selama tiga hari ramyeon ini jadi terasa enak.” Gadis itu pun menatap Jungkook dengan tatapan yang tajam, ia terlihat kesal mendengar perkataan lelaki yang tidak tahu terima kasih itu. “Ramyeon ini terasa enak karena aku yang buat.” Jungkook pun tertawa mendengar perkataan gadis itu, ia merasa senang melihat gadis itu kesal. “Oh iya, siapa namamu?” tanya Jungkook sambil mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. “Yoo Cho Soo.” jawab gadis itu.

“Yoo Cho Soo?” Cho Soo pun menganggukan kepalanya. “Hmm, nama yang indah.” Cho Soo pun tersenyum mendengar pujian yang Jungkook berikan kepadanya. “Ibuku yang memberikan nama itu. Ibuku bilang arti dari Yoo Cho Soo itu gadis cantik, lembut dan sempurna.” Jungkook pun terbelalak mendengar perkataan Cho Soo. “Jinjja?! Apa aku tidak salah dengar? Gadis cantik, lembut dan sempurna? Lembut? Sikapmu sama sakali tidak lembut. Kau itu pemarah!” Cho Soo pun terkejut mendengar perkataan Jungkook. Cho Soo benar-benar geram dengan sikap Jungkook yang selalu membuatnya kesal. “Ya!! Aku itu bukan pemarah! Kau saja yang selalu membuatku kesal. Dasar gigi kelinci!” Cho Soo pun membanting sumpitnya diatas meja.

“Kenapa? Gigi kelinci kan imut. Berarti secara tidak langsung kau bilang kalau aku itu imut. Iya, aku tahu itu. Kau ingin memuji ketampananku kan?” goda Jungkook sambil menaik-turunkan alisnya. “Aigoo yang benar saja. Kelinci itu hewan, berarti kau itu seperti hewan!” Cho Soo semakin kesal mendengar perkataan Jungkook yang begitu percaya diri. Jungkook senang melihat Cho Soo marah. Karena menurutnya, gadis itu terlihat begitu cantik ketika sedang marah.

Cho Soo-ssi, apa kau sudah membelikanku peralatan mandi? Aku ingin mandi, sudah tiga hari aku tidak mandi.” Jungkook merasa badannya sudah begitu lengket oleh keringat. “Ne, aku sudah membelikanmu peralatan mandi dan beberapa pakaian pria dari kemarin. Baju dan handuk yang akan kau pakai sudah aku siapkan. Pergi sana! Aku sudah tidak tahan dengan bau badanmu” Gadis itu pun menutup hidungnya seolah-olah bau badan Jungkook lebih menyengat daripada bau bangkai.

“Apa kau sudah mandi?” tanya Jungkook. “Belum, aku akan mandi setelah kau selesai mandi. Jadi mandinya jangan lama-lama.” Jungkook pun tersenyum simpul, ia berjalan ke arah gadis yang sedang duduk didepannya dan menatap mata gadis itu sambil berbisik “Bagaimana kalau mandi berdua?” goda Jungkook sambil mengedipkan sebelah matanya. Pertanyaan itu membuat Cho Soo kaget dan mendorong tubuh lelaki itu dengan kuat. “Ya! Byuntae!!” Jungkook pun tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa ia sangat suka menggoda Cho Soo. Apa mungkin karena Cho Soo gadis yang cantik?

 

 

Malam ini tepat satu bulan Jungkook tinggal bersama Cho Soo. Namun, lelaki itu belum mengingat apapun tentang dirinya. Sebenarnya ia takut jika ia membuat Cho Soo repot dan ia ingin mencari tempat tinggal sendiri, tapi ia tidak memiliki apapun dan siapapun selain Cho Soo. Ia ingin ingatannya kembali. Ia ingin mengetahui siapa orang tuanya dan dimana rumahnya. Tapi Jungkook tidak bisa melakukan apapun selain menunggu sampai waktunya tiba dan mengembalikan ingatannya.

“Lagi nonton apa?” Tiba-tiba saja Jungkook mendekati Cho Soo yang sedang asik nonton tv sambil merebut snack yang gadis itu makan. “Tuhan, kenapa orang ini harus hilang ingatan? Aishh, aku benar-benar sial.” Cho Soo benar-benar tak habis pikir, kenapa dia harus dipertemukan dengan lelaki itu. Menurutnya, takdir bertemu Jungkook adalah kesialan terbesar didalam hidupnya. “Sial apa beruntung?  Kalau menurut aku sih kau itu orang yang paling beruntung di dunia ini, bisa tinggal satu rumah dengan lelaki tampan yang sedang hilang ingatan sepertiku.” Gadis itu pun menggelengkan kepalanya, sungguh ia benar-benar lelah mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut Jungkook. “Cho Soo-ya, apa kau benar-benar tinggal sendirian? Sudah satu bulan aku tinggal bersamamu tapi aku tidak melihat orang lain disini.”

Ne, aku tinggal disini sendirian. Orang tua ku di Busan, mereka sibuk kerja. Aku bosan disana, jadi aku memilih untuk melanjutkan sekolahku di Seoul. Mereka tidak bisa ikut pindah kesini karena alasan pekerjaan, jadi mereka membelikan rumah ini untuku. Kecil sih, tapi cukup.” Cho Soo menjelaskan panjang lebar tentang dirinya kepada Jungkook, sebenarnya ia juga ingin mendengar cerita Jungkook. Tapi sayang, lelaki itu sedang hilang ingatan.

“Cuaca malam ini dingin ya.” ucap Jungkook sambil mengembalikan snack milik Cho Soo, lalu gadis itu pun menganggukan kepalanya. Jungkook pun tersenyum licik. “Cuaca dingin, hanya berdua, tidak ada siapapun dan pintu terkunci. Tidak akan ada yang tahu jika kita melakukannya.” bisik lelaki itu. Mata Cho Soo pun terbelalak, kali ini ia benar-benar terkejut. Apa yang dimaksud Jungkook dengan kata ‘melakukannya’? “Byuntae!! Kenapa kau berpikir tentang itu! Dasar mesum!” Cho Soo melempar bantal sofa yang sedang ia pegang ke arah lelaki itu. Jungkook pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Cho Soo yang begitu terkejut.

“Kau yang mesum. Aku belum selesai bicara. Maksudku tidak akan ada yang tahu jika kita nonton drama berdua. Kalau dramanya sedih dan aku menangis, aku akan malu jika ada orang yang melihatnya.” Gadis itu pun terdiam, ia yakin jika bukan itu yang di maksud Jungkook. Cho Soo menatap lelaki itu tajam lalu ia mendorong Jungkook dengan kuat sampai lelaki itu terjatuh dari sofa dan terlihat begitu kesakitan. Gadis itu khawatir melihat Jungkook, ia tak menyangka jika lelaki itu sampai merasa kesakitan karenanya. “Neo gwaenchana?” Cho Soo pun berjalan mendekati Jungkook yang terbaring di lantai. Ia benar-benar merasa bersalah. Namun saat gadis itu mendekat, Jungkook menarik tangan Cho Soo hingga gadis itu terjatuh tepat dipelukanya. Cho Soo terdiam. Ia terpesona dengan mata Jungkook yang indah. Gadis itu baru menyadari jika Jungkook memiliki mata yang begitu indah.

Jungkook pun menatap gadis itu dalam, ia memperhatikan setiap detail wajah Cho Soo. Ia benar-benar gadis yang cantik, sempurna. Tak ada cacat sedikitpun. “Neomu yeppeo.” ucap Jungkook dengan nada pelan. Cho Soo membeku, ia tidak bisa berkata apapun. Ia tak tahu mengapa bibirnya terkunci dan tubuhnya membeku saat mendengar Jungkook mengatakan hal itu. Lelaki itu pun mengelus rambut hitam panjang milik Cho Soo. Jungkook mendekatkan wajahnya. Ia berniat untuk mengecup bibir gadis itu, namun gadis itu mengalihkan pandangannya. Ia pun melepaskan tangannya dari rambut panjang Cho Soo. Mereka berdua pun berdiri dan kembali duduk di sofa. Lelaki itu merasa malu dengan apa yang akan ia lakukan terhadap Cho Soo. Karena kejadian tadi, sekarang suasana diantara mereka pun menjadi canggung.

Cho Soo-ya, apa kau sangat suka mencuci rambutmu? Kenapa rambutmu selalu terlihat basah?” tanya Jungkook heran. Gadis itu pun menganggukan kepalanya. “Ne, aku suka mencuci rambutku. Aku tidak mau rambutku rusak, jadi aku selalu mencucinya.” jelas gadis itu kepada Jungkook. Rambut Cho Soo memang sangat indah, wajar saja jika ia menaruh perhatian lebih terhadap rambutnya. Mereka pun lanjut menonton drama, meskipun susananya masih terasa canggung.

 

Jungkook menatap langit, sambil duduk di teras depan rumah dan menunggu Cho Soo yang sedang bersiap-siap. Hari ini mereka akan pergi nonton, gadis itu bilang jika dia bosan di rumah. Seperti biasanya, perempuan membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan diri mereka. Daripada didalam rumah, hanya melihat dinding-dinding yang dihiasi foto masa kecil Cho Soo dan beberapa dekorasi ruangan, lebih baik jika Jungkook duduk di teras rumah sambil menatap langit.

Sudah enam bulan terakhir matahari hanya bersembunyi dibalik awan, sepertinya ia tak mau menyapa bumi dengan ceria. Mungkin saja bumi dan matahari sedang perang dingin. Jungkook pun memperhatikan pohon-pohon yang ada di halaman depan rumah Cho Soo dan menatap lebih tajam ke arah daunnya, tampak titik-titik air di atas daun seperti habis terkena air hujan. Jalanan yang sedikit basah dengan beberapa genangan air di sudut jalan semakin membuat kota Seoul seperti kota hujan. Jungkook bingung, ada apa dengan cuaca kota Seoul selama enam bulan terakhir. Hujan jarang turun, namun langit terlihat gelap setiap saat. Titik air di atas daun dan genangan air di sudut jalan pun tak kunjung kering, mungkin ini faktor dari matahari yang enggan menampakan dirinya.

Sekarang Cho Soo sudah siap, mereka pun memasuki mobil dan pergi untuk nonton. Sepanjang perjalanan, Jungkook memperhatikan bangunan-bangunan dan jalan di Seoul. Kenapa Seoul begitu sepi? Ia hanya melihat enam mobil dan empat sepeda motor yang berlalu-lalang. Benar-benar aneh.

Ketika sampai di bioskop, mereka pun memesan tiket film yang ingin Cho Soo tonton. Setelah itu mereka membeli popcorn dan pergi memasuki teater tempat dimana film itu diputar. Saat film sedang diputar, tanpa sadar Cho Soo menggandeng lengan Jungkook dan bersandar di bahu lelaki tersebut. Jungkook menyadari hal itu lalu tersenyum, ia pun menyandarkan kepalanya diatas kepala Cho Soo. Mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih.

Saat film berakhir, mereka memutuskan untuk pergi mencari makanan dan membawanya pulang. Mereka lebih suka makan dirumah berdua daripada di tempat makan yang ramai. Mungkin karena mereka sudah enam bulan bersama jadi mereka selalu ingin menghabiskan waktu berdua.

Sepanjang jalan Cho Soo tetap menggandeng lengan Jungkook seolah-olah ia tak ingin jika lelaki itu hilang di ambil orang. Tak tahu kenapa, semakin hari gadis itu terlihat semakin manja terhadap Jungkook. Sikap Cho Soo yang manja dan selalu ingin diperhatikan membuat lelaki itu bersyukur bisa mengenal gadis sepertinya.

Malam ini, seperti biasanya mereka selalu nonton tv berdua. Namun suasana sekarang berbeda dengan dulu. Mereka sekarang benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih. Jungkook pun menatap wajah Cho Soo, ia benar-benar bersyukur ditakdirkan untuk mengenal gadis yang begitu cantik. “Cho Soo-ssi, saranghaeyo.” Tiba-tiba saja Jungkook mengucapkan kata itu kepada Cho Soo. Gadis itu pun tersenyum sambil menatap mata Jungkook dalam. Lalu ia pun memeluk Jungkook dengan erat sambil berkata “Nado saranghaeyo.

Jungkook tersenyum senang, selama ini ia benar jika ia telah berhasil membuat Cho Soo jatuh cinta kepadanya. Saat gadis itu melepaskan pelukanya, Jungkook pun mendekatkan bibirnya menuju bibir Cho Soo, namun gadis itu menolaknya. “Aku tidak bisa melakukannya, mianhae.” Lelaki itu pun menatap Cho Soo heran, bukankah itu hal yang wajar jika sepasang kekasih berciuman? “Wae? Bukankah sekarang kau kekasihku?”

Ne, aku kekasihmu sekarang. Tapi aku tak bisa melakukannya. Aku tidak ingin kau…” belum sempat Cho Soo melanjutkan kalimatnya, Jungkook sudah mengecup bibir gadis itu. Cho Soo hanya bisa terdiam, ia tidak membalas ciuman Jungkook. Lelaki itu pun melepaskan ciumanya dan memeluk Cho Soo erat.

Namun tiba-tiba saja Jungkook merasakan sakit kepala yang luar biasa. Kepalanya terasa ingin pecah, lelaki itu pun menarik rambutnya sekuat tenaga. Cho Soo yang melihat kejadian itu pun merasa khawatir, ia langsung menelpon ambulan untuk membawa Jungkook ke rumah sakit. Ia benar-benar bingung kenapa Jungkook tiba-tiba sakit kepala. Saat tiba di rumah sakit, Jungkook langsung dibawa ke ruang UGD. Cho Soo berharap lelaki itu baik-baik saja.

“Kau sudah sadar sayang?” ucap wanita yang berada di hadapan Jungkook senang. “Dimana Cho Soo ku?” tanya lelaki itu sambil malihat ke sekeliling ruangan mencari-cari keberadaan Cho Soo. “Cho Soo? Siapa, sayang?” wanita itu tampak bingung. “Kekasihku, eomma. Apa eomma tidak melihatnya? Dia yang membawaku ke rumah sakit.” Eomma Jungkook terlihat bingung mendengar perkataan anaknya. “Apa maksudmu, nak? Kau baru saja sadar setelah enam bulan koma.” Jungkook terlihat kaget mendengar perkataan eommanya. “Koma? Enam bulan? Tidak eomma, aku tidak koma, aku hanya sakit kepala biasa. Eomma dimana kekasihku? Mana Cho Soo eomma? Dia kekasihku. Cari Cho Soo eomma,  jebaal.. Jebaaal..” Jungkook pun menangis, ia terus mencari-cari keberadaan kekasihnya, sementara eomma Jungkook masih bingung dengan perkataanya.

“Apa yang lakukan disini?” tanya seorang namja yang datang menghampiri Jungkook. “Sudah lama aku tak melihatmu anak baru. Baru saja kau pindah ke sekolah kita, tiba-tiba kau sudah koma saja.” lanjutnya. “Siapa kau? Aku tak mengenalmu.” ucap Jungkook ketus. “Mwo? Jeongmal??!! Satu bulan kau sekolah dan aku duduk dibelakangmu, tapi kau tidak kenal aku?” Jungkook menggelengkan kepalanya. “Aishh, jinjja. Kim Taehyung imnida. Aku sudah lama ingin mengajakmu berteman, tetapi sepertinya kau tak suka teman baru. Kau benar-benar pendiam,” ucap namja yang bernama Taehyung itu. “Apa yang kau lakukan disini? Sendirian di jembatan sungai Han.”

“Tak tahu, aku hanya ingin kesini.” jelasnya. “Apa kau tahu tentang Chaezu?” Jungkook menatap Taehyung sambil menggelengkan kepalanya. “Cerita ini sudah terkenal di Seoul. Hanya saja kau baru pindah dari Busan. Menurut mitos, dibawah sungai Han terdapat dunia lain yang bernama Chaezu. Katanya sih Chaezu benar-benar mirip dengan Seoul, hanya saja lingkungan disana selalu terlihat basah seperti habis hujan. Dunia itu dibuat oleh seorang gadis yang mati bunuh diri karena ia sering di bully. Menurut cerita, dulu dia adalah gadis yang baik, hanya saja banyak orang yang iri dan akhirnya dendam kepadanya. Dan orang bilang dia gadis yang cantik. Nama gadis malang itu Yoo Cho Soo.” Jungkook pun terkejut mendengar nama itu. “Apa kau mengenalnya?” tanya Jungkook. “Ya tentu saja. Kisah tentangnya sudah  terkenal. Bagaimana tidak, karenanya banyak orang mati tenggelam. Menurut mitos, dia menenggelamkan orang untuk mengisi Chaezu, dunia yang dia buat. Tentu kau sudah pernah kesana kan? Kau hampir mati tenggelam disini. Aku melihatmu duduk sendirian dipinggir sungai Han, tiba-tiba saja kau terjatuh. Aku berhasil menyelamatkan tubuhmu, tapi tidak dengan jiwamu. Jiwa gadis itu benar-benar kuat, meskipun aku berhasil membawa tubuhmu ia telah membawa jiwamu bersamanya. Tetapi dia tidak memilikimu sepenuhnya, karena di dunia nyata jatungmu masih berdetak. Menurut mitos, rambut gadis itu selalu basah karena dia adalah ratu disana. Dan katanya, dia mengambil nyawa orang dengan cara mencium bibir orang tersebut.” Jungkook begitu terkejut mendengar perkataan Taehyung. Jungkook pun teringat mengapa Cho Soo tidak membalas menciumnya, ia tak mau jika Jungkook benar-benar pergi dari dunia nyata. Cho Soo ingin Jungkook tetap hidup. Jungkook juga teringat mengenai rambut dan lingkungan disana yang selalu basah. Ia tak menyangka jika selama ini Cho Soo bukanlah manusia. Gadis yang ia cintai ternyata tidak nyata.

Hari ini Jungkook kembali datang ke jembatan sungai Han sambil membawa setangkai bunga mawar berwarna merah. Jungkook terdiam sambil menatap sungai itu. Ia teringat semua kenangan dan waktu yang ia lalui bersama Cho Soo. Ini benar-benar menyakitkan. Andai saja gadis itu  mengambil jiwa Jungkook sepenuhnya, itu akan membuat Jungkook lebih bahagia daripada hidup dengan kenyataan yang pahit.

“Jika saja bunuh diri itu tidak berdosa, mungkin kita sedang bersama.” Tanpa sadar, air mata telah membasahi pipi Jungkook. Jungkook terus mengingat semua kenangan yang ia miliki bersama Cho Soo. “Yoo Cho Soo, saranghaeyo.” ucap Jungkook yang kemudian melepaskan mawar itu jatuh ke sungai Han, lalu ia pulang dengan kesedihan yang mendalam. Mawar itu hanyut terbawa arus sungai hingga menepi.

Saat itu terlihat seorang gadis sedang berdiri di pinggir sungai Han. Gadis itu memiliki  rambut hitam yang panjang, hidung kecil dan lancip serta mata yang indah. Ia memakai pakaian berwarna putih dengan rok pendek berwarna merah muda yang lembut. Gadis itu pun melangkahkan kakinya. Ia mengambil bunga mawar itu, lalu tersenyum.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s