[Boys Meet What?] LE MONDE MIRACLE – Vignette

Processed with VSCO with c7 preset

LE MONDE MIRACLE

©2016 – ninegust

[BTS’s] Min Yoongi & Kim Seokjin | [OC’s] Roma & Kim Nayeon

G | Vignette | AU!Family, Fluff, comedy, slice of life.

.

.

.

I own the plot!

.

.

.

 

Pemuda yang memiliki kulit seputih susu itu melangkah keluar dari kamarnya ketika bel rumahnya berdenting beberapa kali. Beberapa umpatan keluar seiring jemari kurusnya membuka kenop pintu bercat putih itu. Ada saja yang menganggu tidurnya dini hari begini, kalau ia tahu yang melakukan ini adalah tetangga sebelah bernama Park Jimin ia bersumpah akan melakukan bogem terbaiknya saat itu juga.

 

Dwimaniknya dibuat kecewa lagi saat yang di dapati hanya penampakan perkarangan rumah yang ksong melopong, alias tidak ada tanda – tanda manusia manapun yang di harapkan seorang Min Yoongi disana.

 

“Sialan, kalau begini aku–”

 

Kalimatnya tertahan ketika rungunya menangkap suara tangisan seorang bayi, bulu kuduknya meremang ketika mendapati isakan tertahan itu malah semakin membesar. Tungkainya melangkah mundur perlahan, taklupa kedua maniknya berjaga – jaga melihat sekitar, kali saja itu hanyalah halusinasinya semata.

 

Ketika ia baru saja ingin melanjutkan langkah keempat, tiba –tiba saja dirinya dibuat penasaran lantaran dwi maniknya menangkap benda berbentuk kubus berwarna hijau yang bergerak –gerak di antara semak –semak perkarangan rumahnya.

 

Pemuda itu menoleh kesekitar lantas ia mencondongkan sedikit badannya ke depan demi melihat apa isi dari kotak hijau tersebut, benar saja isinya adalah seonggok bayi yang sedang menggigit ibu jarinya sambil tersedu – sedu. Kedua matanya membesar ketika menyadari bahwa sesungguhnya ada orang tidak bertanggung jawab yang telah meninggalkan seorang bayi di rumahnya.

Jemari kurusnya mengacak surai kecokelatan miliknya asal, pemuda itu menilik rumah para tetangganya yang masih dalam keadaan tentram serta damai. Terbesit di pikiran Min Yoongi untuk menaruh bayi itu kerumah orang lain, namun niatnya ia urungkan ketika menemukan sepucuk surat berbungkus amplop putih yang di tempelkan pada sisi kotak tersebut.

 

‘Maaf sebelumnya telah lancang menaruh bayi yang tak berdosa ini di rumahmu. Sesungguhnya aku juga tak mau menginginkan semua ini terjadi, tapi rawat bayi ini untukku ya?, setidaknya biarkan bayi itu menjadi seorang gadis cantik nantinya, daripada aku harus membunuhnya lantaran tak sanggup melihatnya menanggung malu akibat kesalahan kedua orangtua yang berdosa ini. Aku yakin kau bisa menjadi orangtua yang baik, terimakasih banyak sekali lagi.’

 

Yoongi menilik lagi bayi yang ada dalam kotak hijau tersebut, lantas kedua tangannya terarah untuk menimangnya guna membuatnya tenang. Tanpa sadar wajahnya menampakkan senyuman manis disana.

 

***

“Halo?”

 

Senyum Yoongi merekah saat mendengar suara dari seberang telepon genggamnya, “Hai, kak Seokjin, eum –aku mau tanya bagaimana caranya memasak bubur tim?”

 

“Bubur tim?”

 

Yoongi mengangguk, “Ya, bubur tim”

 

“Untuk siapa? Kau sakit?”

 

“Untuk –”

 

Yoongi menoleh kearah ranjangnya, meniknya menemukan seonggok malaikat kecil tengah tertidur pulas dengan damai disana, “ –Tak bisakah kau kemari saja?, Kebetulan aku akan menujukkan sesuatu”

 

“Yah kebetulan aku sedang cuti, sih. Baiklah sepuluh menit lagi aku sampai, tunggu ya”

 

***

“JADI ADA YANG MENARUH MANUSIA BERWAJAH TANPA DOSA SEPERTI INI DI PERKARANGAN RUMAHMU?!, YANG BENAR SAJA ASTAGA, YOONGI! KAU HARUS MELAPORKAN HAL INI KE POLISI SECEPATNYA!” Pemuda yang sedikit lebih jenjang dari pada yoongi itu terlihat kalang kabut ketika Yoongi baru saja menyuarakan seperempat dari bagian ceritanya. Nama pemuda tersebut Kim Seokjin, umurnya terpaut beberapa tahun lebih tua dari Yoongi. Namun nyatanya sifat pemuda ini masih terlalu jauh untuk mendekati kata ‘dewasa’.

 

Tangan Yoongi menyambar cepat telepon genggam Kim Seokjin ketika jemarinya baru saja selesai memencet tombol hijau untuk memanggil kantor kepolisian. Alhasil rangkaian kata yang sudah ia rancang sedemikian rupa untuk di ungkapkan pada Pak Polisi pun hanya bisa tertahan di dalam kerongkongannya.

 

“Jangan telepon polisi, ini bisa rumit, Kak” pinta Yoongi, lantas pemuda itu menepuk bahu Seokjin pelan, mengundang atensi bertanya – tanya yang di sorotkan dari dwimanik berwarna hitam itu. “Cukup ajarkan aku caranya merawat bayi dengan baik dan benar, dan tutup mulutmu setelah ini, Kak” mulut Seokjin sedikit terbuka ketika rungunya mendengar seorang pemuda keras seperti Yoongi merajuk padanya untuk diajarkan bagaimana caranya mengurus bayi.

 

Seperti, Oh ayolah, sejak kapan pemuda yang hatinya berbasis keras seperti batu itu kini lunak layaknya kue beras yang sering dijajakan oleh tetangga sebelah bernama, Park Jimin itu.

 

Susah payah Jin menelan air liurnya, “Baiklah pertama – tama ayo kita beri nama bayi lucu itu”

 

Ah, iya, benar juga. Yoongi sempat melupakan bagian itu.

 

“Yowon?”

 

Yoongi menggelengkan kepalanya, “Tidak, itu seperti laki –laki”

 

“Yoonra?”

 

Pemuda berkulit putih susu itu sempat terlihat berpikir beberapa detik, setelah itu kepalanya menggeleng lagi. Lantas keduanya nampak berpikir satu sama lain. Beberapa menit berlalu sampai satu kata terbesit di pikiran Yoongi, “Bagaimana kalau–” namun kalimatnya tertahan saat rungu pemuda itu menangkap sang bayi menangis lagi dari arah kamar tidurnya.

 

Buru –buru kedua tungkainya beringsut dari sopa merah yang berada di ruang tamu. Layaknya tak mau kelewatan kesempatan untuk membeli tahu bulat yang dijual dadakan, Yoongi melesat cepat ke kamarnya, lalu dengan cekatan ia menimang bayi itu. Seokjin yang bingung harus apa akhirnya memilih membuat jarak dengan Yoongi beberapa langkah.

 

Pemuda yang tengah menimang bayi itu tersenyum kala melihat Seokjin mengikis jarak diantara mereka perlahan – lahan, “Jadi ini yang dinamakan bayi ya?” Ungkap Seokjin, Yoongi hanya mengangguk pelan lalu mengelus pelan surai hitam sang bayi, “Aku akan menamainya, Roma”

 

“Kalau begitu aku akan menamai bayiku di masa depan dengan nama, Regal”

 

Mata Yoongi menyipit, “Tidak lucu, bodoh”

 

***

“Apakabar dengan, Roma?”

 

Yoongi tertawa sekilas, “Ia sudah bisa mandi sendiri, makan sendiri, berat badannya naik tiga kilogram suatu kemajuan sih. Dan –oh ya, aku ingin membelikannya hadiah, menurutmu apa yang bagusuntuknya, Kak?”

 

“Entahlah, aku bahkan bingung untuk membelikan baju, Paris. Kurasa aku tak akan menjadi ayah yang baik sepertimi, Yoongi –a”

 

“Ah iya, apa kabar juga Paris?” Yoongi mematikan kompornya, lalu kedua tungkainya beringsut kearah ruang tamu, dan dwimaniknya justru tak menemukan eksistensi gadis kecil yang seingatnya beberapa menit lalu masih asyik bermain dengan boneka Barbienya di ruangan ini.

 

“Sebentar Kak, Roma menghilang” air muka Yoongi berubah seketika, buru –buru ia meletakkan ponselnya mengabaikan Seokjin yang masih berbicara ini – itu dari seberang sana. Dan benar saja, pintu rumahnya sedikit terbuka, dan Yoongi sudah menerka – nerka dimana keberadaan si gadis cilik itu.

 

Yoongi mengendarkan pandangannya keseluruh penjuru kala ia sampai di taman bermain. Lalu selanjutnya ia bernapas lega lantaran telah menemukan seonggok manusia kecil memakai baju berwarna merah yang sangat familiar di indera penglihatannya, “ROMA!” Serunya,

 

Yoongi melesat cepat kearah sang gadis kecil. Ia menangkap Roma tengah membuat istana pasir dengan ember kecil berwarna biru yang ia yakini itu adalah ember miliknya yang ia simpan di dekat perkarangan rumah.

 

“Cih, dasar pencuri kecil” Pemuda itu menjajarkan tingginya dengan Roma. Lalu, jemarinya ikut memasukkan pasir kedalam ember biru tersebut guna membantu sang gadis cilik menyelesaikan proyek istana pasirnya,

“Roma” panggil Yoongi pelan,

 

“Iya ayah?”

 

Yoongi tersenyum kecil, “Lain kali jika kau ingin bermain diluar rumah pastikan kalau kau sudah memberitahuku, ya?”

 

Roma terlihat berhenti sebentar dari aktivitasnya, lalu menatap Yoongi “Baiklah, Ayah aku janji” membuat sang pemuda bergaris Min itu melayangkan tangannya untuk mengelus surai rambut hitam legam milik gadis kecil ini.

 

Roma berdiri dari jongkoknya lalu menarik sedikit lengan baju Yoongi, “Ayah, aku bosan, kita kesana saja yuk?” rajuk sang gadis kecil, disambut dengan anggukan pelan Yoongi, baru saja ia ingin merajut langkah pertama namun tungkainya berhenti ketika menemukan satu gadis sepantarannya tengah berdiri di hadapannya sambil tersenyum lebar.

 

“Ah Roma kau sedang kesini juga rupanya” Ujar sang gadis,

 

Roma yang tadinya menautkan tangannya pada Yoongi tiba – tiba saja melepaskan tautannya lantas menghamburkan pelukan dengan gadis yang Yoongi sendiri tak tahu siapa ia sebenarnya.

 

“Ah, apakah ini Yoongi?, Ayahmu?” Ucap sang gadis lagi,

 

Yoongi yang merasa dirinya tersebut akhirnya berusaha terlihat manis di depan sang gadis dengan mengulurkan tangan kanannya sambil membalas senyumannya, “Oh iya, Aku Min Yoongi, lantas dirimu?”

 

“Aku Kim Nayeon, senang bertemu denganmu, Min Yoongi”

 

Mereka saling bertukar senyum, tampak sekali pemuda Min itu sangat gugup dalam pertemuannya dengan gadis cantik ini, kedua tangannya pun sedikit bergetar ketika mereka berjabat tangan, lucu sekali.

 

“Ah, Ayah?”

 

Yoongi yang tadinya masih menatap sang gadis dengan gelagat tak jelas pun akhirnya punya alasan untuk mengalihkan pandangannya, “Iya sayang?” kalimat itu langsung meluncur begitu rungunya menangkap suara Roma yang khas memanggilnya.

 

Kini Roma kembali menarik – narik baju yang ia pakai, lantas tangannya mengisyaratkan telinga Yoongi untuk mendekat padanya. Tanpa basa – basi Yoongi menuruti kemauan sang gadis kecil, di dengarkannya lamat – lamat ucapan sang gadis. Semenit kemudian, setelah ia berhasil mencerna kata – kata Roma, barulah matanya membola, dan ugh, rasanya ia seperti tertohok biji buah durian di dalam kerongkongannya.

 

“Kak Nayeon masih lajang, Yah, dan Roma mau seorang ibu”

 

Astaga yang benar saja, Tuhan.

 

-FIN-

Mari bersama – sama kita membuang napas, karena sudah menyelesaikan fanfic abusrd ini.

  1. BIGTHANKS KARENA BTSFFI SUDAH MENGADAKAN EVENT UNYU INI KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA /keselek
  2. DAN, MAKASIH BANYAK JUGA BUAT KAKECHA YANG SUDAH MEMINJAMKAN KIM NAYEON UNTU IKUT BERPATISIPASI DALAM FF ABSURD INI.
  3. JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA KAWAN KAWAN <3.

Sudah mungkin itu saja, hehe sekian.

-ninegust aka roma.

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s