[BTS FF Freelance] SLANTED EYES – Oneshoot

picsart_01-09-10-08-02

SLANTED EYES

by NavigaForeca

Cast :

Kim Seokjin (BTS) / 18 y.o

Min Yoongi (BTS) as Kim Yoongi / 16 y.o

Kim Taehyung (BTS) / 14 y.o

Jeon Jungkook (BTS) as Kim Jungkook / 10 y.o

Genre : Brothership, family

Rating : PG-17

Disclaimer : This story is mine, but characters not mine. OOC, typo(s), Not Real, this story just for entertaint.

Happy Reading!! ^^

****

“ Aku pulang.. “

Yoongi langsung mendudukkan dirinya di sofa dan melepas sepatu converse kesayangannya. Sebentar ia menatap ke arah sepatu Jin yang tergeletak di teras rumah.

Apa Jin sudah pulang? Tapi sekarang masih pukul 3 sore. Membolos? Itu sama sekali bukan tipe Jin.

“ Oh, kau sudah pulang ternyata “

Yoongi menoleh. Dilihatnya Jin yang sedang sibuk mengganti saluran televisi di hadapannya. Ia juga sudah mengganti seragamnya dengan kaus oblong dan celana pendek hitam.

“ Hyung kok sudah pulang? “

“ Hm? “, Jin melirik sedikit kearah Yoongi.

“ Iya. Tadi di sekolah hanya pengumuman saja setelah itu kami langsung disuruh pulang. Wajar sih karena sebentar lagi kan kami UAS. Mungkin tujuannya agar kami bisa lebih fokus belajar “

Yoongi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

“ Sepi sekali, Hyung. Taehyung sama Jungkook kemana? “

“ Ke rumah Jimin. Taehyung bilang dia mau belajar bersama Jimin. Tapi tidak tahu juga kalau nanti malah melenceng dari acara awal “

Yoongi terkekeh. Walau perkataan Jin terdengar konyol, tapi didalam hati ia menyetujuinya.

Taehyung dan Jimin. Dua bocah dungu itu belajar bersama? Yang benar saja. Mereka pasti sedang asik bergulat dengan stik PS sekarang. Ditambah lagi dengan keberadaan Jungkook yang pastinya akan ikut bermain bersama mereka, dan juga beberapa camilan enak yang diberikan oleh ibu Jimin. Yoongi tahu karena dia juga pernah ikut main kerumah Jimin sewaktu dirinya masih kelas 6.

Jin menonton TV dengan suntuk. Bosan juga jika tidak ada kerjaan seperti ini. Ia berusaha  memikirkan hal-hal yang bisa membuatnya sibuk. Dan akhirnya ia menemukannya ketika melihat Yoongi.

“ Hei, kenapa tidak mengganti seragammu? “

Yoongi menoleh.

“ Nanti saja, Hyung. Aku sedang malas “

“ Buka sekarang. Aku ingin mencucinya “

Lagi-lagi Yoongi menoleh.

“ Nanti malam kan bisa, Hyung “

“ Baiklah, kalau begitu kau cuci sendiri seragammu. Aku ingin ke dapur “

Jin berdiri dari duduknya. Lantas saja Yoongi langsung menahan tangan Jin.

“ Aku buka sekarang, Hyung “

Dengan cepat ia membuka satu per satu kancing seragam sekolahnya dan memberikannya pada Jin. Sekarang yang hanya tersisa di tubuhnya adalah kaos tipis berwarna putih dan boxer merah dengan gambar tokoh kartun kesayangannya, Uzumaki Naruto.

“ Begitu dari tadi “

Jin pun pergi menuju dapur meninggalkan Yoongi sendirian di ruang tamu. Terlihat sekali raut kesal pada wajah Yoongi.

“ Menyebalkan! “

“ Siapa yang menyebalkan? “

Refleks Yoongi menolehkan wajahnya kebelakang.

“ Bodoh! Kau mengagetkanku “

Taehyung dan Jungkook bergabung dengan Yoongi duduk di sofa. Sebelumnya Taehyung sempat menaruh buku pelajarannya dulu diatas meja. Yoongi yang melihat itu hanya bisa tertawa renyah.

“ Dasar pembual! Kau bilang pada Jin Hyung mau belajar bersama Jimin? Aku tahu kalau kalian berdua pasti habis dari bertanding PS “

Taehyung hanya melengos.

“ Hyung pasti sirik karena kami tidak mengajak Hyung kan? “

“ Heh, aku punya game yang lebih bagus dan menarik didalam laptop dibandingkan dengan stik PS nya Jimin! “

“ Benarkah? Mana tunjukkan! “

“ Kau penasaran? Yang jelas aku tidak akan pernah mau menunjukkannya padamu, Pembual! “

Taehyung menatap Yoongi dengan kesal. Ingin rasanya ia berkata…

“ Dasar.. “

Yoongi menatap Taehyung tajam. Walau ia tahu telinganya tidak akan mungkin begitu saja  mau menerima apapun kata yang akan diucapkan Taehyung nanti, tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau ia sebenarnya penasaran.

“ Dasar Hyung sipit! “

“ Apa kau bilang?! “ Yoongi langsung berdiri dari duduknya.

“ Tidak bisakah kalian diam sebentar?! “

Suara Jin menggema. Dari arah dapur sepertinya.

Yoongi kembali mendudukkan dirinya di sofa.

“ Sekali lagi kau mengatakannya ku hajar kau nanti! “

“ Kenapa? Aku kan tidak salah. Memangnya Hyung tidak pernah melihat kami bertiga ya? Kami semua memiliki mata yang besar. Tidak seperti, Hyung “

Yoongi mengepalkan tangannya. Berusaha menahan emosinya yang suatu saat bisa saja meledak.

“ Hei, Taehyung! Pergilah sebelum aku memukul kepalamu sekarang juga “

“ Aku tidak mau. Kenapa malah jadi mengusirku “

“ Kau mau pergi atau tidak?! “

“ Aku sudah bilang tidak! “

Emosi Yoongi benar-benar sudah berada dipuncak. Kalau ia tidak pergi sekarang, mungkin Taehyung akan berubah menjadi nasi kepal(?) di tangannya.

Yoongi berdiri. Tanpa melihat kearah Taehyung ia berjalan menuju kamarnya.

“ Jangan lupa beri eyeliner pada mata Hyung sebelum tidur. Kalau saja besok pagi jadi lengket permanen “

Mendengar itu sontak saja Yoongi langsung membalikkan badannya dan berlari kearah Taehyung dengan emosi. Taehyung yang melihatnya jadi merinding dan memilih untuk berlari menjauh dari Yoongi.

“ MAU LARI KEMANA KAU KIM TAEHYUNG SIALAN! “

Kata-kata Yoongi memang sedikit kasar, terlebih lagi pada adik kandungnya sendiri. Tapi memang seperti itulah ia ketika sudah emosi. Jungkook dan Taehyung  bahkan sudah terbiasa ketika mendengarnya.

“ Hyung aku kan cuma bercanda!! “

Tidak perduli dengan perkataan Taehyung, Yoongi masih saja mengejarnya dengan muka memerah karena kesal.

“ Hyung baiklah aku minta maaf! “

Langkah Yoongi terhenti. Ia menatap Taehyung dengan tatapan tajamnya.

Melihat Yoongi yang berhenti mengejarnya Taehyung pun juga ikut menghentikan langkahnya. Ia tersengal.

“ Kau benar-benar sudah menghancurkan mood ku, Kim Taehyung! Dasar bodoh! “

Taehyung tidak peduli. Ia masih sibuk mengatur napasnya di pojok ruangan.

Dan akhirnya Jin pun datang sambil menatapi mereka bertiga dengan wajah datar.

“ Kalian kenapa lagi? Yoongi, apa yang sudah kau lakukan? “

Yoongi berdelik. Kenapa Jin seperti sedang menuduhnya sekarang.

“ Aku tidak melakukan apa-apa “

“ Lalu kenapa Taehyung begitu? “

Taehyung memang terlihat berlebihan ketika sedang mengatur napasnya. Sengaja mungkin, agar Jin tidak menyalahkannya.

“ Justru dia duluan yang mulai, Hyung. Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Jungkook “

Jin menatap adik bungsunya meminta penjelasan. Yang ditatap hanya mengangkat bahunya dengan polos. Seperti mengatakan ‘Aku tidak tahu apa-apa, Hyung ‘.

Jin menghela napas.

“ Taehyung, apa yang sudah kau lakukan? “

“ Dia mengataiku sipit dan aku sangat tersinggung dengan itu. Hyung tau kan kalau aku sangat sensitif ketika membicarakan soal mata! “

Yang ditanya Taehyung tapi justru Yoongi yang menjawab duluan. Taehyung jelas tidak terima.

“ Aku bilang begitu karena Yoongi Hyung tidak mau menunjukkan game baru yang ada di laptopnya “

“ Ya, aku tidak mau menunjukkannya padamu karena kau bilang aku sirik pada kalian yang bisa bermain PS dirumah Jimin! “

“ Kalau Hyung tidak mengataiku pembual, aku juga tidak akan mengatakannya! “

“ Salah sendiri kenapa membohongi Jin Hyung! “

“ APA KALIAN MASIH MAU BERTENGKAR? KALAU BEGITU AKU AKAN KELUAR SEKARANG DAN PANGGIL AKU JIKA SUDAH SELESAI! “

Hening. Tidak ada yang berani menjawab perkataan Jin.

“ Yoongi “

Yoongi menatap Jin.

“ Kau itu kakak, seharusnya kau memberikan contoh yang baik pada adik-adikmu “

Yoongi hanya diam mendengarkan.

“ Dan kau, Tae “

Taehyung juga ikut menatap Jin.

“ Bisakah kau pikirkan dulu ucapanmu sebelum mengatakannya pada orang lain? Yoongi itu kakakmu, kau harus sopan padanya. Apa kau mau jika Jungkook meniru sifatmu ketika dia sudah dewasa nanti? “

Taehyung menggeleng.

Jin menghela napasnya lagi. Sedikit lega karena kedua adiknya tidak membantah ucapannya.

“ Sekarang, ayo bersalaman “

Yoongi dan Taehyung serempak menatap Jin.

Jin balas menatap mereka berdua dengan bingung. “ Kenapa malah menatapku? Ayo bersalaman! “

Dengan raut wajah terpaksa, mereka berdua pun akhirnya bersalaman.

“ Sekarang berpelukan “

Lagi-lagi mereka menatap Jin tidak percaya.

“ Hyung, tapi kan- “

“ Aku bilang berpelukan! “

Walau dengan setengah hati, tetap saja mereka menuruti perintah Jin. Jungkook saja sampai tersenyum melihat keduanya.

“ Awas saja kalau aku melihat kalian bertengkar lagi. Aku tidak akan memberi kalian makan malam ini “

“ Ne, Hyung “

Jin tersenyum. Ia pun meninggalkan mereka dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Taehyung menatap Yoongi. Tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi berseri-seri.

“ Hei, Hyung, “

Yoongi menoleh sembari menaikkan satu alisnya.

“ Kenapa lagi? “

“ Hyung tahu tidak, orang yang memiliki mata sipit itu sebenarnya seksi “

Yoongi terdiam.

“ Benarkah? “

Taehyung mengangguk, “ Rata-rata memang begitu “

Dalam hati Yoongi menyesal telah membuat Taehyung menjadi orang yang bersalah di mata Jin.

“ Tapi, Hyung, ”

Yoongi kembali menatap Taehyung.

“ Kenapa hal itu tidak berlaku pada Hyung ya? Hyung malah terlihat seperti pria tanpa mata “

Yoongi mengerjapkan matanya. Berusaha mencerna apa maksud dari perkataan Taehyung barusan.

Sedangkan di sofa Jungkook sedang berusaha menahan tawanya.

Sadar dengan ucapan Taehyung. Emosi Yoongi kembali naik dan itu terlihat jelas dari wajahnya yang memerah karena kesal.

Ditambah lagi saat ia tahu bahwa Taehyung sudah berlari masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.

“ BRENGSEK KAU KIM TAEHYUNG!! “

 

FIN

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s