[Boys Meet What?] Death Note : Kira is Back – Oneshoot

poster

Death Note : Kira is Back

Author : zawjah

Genre : Fantasy, Thriller.

Length : Oneshoot (3000 words)

Rating : Teen

Cast : -Main Role

Min Yoon Gi  as him self

  -Supporting Role

Gouki Maeda as Matsuda

Tomohisa Yuge as Suuichi Aizawa

Yuki Mio as Near

 

Disclaimer :

Cerita ini terinspirasi dari drama Jepang Death Note tahun 2015, merupakan sequel dari drama tersebut. Karakter tokoh dalam cerita ini juga dibentuk berdasarkan pengembangan imajinasi yang saya miliki. Adapun para tokoh dari cerita ini merupakan penguat imajinasi saya dari cerita ini. Saya memberikan kebebasan untuk para pembaca agar menggunakan cast yang paling tepat menurut imajinasi masing-masing. Tentunya para tokoh yang telah saya gunakan bukanlah mutlak hak cipta milik saya.

Summary :

Sang penyelamat bangkit kembali. Kejahatan akan ditumpas habis melalui kehadirannya. Namun, justru kehadirannya menciptakan ketakutan pada negeri ini. Sebelum dunia benar-benar dikuasai olehnya, sang penyelamat itu harus segera  disingkarkan.

 

*Desu Noto : Catatan Kematian

*Shinigami : Dewa Kematian

Tokyo, Jepang. 2006.

Lelaki itu menangisi kepergian orang tuanya yang mati mengenaskan. Dia  merasa sangat terpukul. Orang tuanya dibunuh dengan brutal oleh tersangka rampok semalam. Bahkan ia bersumpah pada dirinya, dia akan membunuh orang itu dengan tangannya sendiri.

Tangannya mengepal kuat dan wajahnya memerah ketika melihat orang yang sangat ia benci muncul di layar kaca. Dia sangat ingin meludahi wajah menjijikan itu.

“Masa tahanan Tsubaki Soichiro akan berlangsung selama 3 Minggu.Tsubaki Soichiro akan mengikuti tahap rehabilitasi setelah dinyatakan bebas oleh pihak kepolisian.” sergah wartawan yang sedang menyiarkan berita itu.

Rasanya ia ingin merobek jantung orang itu secepatnya. Dia memicingkian matanya ketika melihat orang itu tiba-tiba sekarat. Acara langsung tersebut semakin heboh dengan tewasnya tersangka rampok yang mendadak.

Tokyo, Jepang. 2016.

Min Yoon Gi. Seorang mahasiswa sastra sekaligus  pekerja paruh waktu, pemuda dengan pribadi yang ambisius dan ‘pendendam’. Jiwa pembencinya semakin kuat ketika orang tuanya meninggal dengan cara tak terhormat.  

Pemuda itu berterimakasih kepada Tuhan yang telah membunuhnya dengan cepat. Jika ternyata ada dalang dibalik terbunuhnya tersangka itu dia akan mencarinya dan berterimakasih, apapun akan ia lakukan.

Malam ini hujan lebat, ia memutuskan untuk berteduh sebentar di bawah pohon besar. Ia benci malam ini karena telah menghalangi jalan pulangnya. Tiba-tiba seseorang menggaet tas ranselnya dan menumpahkan seluruh isinya. Lelaki itu berdecak kesal, tidak ada seseuatupun yang bisa dirampas. Ia segera mengeluarkan pisau tajam dan mengancam Yoon Gi untuk menyerahkan barang berharga miliknya. Yoon Gi menolak dan berani menatapnya tajam.

“Apa? Apa kau membenciku karena aku keturunan dari pembunuh keluargamu?” katanya seraya tertawa dengan lepas.

“Aku juga akan membunuhmu jika kau tidak memeberikanku makan besok. Kau akan selamat hari ini.” katanya lagi sambil mengambil telepon genggam milik Yoon Gi.

Yoon Gi menggertakan giginya. Bahkan keturunan Tsubaki Soichiro sangat ia benci. Darah biadab mengalir dalam tubuh mereka.

“Keturunanmu harus kulenyapkan!” pikir pemuda itu sambil mengepalkan tangannya.

Yoon Gi mengemas kembali barang-barangnya yang berhamburan. Tiba-tiba kepalanya sangat sakit ketika ditimpa sesuatu yang terasa keras. Buku berwarna biru ini telah menjatuhi kepala Yoon Gi. Ia menatap ke atas pohon, tidak ada siapa-siapa. Kemudian ia mendapatkan selembar kertas dalam buku itu.

“Amane Misa?” Yoon Gi mengeryitkan dahinya. Mungkin nama itu adalah nama pemilik buku ini.

Ia harus segera pulang agar bisa bangun pagi untuk mengembalikan buku ini pada pemiliknya.

Rem menjatuhkan buku itu tepat di kepala Yoon Gi. Akhirnya ia menemukan manusia yang dapat memiliki kembali desu noto. Hanya manusia yang memiliki dendam mendalam yang dapat memiliki buku itu. Kemudian Rem  menghilang ketika Yoon Gi mengangkat kepalanya.

**

Gadis yang bernama Misa tersenyum manis sambil mempersilahkan duduk pada lelaki di hadapannya. Sedangkan lelaki itu masih terobsesi melihat ruangan yang cukup mewah untuk kelas pasien rumah sakit jiwa.

“Aku akan mengembalikan buku ini.” Yoon Gi membuka pembicaraan.

“Buku itu sudah menjadi milikmu. Tolong, lanjutkanlah perjuangan kami.”

Yoon Gi tampak berpikir dengan ucapan sang gadis itu.

“Kira telah membalaskan dendammu. Orang itu sudah mati! Dan itu salah satu keinginanmu ‘kan? Kau harus berterimakasih padanya, kau harus berterimakasih pada ‘Tuhan’ kita! Dia akan menciptakan dunia bersih tanpa kejahatan! Kau harus membantu kami mewujudkan cita-cita tersebut. Kau tidak boleh membiarkan seorang penjahatpun hidup di dunia ini. Dan dia menolongmu dengan buku itu!”

Yoon Gi terkejut . Dugaannya benar ada dalang dibalik terbunuhnya pembunuh tersebut. Dia adalah Kira. Yoon Gi harus berterimakasih padanya, dia harus mewujudkan segala keinginannya.

“Lalu di mana Kira? Aku harus bertemu dengannya dan aku bersedia membantu kalian.” seraya memukulkan kedua telapak tangannya di atas meja.

“Kira telah mati di tangan polisi, karena tindakannya yang berbahaya dan melampui batas. Polisi khawatir Kira bahkan akan membunuh orang yang tidak bersalah.” jawabnya dengan mata yang berkaca – kaca.

Yoon Gi semakin kesal mendengar penjelasan gadis pemilik buku ini. Polisi semakin tidak bijak dan berlaku tak adil. Masih saja menghalangi langkah baik untuk menciptakan dunia bebas kejahatan.

Yoon Gi kaget ketika melihat makhluk mengerikan menatapnya. Giginya yang tajam dan matanya yang melotot, namun senyumannya terlihat ramah. Shinigami, sang pemilik desu noto yang sebenarnya. Yoon Gi sedang memegang desu noto ciptaan Shinigami. Shinigami yang bernama Rem segera menyapa hangat pemuda itu.

Ketika desu noto itu menjadi milik Yoon Gi, maka Rem akan hidup bersama dirinya . Misa bahkan meyerahkan mata shinigaminya pada Yoon Gi.

“Dengan bantuan desu noto dan mata shinigami, aku yakin kau mampu mewujudkan keinginan kami.”

Yoon Gi mengangguk, dia mengerti dengan fungsi buku ini dan harus mewujudkan keinginan ‘Tuhan’nya yang telah membantu membalaskan dendamnya.

Manusia yang namanya tertulis dalam catatan ini akan mati. Catatan ini tidak berlaku kecuali penulis memiliki wajah seseorang dalam pikiran mereka saat menulis . Jika penyebab kematian ditulis dalam 40 detik berikutnya, itu akan terjadi. Jika penyebab kematian tidak ditentukan, orang tersebut hanya akan mati dengan serangan jantung. Setelah menulis penyebab kematian, detail kematian harus ditulis dalam 6 menit 40 detik. -Rules of Death Note-

“Apakah kau yakin akan menjalankan misi ini?” ucap Rem sambil mengunyah apel merah

Yoon Gi mengangguk. Ambisinya semakin kuat untuk balas dendam dan menciptakan dunia ini bebas dari kejahatan. Buku ini sangat menarik perhatian Yoon Gi. Sesekali dia memainkan pulpennya, sepertinya dia sedang berancang-ancang akan menuliskan nama orang yang ia inginkan.

“Manusia yang memiliki desu noto tidak bisa ke Neraka ataupun ke Surga.”

Yoon Gi menatap tajam Rem. Bahkan dia tidak peduli dengan konsekuensi tersebut. Dia hanya ingin mengucapkan terimakasih pada seseorang yang telah membantunya balas dendam dan tujuan terpenting yang ingin ‘Tuhan’nya wujudkan.

**

Yoon Gi menyiapkan pulpennya. Segera nama itu tertulis rapi dalam catatan yang ia pegang.

Kanata Soichiro

Kemudian Yoon Gi menatap jamnya, memperhatikan setiap denting jam yang sedang berputar. Dia akan membuktikan sebentar lagi penjahat akan lenyap di muka bumi ini.

40 detik.

Lelaki itu tewas karena serangan jantung. Wanita yang akan menjadi korban rampoknya berteriak histeris.

Telah lenyap salah satu keturunan pembunuh tersebut. Yoon Gi tersenyum puas dapat membunuh dengan tangannya sendiri. Dia menenggelamkan wajahnya dalam topi dan segera meninggalkan tempat tersebut. Buku itu sangat membantu.

The war is begining

Kali ini Yoon Gi menghabiskan waktunya dalam kamar sambil menonton acara televisi kesukaannya.

Berita terkini telah melaporkan beberapa kasus kematian misterius. Lebih dari 24  orang nara pidana mati karena serangan jantung yang menyerang secara mendadak. Media mencurigai bahwa Kira si penyelamat telah kembali namun tidak sedikit yang menyatakan bahwa pembunuh telah kembali. Dengan kemampuan memanipulasi data server yang luar biasa, Yoon Gi telah meretas akun milik sepupunya yang termasuk anggota kepolisian NPA. Seluruh nama nara pidana yang kebal hukum ditumpas habis oleh Yoon Gi, yang sekarang adalah Kira.

Dunia yang busuk ini akan menjadi dunia baru tanpa kejahatan, dan dia akan menjadi penguasanya-nya. Media sangat cepat merespon masalah ini. Tentu saja penyebaran ini terdengar hingga ke telinga ICPO dan menggerakkan pendukung anti-Kira sedunia untuk segera menangkap sang Kira yang telah kembali.

Sang detektif segera sigap menangani kasus besar dan berbahaya ini. Dia segera membentuk pertemuan rahasia bersama anggota NPA yang telah berpengalaman menangani kasus tersebut. Detektif berambut putih itu terus menatap layar monitornya mengawasi pergerakan manusia di daerah Kantou. Dan tidak terlihat sedikitpun hal yang mecurigakan di sana.

“Mengapa bisa kembali?” ucap detektif yang bernama Near.

“Apakah mayat Kira kembali bangkit?” Matsuda ceplas-ceplos

Kepolosan Matsuda membuat anggota lain ingin menamparnya. Detektif itu masih berpikir keras. Apakah ia harus mengikut langkah penyelidikan sebelumnya?

Yoon Gi yang masih asik menulis dia atas lemabaran desu noto, tersenyum puas mendengar berita yang seharian ini membahas tentang kematian berantai yang datang dengan mendadak, sebenarnya itu karena perbuatannya. Dia begitu yakin dunia yang ia inginkan sebentar lagi akan datang, kemudian menjadi orang yang sangat disegani bahkan orang-orang akan memuliakannya. Sikap licik dan ambisiusnya semakin terbentuk ketika bertemu dengan desu noto dan shinigami.  

Yoon Gi tak merasa bersalah sedikitpun. Menurutnya dia memang tidak salah, karena polisi bahkan tidak dapat menciptakan kedamaian kecuali dengan cara seperti ini.

Near dan kelompok NPA sudah mengetahui dengan jelas metode apa yang dipakai oleh Kira untuk membunuh musuhnya. Bahkan L meninggal karena caranya tersebut. Sekarang yang perlu Near selidiki siapa orang yang mampu menciptakan buku yang mematikan ini? Pasti ada buku lain yang fungsinya sama dengan buku kematian yang telah terbakar saat itu. Dan mencari Kira yang bangkit kembali.

Matsuda meminum kopi hangat bersama Yoon Gi di ruang tengah. Acara televisi seminggu ini masih membahas tentang Kira yang telah kembali, hal itu membuat Matsuda dibuat pusing.

“Aku dihadapkan lagi dengan kasus rumit ini. Yoon Gi-kun, menurutmu apa yang Kira inginkan sehingga dia kembali?” Matsuda membuka pembicaraan.

Yoon Gi terkejut. Sepupunya ini salah satu anggota tim penyidik. Dia harus berhati-hati, bahkan sepupunya sendiri adalah musuhnya.

“Entahlah. Tapi karena kebangkitannya, angka kejahatan kembali menurun, bukan?”

“Memang, namun sebenarnya bukan seperti itu caranya. Menurutku Kira adalah seorang pembunuh, apa yang dia lakukan bukanlah keadilan. Dia menciptakan kedamaian menurut sudut pandangnya saja. 10 tahun lalu kasus ini telah selesai dan sekarang terjadi lagi.”

Yoon Gi mengepalkan tangannya, ia sangat kesal pada sepupunya yang berusaha meghalangi langkah Kira. Dia ingin memerangi sepupunya ini dengan segera.

**

Yoon Gi sedang mencurigai orang disampingnya. Tatapannya terasa lain. Dia yakin orang ini pasti mata – mata NPA yang sedang mengadakan penyelidikan khusus pada keluarga anggota tim penyidik. Dia menatap seksama wajah orang yang ia curigai. Dibalik topinya, Yoon Gi mulai memanfaatkan mata shinigaminya.

Misaki Kaizawa

Nama itu disimpan baik-baik dalam memori Yoon Gi. Sepulang nanti ia akan menjalankan rencana mematikannya.

**

Lelaki itu membawa map tebal yang entah apa didalamnya. Dia duduk menunggu seseorang. Yoon Gi yang ada di balik pintu utama kereta mengawasi pergerakan lelaki itu.

“Aku sudah melihatmu, sekarang tuliskan nama-nama yang terdapat dalam dokumenmu.” ujar Yoon Gi di seberang telepon.

Mata shinigami Yoon Gi juga mampu untuk menghipnotis. Kemudian lelaki itu mulai mengerjakan apa yang telah diperintahkan sebelumnya.  Setelah selesai kertas tersebut ditaruh di atas rak penyimpanan barang.

5 detik

Lelaki itu jatuh tersungkur sambil memegang dadanya.  Misaki Kaizawa tewas karena serangan jantung.

Yoon Gi segera mengambil kertas tersebut. Data ini sangat membantu untuk menumpas habis orang-orang yang akan menghalangi langkahnya.

Misaki Kaizawa, serangan jantung. Naik kereta api menuju Osaka. Mendapat telepon dari seseorang kemudian menuliskan segala data yang terdapat dalam dokumennya. Mati 5 detik setelah semua urusannya selesai.

Nama sepupunya ikut tertulis dalam data tersebut. Yoon Gi mengurungkan niatnya untuk menghabisi anggota tim penyidik terlebih dahulu. Namun satu nama yang membuatya penasaran, tangannya terasa gatal ingin segera menuliskan namanya pada lembar selanjutnya. Near, nama itu sangat mencurigakan.

Tanpa Yoon Gi sadarai kamera pengintai sudah terpasang rapi dalam kamarnya.

Tim penyidik terkejut ketika melihat Yoon Gi memegang kertas yang berisikan nama mereka. Near masih terlihat tenang namun penuh selidik.

“Apa yang dia pikirkan dengan nama kita? Apa mungkin?” Aizawa menatap Matsuda

“Memangnya kenapa? Jangan berpikir kotor! Keluargaku tak mungkin melakukan itu!” Matsuda spontan.

Near berpikir keras, pasti ada yang tidak beres dengan pemuda itu. Ia masih menyelidiki gerak-geriknya yang mencurigakan. Apakah mungkin penerus Kira adalah keluarga Matsuda?

Penerus Kira adalah orang yang berkaitan dengan kasus 10 tahun lalu. Dia telah mengikuti langkah Kira untuk bertindak sesukanya yang mengatasnamakan keadilan.

Yoon Gi berdiri di depan makam besar, berdoa, kemudian tersenyum melihat nisannya. Yoon Gi berjanji akan mewujudkan keinginannya kemudian berkuasa di dunia ini.

Light Yagami

Yoon Gi berjanji akan meneruskan perjuangan ‘Tuhan’nya.

**

Yoon Gi duduk dengan berbagai macam alat di kepalanya. Alat pendeteksi itu bekerja ketika Yoon Gi mulai bersuara. Matsuda sendiri yang menghadapi Yoon Gi dalam penyelidikan.

“Apakah kau mengetahui tentang desu noto?”

Yoon Gi tampak tediam sejenak, yang membuat Matsuda khawatir.

Iie (tidak)”

Alat pendeteksi tidak menunjukan bahwa Yoon Gi sedang berbohong. Sinkronisasi antara otak dan ucapannya sangat terarah. Ia benar-benar bukan Kira.

“Selamat datang di divisi penyelidikan Kira” Ucap Matsuda kemudian memeluk Yoon Gi.

Desu noto itu apa?” Yoon Gi tampak penasaran.

“Sebuah senjata yang digunakan Kira. Buku itu sangat mengerikan.” ucap Matsuda dengan raut wajahnya yang menyedihkan.

Matsuda sangat gembira ketika sepupunya berniat membantu memecahkan misteri yang sangat rumit ini. Dengan kemampuan analisa yang tinggi dan kecerdasannya yang luar biasa, dia berharap kedatangan Yoon Gi mempercepat proses penyelidikan ini dan membantah pemikiran temannya yang mencurigai sepupunya sebagai Kira.

Yoon Gi akan bergabung dengan tim penyidik. Dia baru menyadari bahwa selama ini kamera pengintai sedang bekerja dan pasti mereka sedang mencurigainya. Dia harus mengelabui para anggota dengan bergabungnya dalam tim. Rem menghapus ingatan Yoon Gi yang berkaitan dengan desu noto. Kemudian Rem pergi untuk mencari pemilik desu noto yang lain, agar melakukan hal yang serupa. Sekali lagi, ini merupakan salah satu rencana Yoon Gi untuk mengelabui anggota tim penyidik. Lalu dengan mudahnya Yoon Gi menjawab pertanyaan tanpa menyembunyikan hal yang mencurigakan. Sehingga depat meyakinkan para anggota bahwa dia bukanlah Kira.

Kasus kematian berantai yang mendadak semakin membuat pusing tim penyidik. Namun anggota tim penyidik  bernafas lega karena sepupu Matsuda ini bukan seperti yang mereka pikirkan. Near mulai melunak dan berusaha untuk tidak mencurigai Yoon Gi, karena dengan bergabung di tim penyidik mempermudah kinerja investigasi. Tapi mengapa Yoon Gi tiba-tiba bergabung setelah mereka mencurigainya? Ternyata Near masih curiga.

Yoon Gi menatap Near yang juga sedang menatapnya penuh dengan selidik.

“Aku masih mencurigaimu!” Near berbicara dengan nada dinginnya.

“Curiga?”

“Ya. Kau adalah Kira yang bangkit itu!”

“Huh, bahkan aku ikut menyelidiki keberadaan Kira bagaimana mungkin aku menghianati NPA?” Yoon Gi tersenyum sinis.

Near masih tetap mencurigai  diri Yoon Gi. Bagaimanapun Near masih akan menyelidikinya.

**

Tim investigasi segera memasuki ruangan broadcasting. Cara ini digunakan kembali untuk memancing kemunculan Kira. Matsuda yang berperan dalam rencana ini segera lari ketika seorang wanita datang mengacau. Tim investigasi lainnya mengepung keberadaan wanita itu. Dia tersenyum mengejek ketika melihat polisi sedang mengepungnya.

“Aku tahu rencana busukmu! Kembalikan buku itu!” sergah Near seraya menampar wanita itu.

“Kalian tahu? Keluargaku mati di tangan penjahat keji dan kalian semua bahkan tidak menghukumnya. Polisi tidak akan mampu menciptakan kedamaian. Dan aku akan menciptakan kedamaian di dunia ini dengan caraku sendiri!” kata wanita itu dengan emosinya yang meluap-luap.

Near semakin muak dan tim kepolisian bersenjata sedang berancang-ancang melayangkan pelurunya. Wanita itu  melemparkan buku yang semula disembunyikan dalam pakaiannya. Buku  itu jatuh tepat dihadapan Yoon Gi, ia mengambil buku itu. Seketika ingatannya kembali, ia mengingat semua kenangannya bersama desu noto. Dia menyeringai penuh kelicikan. Rencananya berhasil untuk mengelabui tim investigasi yang sempat mencurigainya. Yoon Gi segera mengambil sobekan kertas yang disimpan dalam jam tangannya. Dia menggigit jarinya, kemudian darahnya ia gunakan untuk menulis nama yang ia inginkan.

Kikami Tonata

Wanita itu segera tewas. Near terkejut.

“Wanita ini adalah Kira kedua, sedangkan Kira utama masih bersembunyi!Sial!” pikir Near.

Yoon Gi kembali bertemu dengan shinigami Rem. Dia tersenyum dapat bertemu kembali sosok yang ia rindukan.

“Sebentar lagi Rem, aku akan menjadi ‘Tuhan’.” Yoon Gi sebisa mungkin menahan tawa liciknya.

Near dan tim investigasi lainnya dibuat makin pusing. Keberadaan Kira sesungguhnya semakin tersembuyi. Wanita ini hanyalah permainan Kira. Sementara Near semakin curiga pada Yoon Gi.

Matsuda mengamankan desu noto yang telah ditemukan. Yoon Gi menatap baik-baik di sudut mana Matsuda akan meyimpan desu noto itu. Dia harus beraksi kembali untuk mewujudkan keinginan ‘Tuhan’nya.

**

Yoon Gi bertemu Near di dalam gudang sepi ini. Dia terkejut, namun ini sangat menguntungkan Yoon Gi karena sebentar lagi orang yang  menghalangi jalannya akan segera mati. Desu noto yang telah ia curi segera disembunyikan di balik tubuhnya. Near sudah tidak sabar menjebak Yoon Gi untuk segera mengaku.

“Menyerahlah pengecut!” Near sangat marah.

“Sudah kuduga, kau memang mencurigaiku kan? Wah penyaramanku telah gagal rupanya.Huh, tidak akan. Apa yang akan kau berikan pada dunia ini? Sedangkan dunia lebih membutuhkanku!” Yoon Gi semakin sombong

Near sangat benci ucapan sombongnya. Dia segera menghampiri Yoon Gi dan melayangkan pukulan pada wajah lelaki itu. “Kau telah kalah!”

“Aku tidak akan kalah, bodoh!” sergah Yoon Gi balas menonjok wajah Near.

Yoon Gi membuang desu noto itu agar Near tidak nekat merebutnya. Yoon Gi masih menonjoki wajah Near hinggar memar.

“Jangan pernah menghalangiku!” Yoon Gi kini menendang perut Near.

Near mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Dengan tubuh lemahnya, Near masih mampu bangkit dan melawan Yoon Gi.

“Dengarkan aku! Keadilan akan selalu menang!” Near menjerit untuk meyadarkan sifat licik Yoon Gi.

“Aku akan menciptakan dunia dengan caraku sendiri. Jangan pernah menghalangiku!” Yoon Gi melempar jauh tubuh Near.

Yoon Gi segera mengambil desu noto, membuka lembaran baru dan bersiap untuk menuliskan nama orang yang ingin ia bunuh.

“Kau tidak tau namaku, ‘kan? Percuma! Kau tidak akan bisa membunuhku. Akankah kau mengaku kalah dan menebus kejahatanmu? Atau menulis namamu sendiri di sana dan mati? Apapun yang kau pilih, kau akan kalah!” Near berbicara dengan susah payah.

Yoon Gi tertawa dengan keras. Tawa mengejek itu membuat Near sedikit bingung, sepertinya Yoon Gi memiliki cara lain untuk membunuhnya. Dia masih mentertawakan kebodohan Near. Mata shinigaminya mulai bekerja. Near terkejut melihat perubahan warna mata Yoon Gi, ia sudah menduga akan dibunuh dengan cara lain.

“Aku tidak bisa membunuhmu? Aku adalah ‘Tuhan’, aku bisa melakukan apa yang tak bisa kau lakukan.”

Nate River, nama asli Near. Kemudian nama itu segera ditulis.

“Hentikan!”Aizawa segera mencegah perbuatan Yoon Gi

Namun Aizawa berhasil menghentikannya.

Tim polisi mulai mengepung tempat ini.

“Mengakulah kau telah kalah! Kau adalah Kira!”Mogi segera bersuara

Yoon Gi kembali tertawa mengejek.

“Ya. Aku adalah Kira, dan aku tahu kalian memang mencurigaiku! Akulah yang menentramkan dunia ini. Aku telah berhasil melenyapkan sekelompok penjahat dan melindungi orang yang baik! Aku sebagai Kira harus menghukum mereka, kalian lihat? Manusia lebih membutuhkanku! Sekarang, mana dari kita yang benar-benar menjadikan dunia lebih baik?!”

“Hentikan! Caramu itu salah!”

“Aku tidak pernah salah! Aku adalah ‘Tuhan’! Aku akan melenyapkan kalian semua!”

Yoon Gi kembali tertawa dengan keras. Tangannya mulai tergerak untuk menulis  di lembaran desu noto.

Matsuda melayangkan pelurunya tepat di lengan Yoon Gi. Dia menjerit histeris menahan sakit.

“Matsuda!” Yoon Gi sangat kesal, Matsuda telah menghalangi jalannya. Tangannya yang masih mampu bergerak segera menulis nama Matsuda.

Matsuda tewas. Tim polisi bersenjata segera melayangkan pelurunya dengan brutal. Terus menembaki tubuh Yoon Gi yang terbukti seorang Kira, hingga sekarat. Shinigami Rem datang menghampiri Yoon Gi dan mengambil desu noto dari tangannya.

“manusia yang memiliki catatan kematian tidak bisa ke Surga ataupun ke Neraka!” Rem segera meninggalkan Yoon Gi.

Yoon Gi kembali beteriak histeris karena menahan sakit dan tidak menerima kekalahannya.

Justice always wins!

Yoon Gi mati di tangan polisi.

Kejadian 10 tahun lalu terulang kembali dan berakhir mengenaskan.

Pada akhirnya manusia memang mudah dipermainkan.

 

Advertisements

One thought on “[Boys Meet What?] Death Note : Kira is Back – Oneshoot

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s