[BTS FF Freelance] Hidden (Chapter 10)

photogrid_1482238784752

(BTS FF FREELANCE)
Hidden (Chapter 10)

Tittle : Hidden (Chapter 10)
Author : Nagi

Main cast : Choi Jin Dae / Clara

Jeon Jungkook (BTS)

Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)

Kim Taehyung / V (BTS)

Kim Seok Jin / Jin (BTS)

Park Jimin (BTS)

Min Yoongi / Suga (BTS)

Jung Hoseok / J-Hope (BTS)

Kim Namjoon / Rap Monster (BTS)

Kim Myungsoo / L (Infinite)

Support cast : Hwang Zi Tao (Exo), Choi Yoon Sun / New Sun (Sonamoo), No Minwoo (Boyfriend), Lee Jihoon / Woozi (Seventeen), Wendy (Red Velvet), Wu Yi Fan / Kris (Exo), Park Chanyeol (Exo), Lalisa Manoban / Lisa (Black Pink), Kim Taekwoon / Leo (Vixx), Choi Minki /Ren (Nuest), Jennie Kim (Black Pink), Lim Jaebum / JB (Got7), Kwon Soon Young / Hoshi (Seventeen), Chou Tzuyu (Twice), Park Hyejin / Nero (oc), Chittaphon / Ten (NCT), Lee Seok Min / DK (Seventeen)

Genre : Fantasy supranatural, Kekerasan, Comedy (Garing), Romance (Gak yakin), Friendship, Action, AU
Length : Chapter
Rting : 15-lanjut usia

Disclaimer :
Hei semuanya, aku balik lagi bawa Hidden kemari ^^
entah kenapa aku seneng sekali bawa ini wkwkwk, emang pada dasarnya aku mau ff ini dilanjut walaupun ada atau enggak yang koment + baca hihi
Happy Reading~

Repeat :
“Yoon Sun lari!” teriaknya

….

Hidden
Chapter 10

****

New Sun kembali ke markas bersama dua orang yang membawanya kabur, mendengar kabar dari New Sun mereka semua terdiam dengan hujan yang mengguyur atap markas mereka seakan menghilangkan kesenyapan diantara mereka semua.

“Siapa.. siapa yang melakukan ini? Ya! Siapa?!”

Jimin tampak emosi, ia menggoyang kedua pundak New Sun, gadis itu diam tidak bergeming.

“Jimin hentikan! Harusnya kau tau, semua manusia bisa mati kapan saja, kau tidak boleh kehilangan kendali.” Ucap Jin

“Tapi teman kita dibunuh! Kita harus membalasnya!”

“Percuma saja! Balas dendam tidak akan membuatnya hidup kembali!”

Jin mengepalkan tangannya hingga mengeluarkan darah.
Diantara mereka semua yang sedih dan kesal, hanya New Sun yang tampak begitu benci dan sangat marah

“Kau… kau sudah membunuh Wendy Eonni, takkan kubiarkan kau lepas! Aku, aku pasti akan membunuhmu!”

“Chou Tzuyu dari Zimer Elf, jangan harap pertarungan selanjutnya kau masih bisa hidup!” kata New Sun dengan air mata emosi

Setelah semua kesunyian ini menghilang mereka semua masuk, meninggalkan seorang lelaki dengan wajah polos tepat di depan pintu besar markas mereka.

Tao melihat lelaki itu, ia menyenggol lengan Jin, mereka berdua berbalik menatap lelaki di depan pintu dengan tatapan aneh.
Jimin terduduk di salah satu kursi, iapun ikut menoleh dan sedari tadi ia tidak sadar jika dia adalah Ten.

Buru – buru Jimin berjalan mendahului Jin dan Tao yang hendak menghampiri Ten di depan pintu.

“Kenapa kau disini?” tanya Jimin, pelan

Ten hanya menggaruk kepalanya bingung
“Aku yang menyelamatkan orang tadi, kau tau.. aku merasa sedikit kasihan padanya, tapi aku tidak menyangka bahwa kau juga tinggal disini.”

Jin dan Tao sudah berada di depan pintu, mereka menatap Jimin dan Ten secara bergantian serta menuntut agar Jimin menjelaskan mengapa ia bisa mengenal lelaki itu dengan begitu akrab.

“Oh.. jadi kau dan Jimin bertemu di pusat kota.” Ujar Jin

Ten mengangguk dan tersenyum, ia menatap sekitar, sebuah tempat yang amat klasik dan sangat nyaman.

“Tapi kalau aku boleh tau, apa tujuanmu datang ke kota?” tanya Tao

Untuk sejenak Ten terdiam, kepalanya tertunduk dalam – dalam
“Empat hari yang lalu, aku pergi. Desa tempatku tinggal terkena wabah penyakit, aku datang ke kota untuk meminta bantuan agar mereka membantu desaku, tetapi mereka justru mengusirku dan akhirnya aku menjadi gelandangan.”

Jimin tertunduk, ia juga pergi ke kota karena wabah penyakit tersebut, seluruh desa terkena wabah yang sama karena itu banyak dari mereka pergi ke kota untuk meminta bantuan atau meminta sedikit pertolongan.

Tetapi nasib Ten nyaris sama seperti Jimin, yakni menjadi gelandangan, jika saja ia tidak bertemu dengan Taehyung dan Jungkook serta yang lainnya, entah bagaimana hidupnya saat ini.

Kriiiuukk

Mereka semua terkejut, tatapan mereka bersarang pada Ten, lelaki itu hanya dapat menggosok perutnya dengan wajah sedikit sedih.

“Aku belum makan sejak tadi kemarin, karena peristiwa tadi siang aku jadi takut untuk membeli makanan walaupun sudah diberi uang oleh Jimin.” Ucap Ten sedikit menahan malu karena suara perutnya

Jin mendengus dan tertawa pelan, ia menoleh kebelakang
“Clara, tolong ambilkan makanan dan segelas teh untuk tamu kita.” Ucap Jin lumayan keras

Mereka terdiam atas pikiran mereka masing – masing, hingga Clara datang dengan membawa nampan makanan dan segelas teh.
Dengan sopan ia meletakkan nampan itu diatas meja ditengah – tengah mereka.

Ia menyuguhkan makanan dan teh itu untuk Ten.

Tetapi lelaki itu justru terdiam bengong menatap Clara dengan bibir yang tak sepenuhnya tertutup.

“Cantiknya..” tanpa sengaja ia mengucap kata – kata itu

Clara hanya diam, bagaimana monster seperti dirinya dibilang cantik oleh orang yang tidak dikenal sama sekali.
Tak lama kemudian Ten mengeluarkan sebuah kertas di dalam tas miliknya, ia menatap kertas itu serta foto yang tertera.

“Apa itu?” tanya Tao

“Ini kertas buronan.” Seketika mereka terbelalak terkejut

Tao sudah memegang pedang di pinggangnya sementara Jin sudah terlihat sangat serius, begitu pula dengan Jimin.

Dengan polosnya Ten menunjukkan kertas ditangannya pada Clara.

“Bukankah kau yang ada disini? Wah.. aku tidak menyangka! Kau jauh lebih cantik dari apa yang terlihat di foto.”

Lelaki itu mengeluarkan sebuah pena dan kertas
“Boleh aku minta tanda tanganmu?!” pintanya dengan semangat

Mereka berempat tampak terkejut namun mereka lega, Clara hanya bisa mengangguk kaku kemudian menerima kertas dan pena milik Ten.
Ia menuliskan tanda tangan kepada Ten.

Ten tersenyum sangat senang saat menerima tanda tangan Clara, ia menatap kertas tanda tangan itu lamat – lamat.

“Aku tidak menyangka bisa menemukan Iblis Byungmul disini..”

Brak!

Tiba – tiba saja sebuah palu besar menghantam tangan bayangan milik Clara, jika saja tangan bayangan itu telat sedikit saja maka Clara bisa mati.
Mereka semua sangat terkejut terutama Jin dan Tao.

“Kau cepat juga.” Ucap Ten

Para anggota lainnya keluar karena terkejut, betapa terkejutnya Jungkook melihat semua itu.
Sontak ia mengeluarkan pedangnya dan berlari menghampiri Clara, namun sebuah tangan bayangan justru menghalanginya.

“Noona, apa yang kau lakukan!” teriak Jungkook emosi

Clara menghela napas, Ten tersenyum penuh misteri, perlahan palu besar miliknya berubah menjadi kecil sekecil palu mainan.
Ia menyimpan palu itu dan menghampiri Clara.

“Kau tidak serius menyerangku.” Ucap Clara dengan raut datar

Tiba – tiba Ten menarik pergelangan tangan Clara, menggenggamnya dengan erat hingga membuat mereka semua terkejut.

“Hei, apa – apaan itu!” teriak Jungkook kedua kalinya

Ten menatap Clara dengan berbinar – binar
“Tolong jadikan aku muridmu, aku mohon.. aku mohon..”

Disitulah mulai sebuah pertarungan memuakkan, setiap hari Ten selalu datang ke markas mereka, membantu Clara memasak, membantu Minwoo membersihkan setiap tempat, bahkan membantu New Sun memilih bunga – bunga segar untuk dijadikan obat.

“Hei, dia benar – benar tidak main – main dengan ingin menjadi murid Clara.” Ucap Jimin pada Jungkook

“Dia bahkan selalu menempel para Clara. Lihat itu..” Taehyung menunjuk Ten yang sedang membantu Clara memotongi daging segar

Ketika Ten menunjukkan hasil indahnya pada Clara, gadis itu tersenyum, senang karena Ten lumayan bisa diandalkan.
Tetapi hal itu justru membuat Jungkook tidak suka.

“Permen karet mengganggu..” erang Jungkook kemudian pergi begitu saja

Taehyung dan Jimin hanya bisa mengangkat kedua bahunya, acuh tak acuh.

****

Karena Ten begitu bekerja keras dan membantu akhirnya berhasil membuat hati Kim Seok Jin menjadi luluh.
Ia boleh tinggal bersama mereka dan menjadi bagian dari mereka.

Jika biasanya Jimin selalu tidur bersama Minwoo, kini sekarang ia harus tidur bersama Ten dan Minwoo berpindah di kamar Tao.

“Benarkah? Lalu bagaimana dengan Iblis itu?”

“Aku tidak menyangka jika dia orang yang sangat baik! Dia mengajariku memasak dan membantuku banyak hal, mereka sangat baik dan aku tidak menyangka akan semua itu.”

“Hm.. kelihatannya kau lebih senang disini dari pada di tempatmu.”

“Hahaha tidak juga. Oh, iya Lisa titip salamku untuk DK dan Hoshi, katakan pada mereka aku akan membawakan mereka masakan dari Clara.”

Seorang gadis yang duduk di jendela menoleh kebelakang Ten, ia melihat lelaki itu sedang tertidur dengan lelap sambil memunggungi mereka.

“Apakah itu juga anggota mereka?”

Ten mengangguk
“Dia teman baruku, namanya Park Jimin. Dia yang sudah memberiku uang, bahkan dia lebih baik daripada Woozi yang pelit itu.”

Lisa menahan tawa, ia mengangguk pelan kemudian berdiri
“Baiklah aku pergi dulu, besok aku akan datang lagi kesini.”

Ten tersenyum dan mengangguk, membiarkan wanita berambut pendek pirang tersebut pergi bersama hewan pendampingnya yang berbentuk seperti burung.

“Tuan, ini sudah malam.. sebaiknya Tuan tidur.”

Ten menoleh pada hewan pendamping miliknya, seekor kucing berekor empat, dengan bulu seputih salju dan telinga yang besar.
Ten mengelus bulu – bulu halus miliknya kemudian berjalan menuju ranjang.

“Selamat malam Roo.”

“Selamat malam untukmu juga, Tuan.”

Jimin membuka matanya, ia mengerjap pelan dengan tatapan penuh arti.

****

Di sebuah tempat yang lumayan gelap, beberapa manusia tengah bercengkrama mengalahkan suara malam.

“Benarkah ini tanda tangan Jin Dae? Wah.. ini indah sekali.”

“Hahaha padahal dulu ia tidak bisa melakukan apapun, tapi rupanya ia sekarang berkembang sangat jauh.”

Dua orang lelaki sedang tertawa – tawa sambil menatap foto serta kertas bergambarkan tanda tangan.

“Bukankah Jin Dae makin cantik? Perasaanku saja atau memang ia jauh lebih cantik daripada gadis biasanya?”

“Hoshi, jangan dipandangi terus.”

Canda tawa dan kebahagiaan terus terpancar dari mereka, sambil memakan sebuah makanan berupa daging mereka juga terus berbagi cerita.

“Sepertinya kita tidak bisa mengambil ternak milik orang – orang lagi. Karena mereka sampai meminta bantuan Hidden untuk menangkap pelakunya, bahkan mereka meminta kepolisian Byungmul, akibatnya salah satu anggota Hidden harus mati karena terbunuh.” Jelas Lisa pada mereka semua

“Apakah itu Ten yang mengatakannya?”

“Iya.. dia juga yang menyelamatkan salah satu anggota Hidden.”

“Betapa beruntungnya Ten bisa bertemu dengan Jin Dae, akupun ingin bertemu juga, rasanya sudah lama sekali tidak melihatnya. Dan.. sepertinya kita benar – benar tidak bisa mencuri ternak karena hewan pendampingku pernah ditembak oleh mereka.” Ucap Hoshi

Diantara Hoshi, DK dan Lisa yang sibuk berbicara hanya ada satu orang lelaki yang terdiam tanpa berbicara.

“Woozi, kau tidak mau daging?” tawar Hoshi pada lelaki tersebut

Woozi tidak menjawab sama sekali. DK menelan daging di mulutnya kemudian berbisik pelan pada Hoshi.

“Jangan terlalu banyak bicara, dia sangat terpukul karena serikat Diamond sudah hancur dan sekarang sepupunya sedang di penjara.” Bisiknya

Hoshi ikut terkejut
“Hah? Maksudmu Yoongi si pembual itu?”

“Aku bisa mendengar ucapanmu, bodoh!” omel Woozi sambil melotot

Mereka berdua hanya bisa menunjukkan senyuman masam, kemudian kembali berbisik – bisik menggosip.

“Berarti teman Lisa juga, dong? Siapa namanya yang wajahnya galak tapi imut itu.. kalau tidak salah namanya Jennie.” Bisik DK dan dibalas anggukan pelan oleh Hoshi

Lisa ikut tertunduk bersama Hoshi, kemudian gadis itu melempari DK dan Hoshi dengan batu kerikil membuat mereka berdua mengerang kesakitan.

****

Pagi yang sangat indah, Ten tengah sibuk bermain dan berlari – lari bersama hewan pendampingnya dan hewan pendamping milik Minwoo.
Sementara Minwoo tertidur di bawah pohon.

Lelaki itu tertawa dan terlihat amat ceria.

Tao dan Taehyung sibuk berlatih, sementara Jin meminum teh buatan Clara.
New Sun masih berada di kamar, ia sedang sangat sedih karena kehilangan Wendy, seseorang yang selalu ada didekatnya.

Jungkook dan Jimin sedang berusaha untuk memusatkan kekuatan mereka, bahkan karena element angin milik Jimin, udara semilir yang menyejukkan datang entah darimana, menambah suasana damai.

Setelah puas bermain – main dengan hewan pendampingnya dan hewan pendamping milik Minwoo.
Ten berjalan menghampiri Jin.

“Ketua, apakah kau tau dimana Clara?” tanyanya

Jin menoleh kekanan dan kekiri
“Mungkin ia berada di dapur.”

Setelah ucapan Jin, segera lelaki itu masuk ke dalam markas menuju dapur.

Ten masuk ke dapur, namun tidak ada yang ia dapati disana, alhasil ia merasa kebingungan, kepalanya menatap keseluruh penjuru dapur, yang ia temukan hanyalah piring berisi makanan kesukaan Wendy.

Tatapannya berubah menjadi kasihan, rupanya meskipun terlihat kuat, Clara tetaplah seseorang yang bisa bersedih.

Taehyung yang masuk kedapur, ia sudah lelah berlatih, iapun mengambil gelas dan mengisinya dengan air.
Sambil meminum air di dalam gelas hingga habis tak tersisa, kemudian ia menatap Ten dengan bingung.

“Apa kau mencari Clara?” tanyanya penuh selidik

Ten mengangguk, ia ikut mengambil air minum dan meminumnya dengan tenang.
Sejenak mereka terdiam hingga Taehyung kembali membuka pembicaraan.

“Kau menyukai Clara?”

Ten tersedak air, tak sengaja ia menyemburkan air di mulutnya kewajah Taehyung, membuat lelaki itu terbelalak dan kesal, ia terbatuk – batuk saat mendengar perkataan Taehyung.

“Kau bercanda? Dia adalah guruku, aku memilih tinggal disini karena aku tidak punya tempat tinggal sekaligus senang bisa bertemu dengannya..”

“Ah.. iya, tentangmu. Aku juga ingin tau mengapa kau begitu fanatik dengan Clara, apa tujuanmu?”

Ten menggaruk tengkuknya
“Seorang temanku berkata bahwa Clara adalah penolongnya, ia sangat senang bisa mengenal Clara, walaupun semua orang mengiranya sebagai iblis yang membunuh semua orang di kota tetapi ia tidaklah seperti itu…”

Taehyung mengernyit tajam, ia tidak mengerti apa maksud ucapan dari Ten, ia benar – benar tidak mengerti dengan kata – kata ‘Tidaklah seperti itu’, memangnya apa yang sudah terjadi?

Akhirnya setelah lama berpikir dan terdiam, ia menyerah, lelaki itu hanya dapat mendengus berat kemudian mengeluarkan senyuman tipis.

“Terserah kau mau bilang apa. Tapi, kau tidak akan pernah mendapatkan Clara, walaupun kau mau lompat dari tebing atau menghanyutkan diri di air terjun kau tetap tidak akan mendaptkannya,”

“Karena Clara hanya milik Jungkook.”

Taehyung menepuk pundak Ten, ia menyeringai sambil berjalan pergi tanpa menyadari Jungkook dan Jimin yang berdiri disamping pintu masuk.

****

Tok, tok, tok

Clara masuk ke dalam kamar New Sun, ia melihat gadis itu terdiam duduk diatas kasur tanpa bergerak sedikitpun.
Ia hanya menangis, bahkan hingga matanya membengkak.

Clara mendekat padanya
“New Sun..” panggilnya dengan lembut

“Clara!” tiba – tiba gadis itu berdiri dan memeluknya begitu erat

“Aku benar – benar takut.. aku marah pada diriku yang lemah, kumohon jangan tinggalkan aku.” Tangisnya sambil terus mengeratkan pelukannya pada Clara

Gadis itupun merasa sedih melihat New Sun yang menderita, ia tau bahwa dulunya New Sun pernah kehilangan seorang kakak.
Semenjak saat itu New Sun menjadi sangat takut jika kehilangan orang – orang yang sangat berarti baginya.

“Tenanglah.. kau masih punya Kami.” Bisik Clara begitu lembut sambil mengusap kepala New Sun, kendati umur mereka sama

****

Sebuah bangunan besar dan menyeramkan, seorang lelaki bertubuh agak pendek berdiri tepat didepannya.
Dengan kepala tertunduk dan hoodie yang ia kenakan, lelaki itu masuk ke dalam.

“Hei siapa kau!” seru salah satu penjaga

Ketika mereka mendekat sebuah kilatan datang dan membuat para penjaga yang menghampirinya sudah tergeletak tak bergerak.

Lelaki itu kembali masuk semakin dalam ke tempat luas ini.

….

Disisi lain, seorang lelaki sedang duduk diam tak bergerak, barusan seseorang pesuruh Myungsoo masuk dan membawa satu – satunya anak buah yang tersisa.
Kini di sebuah sel tersebut hanya menyisakan dirinya seorang.

Mungkin sebentar lagi ia akan dibunuh atau dimanfaatkan.

Sebuah rantai mengikat tangannya, ia tidak dapat menghancurkan rantai tersebut karena siapa saja yang terikat oleh rantai ini maka kekuatannya tidak dapat dikeluarkan, terkecuali jika rantainya diputus oleh orang lain.

Tiba – tiba sebuah kilatan terlihat menerangi lorong – lorong gelap, lelaki itu sedikit terkejut sekaligus tau siapa ulah dari semua ini.

“Berhenti disana!” seru salah satu penjaga

Teriakan demi teriakan terdengar, petanda bahwa seseorang sedang menyerang para penjaga di tempat ini.
Lelaki itu berdiri, kilatan – kilatan itu berpindah – pindah tempat antara lorong satu dengan lorong yang lainnya.

Hingga seorang lelaki berhoodie berjalan kearah selnya.

“Yoongi hyung, apakah kau baik – baik saja?”

Min Yoongi, lelaki itu sedikit terbelalak ketika lelaki dihadapannya membuka hoodie yang ia kenakan.
Siapa lagi yang berani menyusup kedalam penjara Byungmul jika bukan sepupunya.

“Apa yang kau lakukan disini…”
“Woozi?”

Lelaki yang bernama Woozi tersebut tersenyum pada Yoongi, memperlihatkan wajah menggemaskan miliknya tersebut.

“Tentu saja mengeluarkanmu dari dalam sini, hyung.”

TBC

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Hidden (Chapter 10)

  1. Hallo~ apakabar semuanya ^^ Nagi balik untuk update Hidden.
    Maaf jika aku lama, karena awalnya aku nggak mau ngelanjutin ini ff karena penggemarnya hanya sedikit.

    TAPI, beberapa dari kalian (meskipun hanya dua orang), mengatakan bahwa mereka ingin ff ini dilanjut.
    Akhirnya aku kirim cerita ini dan baru sekarang di publish.

    FF ini udah kutulis hingga tamat, tapi nggak aku publis dimanapun karena aku nggak yakin, jadi sekali lagi, maaf T-T

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s