[BTS FF Freelance] Overprotective – (Vignette)

overprotective

OVERPROTECTIVE

Author : Yeoshin

Romance, Sad | PG | Vignette

Cast :

Shin Hyora

Kim taehyung

Jeon Jungkook

Desclaimer :

BTS milik ARMY dan OC buatan penulis. Cerita hasil murni karangan penulis. Pernah di publish di situs lain. No plagiarism!

 

***

“Dari mana saja ?” tanya Taehyung dengan nada meninggi dan tatapan mata yang tajam kearah Hyora begitu dia memasuki apartemen Taehyung.

“Aku kan sudah bilang hari ini ada gathering jurusan” jawab Hyora dengan kesal tanpa menghiraukan tatapan tajam Taehyung dan berjalan lurus lalu meminum segelas air.

“Kenapa tidak mengangkat telfon ?”

“Aku sedang bersama dengan semua sunbae, jadi ponselku mode silent”

“Siapa yang mengangkat telfonmu tadi siang ?”

“Jungkook..kau sudah menanyakan itu dua kali. Dan aku tidak mau menjelaskannya lagi.”

“Apa kau bosan denganku ? kenapa akhir akhir ini kau selalu menghindariku ? kau lebih sering menghabiskan waktu dengan Jungkook” ujar Taehyung kesal.

“Berhenti membesar besarkan masalah” jawab Hyora kali ini membalas tatapan tajam Taehyung.

“Jangan menghindariku”

“Aku tidak menghindarimu” jawab Hyori mulai meninggi. Hyori menghembuskan nafas berat, mengatur emosinya.“Kita break saja dulu”

“Apa ?”

“Aku lelah, kita selalu bertengkar. Hal kecil yang tidak perlu selalu menjadi besar. Kita butuh waktu untuk menginstropeksi diri kita masing masing, jadi kita tidak usah berkomunikasi saja dulu selama beberapa waktu.”

“Apa kau benar benar sudah bosan denganku ? apa kau ingin hubungan kita berakhir ?”

“Aku tidak bilang untuk mengakhiri hubungan.”

“Itu sama aja, kenapa tidak akhiri saja hubungan kita sekalian.” Jawab Taehyung dengan nada yang lebih tinggi. Hyora menatap Taehyung tajam.

“Arraseo” jawan Hyora sambil berjalan menyambar tasnya dan pergi dengan langkah cepat. Menyadari kalau dia mengucapkan kata yang salah Taehyung berusaha menghentikan langkah Hyora.

“Mianhae, bukan maksudku begitu. Hyora ya..Shin Hyora” Taehyung berusaha menarik tangan Hyora tapi tidak berhasil. Taehyung terus membuntuti Hyora hingga ke depan lift.

“Hyora ya, berhenti. Kita bicara dulu.”

“Berhenti mengikutiku” ucap Hyora yang sudah berdiri di dalam lift tanpa menatap Taehyung.

“Tidak, kita harus bicara” sahut Taehyung menghentikan lift yang mau tertutup.

“Pergi” ucap Hyora pelan kali ini dengan tatapan tajam yang dia tujukan pada Taehyung. Taehyung menarik tangannya sehingga lift tertutup. Menghembuskan nafas berat, Taehyung mengutuk dirinya sendiri.

***

Hyora berjalan keluar minimarket dengan sebotol air mineral ditangannya. Kepalanya berdenyut, sehingga dia memutuskan duduk di depan minimarket itu.

“Kenapa lagi kepalaku ahhh” gerutu Hyora seraya mengurut kepalanya sendiri. Ponselnya berbunyi..

“Eo ?”

“Kamu dimana ?”

“Ini siapa ?”

“Ada apa ? apa kau mabuk ?”

“Ah Jungkook, tidak, hanya sedikit pusing. Kenapa ?”

“Kamu dimana ?”

“Di minimarket dekat rumah, kenapa ?” tut tut tut telfon terputus begitu saja.

“Apa apaan anak ini” gerutu Hyora mengerutkan dahinya. Kepalanya semakin pusing, Hyora merebahkan kepala dan badannya di meja dan menutup matanya. Hyora kehilangan kesadarannya karena terlalu kelelahan.

Dengan setengah berlari, Jungkook menghampiri Hyora.

“ya! Hyora ! kau baik baik saja ?” tanya Jungkook panik melihat Hyora yang tergeletak di atas meja. Tidak ada jawaban..

“Hyora ya..ya!” Jungkook menggoyang pelan tubuh Hyora tapi masih tidak ada reaksi.

***

Taehyung bergegas menuju rumah Hyora, dia tau akan terjadi masalah besar kalau dia membiarkan Hyora pergi dengan amarahnya. Sebelum sampai di rumah Hyora, dia melihat Jungkook menggendong Hyora yang tidak sadarkan diri. Taehyung menunggu Jungkook di depan rumah Hyora karena merasa ini semua terjadi karena dirinya.

“Apa yang terjadi ?” tanya Taehyung dengan raut wajah cemas.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa lagi yang kau lakukan kali ini ?” sahut Jungkook dengan nada sinis.

“Apa ?” raut wajah Taehyung berubah.

“Aku sudah pernah bilang, jangan pernah lengah walaupun hanya sebentar. Tapi kau bahkan terus membuatnya terluka” ujar Jungkook dengan tatapan tajam kepada Taehyung. Keduanya saling bertatapan tajam beberapa saat. Taehyung meraih kerah Jungkook dengan kasar.

“Jangan pernah menyentuhnya atau berada disekitarnya. Kau membuatku muak” ucapan Taehyung dibalas senyuman sinis Jungkook dan tangannya menepis tangan Taehyung.

“Aku sudah memperingatkanmu beberapa kali” ujar Jungkook pelan seraya berjalan meninggalkan Taehyung.

***

Hyora membuka matanya karena bau harum masakan ibunya dan terus mengusik hidungnya. Walaupun masing sedikit pusing, tapi masakan ibunya akan menyembuhkan semua penyakit bagi Hyora.

“Sudah bangun ? Tidak usah ke kampus dulu hari ini, istirahat saja” ujar ibunya sembari meletakkan bubur di meja.

“Tidak, hari ini ada presentasi, aku harus datang” jawab Hyora yang sudah terduduk memandangi bubur buatan ibunya yang daritadi menarik perhatiannya.

“Arraseo, makan lalu minum obatlah dulu, Taehyung sudah menunggumu di depan ?”

“Apa ? suruh dia berangkat duluan saja, aku masih lama. Atau bilang padanya aku tidak berangkat ke kampus” sahut Hyora seraya mulai menyantap makanannya.

“Wahh ini membuatku langsung pulih, aku tidak perlu obat eomma” Ibu Hyora terkekeh pelan mendengar anaknya yang bahkan tidak bisa menggoreng telur dan keluar meninggalkan kamar Hyora.

Di ruang tamu, Taehyung duduk dengan sabar menunggu. Dia berdiri menyambut ibu Hyora dan membungkukkan badannya lalu tersenyum. Wajahnya terlihat lelah membuat ibu Hyora menyadari sesuatuu.

“Kalian bertengkar ?”

“Nae ?” jawab Taehyung kaget dengan pertanyaan tiba tiba itu.

“Kau terlihat tidak baik, Hyora menyuruhku memberitahumu kalau dia tidak akan berangkat kuliah, padahal dia pasti akan berangkat.” Taehyung hanya tertunduk mendengar perkataan ibu Hyora. “Sebaiknya kau berangkat saja dulu, dia bahkan belum mandi.”

“Tidak, saya akan menunggu disini.”

“Kalau begitu ibu tinggal ke dapur ya”

“Nae”

***

Hyora menuruni tangga dengan sedikit lunglai, badannya tidak bersemangat untuk memulai hari yang akan terasa panjang ini. Matanya mendapati Taehyung yang menunggunya di ruang tamu dengan wajah yang…sepertinya dia tidak tidur semalaman.

“Eomma, aku berangkat”

“Hati hati dijalan, Taehyung ah titip Hyora ya”

“Nae eommonim, kami berangkat dulu” Taehyung membungkuk lalu berlalu menyusul Hyora yang sudah lebih dulu memakai sepatu.

Sepanjang perjalanan ke halte, keduanya hanya terdiam tanpa ada yang mengawali pembicaraan. Hyora duduk mengistirahatkan badannya di halte paling pojok karena hari ini kursi halte penuh.

“Kamu baik baik saja ?”

“Eoh, tidak perlu menjemputku lagi” jawab Hyora tanpa menatap Taehyung.

“Aku melihatmu pingsan tadi malam, apa yang terjadi ?”

“Itu bukan urusanmu, jadi berhenti bertanya”

“Hyora ya..aku mengkhawatirkanmu” Hyora memalingkan wajahnya dari Taehyung. “Kita perlu membicarakan tentang yang tadi malam.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, kau sudah membuat semuanya jelas. Itu sudah cukup” tanpa mendengar penjelasan Taehyung, Hyora beranjak memasuki bus yang sudah berhenti di depannya dan Taehyung mengikuti dan duduk di samping Hyora.

“Mianhae..aku sedang emosi tadi malam. Ak-“

“Diamlah, ini tempat umum” sahut Hyora yang disambut keheningan diantara keduanya.

Setelah turun dari bus dan berjalan menuju kampus mereka, Taehyung memulai perbincangan mereka lagi.

“Tunggu sebentar dan dengarkan aku” ucap Taehyung meraih tangan Hyora agar menghadap kearahnya. “Aku sedang dan emosi tadi malam, tidak mendapat kabar darimu dan Jungkook mengangkat telfonmu sebelumnya. Itu membuatku emosi. Aku tau aku mengatakan hal yang tidak seharusnya, aku minta maaf. Tolong jangan seperti ini”

“Aku lelah Tae, itu akan terjadi lagi dan kau akan meminta maaf lagi. Aku lelah kau selalu menghujaniku dengan banyak pertanyaan begitu kau melihatku, selalu membesar besarkan hal yang tidak perlu dengan nada bicaramu yang seperti itu. Kita akhiri saja, mungkin itu yang terbaik” ucap Hyora seraya melepaskan genggaman tangan Taehyung.

“Tidak, aku tidak mau. Please jangan seperti ini, kau juga hanya emosi sesaat Hyora ya. Kau sendiri yang bilang jangan membuat keputusan saat kau sedang emosi. Aku akan memberimu waktu untuk meredakan emosimu, berapa lama ? tiga hari ? aku tidak akan mengganggumu sama sekali” sahut Taehyung mempererat genggaman tangannya.

“Kita hentikan saja” jawab Hyora dan pergi meninggalkan Taehyung yang masih mematung karena apa yang dia baru saja dengar.

***

Hyora duduk di taman belakang kampusnya. Dibawah pohon rindang di siang hari dengan angin sepoi sepoi yang meniup rambutnya yang terurai membuat Hyora memikirkan banyak hal. Salah satunya mengenai Taehyung. Dia menyukainya, bahkan sekarang dia masih mengharapkan pesan dari Taehyung setelah apa yang dia ucapkan tadi pagi. Tapi di sisi lain, dia tidak mau bertemu Taehyung lagi karena sikapnya yang terlalu overprotective membuatnya lelah untuk membuat Taehyung mengerti.

“Ya! Apa yang kau lakukan ?” Jungkook datang mengagetkan Hyora.

“Kau mengagetkanku”

“Hehehe bagaimana keadaanmu ? lebih baik ? kenapa masuk kuliah ?”

“Aku harus presentasi hari ini. Oh terima kasih sudah mengantarku Jungkookah hihi” jawab Hyora sembari memamerkan deretan giginya.

“Bagaimana bisa kau pingsan di depan minimarket seperti itu ? kalau aku tidak menelfonmu menurutmu apa yang akan terjadi ?”

“Apa ? kemungkinan besar aku akan bangun di kamar juga”

“Ya! Kau ini” ujar Jungkook seraya menjitak kepala Hyora.

“Yaaaa aku masih pusing”

“Itu obat supaya cepat sembuh. Apa kau bertengkar lagi dengan Taehyung ? apa lagi yang dia lakukan ? dia mengomelimu lagi ?”

“Aku sudah putus”

“Yang bener ? kenapa ?”

“Kau sudah tau kenapa bertanya.” Satu kalimat yang sudah menjelaskan semuanya membuat Jungkook membuang nafasnya pelan. “Tapi…”

“Kenapa ?”

“Aku tidak yakin apa aku benar benar sudah tidak menyukainya tau apa. Aku bahkan tidak mengerti diriku sendiri.” Tutup Hyora dengan pandangan kosong melihat daun daun yang berguguran dan Jungkook yang menatapnya.

END

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Overprotective – (Vignette)

  1. Fanny

    Uwah keren, ff Nya kuat dan aku suka hyora karena dia berbeda dengan karakter OC lainnya yg pernah kubaca, good job author 👍🏻👍🏻👍🏻

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s