[Boys Meet What?] Three Legs-Cat – Oneshot

1482368125853

Three-Legs Cat

Min Yoongi, Jeon Jungkook | Jung Hoseok | Family, Brothership, Slice Of Life

Oneshoot | G

By. OK

Dont plagiat it, happy reading

Pertemuan adikku dengan kucing berkaki tiga merubah hidupnya.

 

Namaku Min Yoongi, usiaku 23 tahun kini bekerja di Penangkaran Hewan Liar. Aku punya seorang adik yang bernama Jungkook, usianya baru menginjak 20 tahun. Adikku sangat pintar, cerdas, ia bahkan menerima beasiswa untuk kuliahnya. Adikku orang yang pantang menyerah, ia selalu tersenyum sesulit apapun keadaan kami. Ia tak pernah mau menangis di depan orang lain termasuk aku.

Hanya adikkulah satu-satunya keluarga yang kupunya, jika kalian tanya orang tuaku, mereka meninggal karena kecelakaan. Karena itu kami berdua berjuang bertahan hidup berdua, aku berhenti kuliah, dan adikku terkadang mengambil kerja paruh waktu di sela waktu kuliahnya.

Namun semuanya berubah semenjak kecelakaan bis itu terjadi.

Bis yang kami tumpangi untuk liburan ke Busan beberapa minggu lalu menabrak tebing dan terguling beberapa kali sebelum berhenti di tepi jurang. Aku dan penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan, dan Jungkook mengalami luka paling parah.

Tubuhnya terkena beberapa pecahan kaca, dan kaki kirinya terjepit kursi penumpang yang kami duduki.  Dokter yang memeriksanya mengatakan kaki kirinya terpaksa diamputasi.

 

Kini sebulan setelah amputasi  itu Jungkook menjadi orang yang berbeda. Mungkin di depanku ia masih tersenyum dan tertawa, tapi aku tahu, di malam hari Jungkook masih sering menangisi kakinya. Bagaimana cara mengembalikan senyum di wajah adikku?

***

“Hei, Aku hyung!” sapa Hoseok, rekan kerjaku di Penangkaran. Aku hanya tersenyum tipis membalasnya.

“memikirkan adikmu lagi?” tebak Hoseok seraya menaikkan satu alisnya. Aku mengangguk lemas.

“apa yang harus kulakukan untuk menghibur Jungkook Hoseok-ah? Aku bingung harus melakukan apalagi.”

Hoseok tersenyum, lalu menaruh kandang kucing yang sedari tadi ia bawa di depanku. “coba buka kandang ini.”

Meski kebingungan, Aku pun menuruti apa yang dikatakan Hoseok. Pintu kandang pun dibuka, seekor kucing berkaki tiga keluar dari kandang dan mengeong lucu.

“kucing berkaki tiga? Darimana kamu mendapatkannya?” Tanyaku memandang wajah rekan kerjaku itu.

“aku mendapatkannya di gang sempit di pinggir Seoul. Entahlah, ketika aku melihatnya aku jadi ingat pada adik hyung, Jungkook. Lagipula keadaan mereka sama ‘kan sekarang?”

Aku hanya diam mendengar jawaban Hoseok. “kamu benar juga. Jadi… maksudmu, aku harus hadiahkan kucing ini pada Jungkook?”

Hoseok mengangguk riang. “ya, siapa tahu semangatnya akan kembali seperti dulu. Oh, jangan lupa berikan juga Jungkook ini.”

Aku membaca kartu nama yang diberikan Hoseok. “Kim Jongwon? Pelatih Paralympics cabor atletik?”

“ya, itu nama temanku saat kuliah. Aku menceritakan keadaan Jungkook padanya, lalu dia menyodorkan kartu nama itu. Katanya, dia kebetulan sedang mencari atlet pemula untuk Paralympic yang akan diadakan dua bulan ke depan. Mungkin saja Jungkook tertarik dengan atletik dan berniat bergabung.”

Aku lagi-lagi hanya diam mendengar penuturan Hoseok. Tak kusangka, kukira tak ada lagi orang yang peduli padaku. Ternyata…

Aku pun menghampiri Hoseok dan memeluknya. “gomawo Hoseok-ah.”

Hoseok tersenyum, lalu membalas pelukanku. “sama-sama hyung, sekarang hyung lebih baik segera pulang dan temui Jungkook. Oke?”

 

Dengan membawa kucing dan kartu nama pemberian Hoseok, Aku membuka pintu kamar adikku dan mendapati Jungkook sedang terduduk lesu di ranjangnya, ia sesekali menghela nafas dan beberapa kali mengelus kaki kirinya. Aku segera menghampirinya dan mengelus lembut rambutnya.

Jungkook yang sadar seseorang mendekatinya segera berbalik dan tersenyum padaku yang kini duduk di sampingnya. “hyung, sudah pulang?” tanyanya. “apa itu?”

Aku tersenyum, lalu menaruh kandang tersebut di depannya. “aku membawakanmu teman selama hyung bekerja. Mau membukanya?”

Jungkook mengangguk riang lalu membuka pintu kandang, keluarlah seekor kucing berkaki tiga yang langsung mendekati Jungkook dan mengeong lucu padanya.

“kamu suka tidak?”

Jungkook yang semula diam, lalu mengangguk dan mengelus kepala kucing itu penuh kasih sayang. “gomawo hyung! Aku menyukainya!” ucapnya seraya tersenyum lebar.

Aku tersenyum. “kamu tahu kenapa hyung menghadiahkan kucing ini padamu?”

“tidak, memangnya kenapa hyung?” Tanya Jungkook penasaran, tertawa kecil ketika kucing yang baru saja kuhadiahkan padanya mulai memanjat tubuhnya dan menjilati wajahnya.

hyung mau kamu seperti kucing ini,” jelasku. “meski kucing ini punya kekurangan, ia masih bisa bermain dan bahagia seperti kucing biasa, bahkan ia seperti tak peduli dengan kakinya yang tersisa tiga. Kamu juga harus begitu, kamu harus tetap beraktivitas, jangan pedulikan kakimu itu. Ingat, roda kehidupan akan tetap berjalan walaupun kita diam di tempat.”

Jungkook tersenyum miris, matanya menatapku. Aku bisa melihat keputusasaan disana. “meski kekurangan itu adalah kaki yang diamputasi?” tanyanya sarkasme.

Aku tersenyum mendengar pertanyaan Jungkook lalu menjawab. “itu hanya salah satu kekuranganmu, kamu tahu? Memiliki kekurangan itu manusiawi, semua orang juga punya kekurangan. Tapi… kekurangan itu tidaklah penting, yang terpenting, kamu harus menemukan kelebihanmu, mengasahnya agar orang beralih dari melihat kekuranganmu menjadi melihat kelebihanmu. Dan mungkin… kamu akan menemukannya disini.”

Aku menyodorkan kartu nama yang diberikan Hoseok tadi sore, Jungkook menerimanya dan membacanya. “apa menurut hyung aku harus mencobanya? Tapi jika orang-orang menertawaiku bagaimana?” Tanya Jungkook ragu.

“kubilang coba saja dulu, siapa tahu kamu tertarik.”

Perlahan, kulihat senyum menghiasi wajah adikku. Aku ikut tersenyum melihatnya. Baru kali ini aku melihat senyum setulus itu di wajahnya setelah satu bulan operasi amputasi kakinya. Syukurlah, kini aku bisa tersenyum lega.

“terima kasih hyung, hyung selalu menemaniku suka maupun duka. Ketika orang menertawakanku karena kekuranganku, hyung malah menyemangatiku dan selalu mendukungku. Terima kasih banyak hyung.” Ucapnya tersenyum padaku. Aku membalasnya dengan senyuman, tanganku kugerakkan untuk mengacak rambutnya.

“apa kamu sudah memikirkan nama untuk kucing ini? hyung akan pergi ke pet shop untuk membuatkannya kalung dan membelikan perlengkapannya yang lain.”

Jungkook mengangguk. “namanya Seon.”

“Seon? Apa artinya?”

“aku mengambilnya dari kata seonmul hyung, kucing ini adalah hadiah yang paling berharga yang pernah kuterima.”

***

Jangan pernah menyerah jika kamu menemui kesulitan, sesungguhnya, Tuhan sudah merencanakan kejutan yang terbaik untukmu dibalik kesulitan itu. ©OK2K16

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s