[BTS FF Freelance] I Will Try It – (Twoshot #2)

[BTS FF Freelance] I Will Try It? (Twoshoots #1)

Tittle : I Will Try It.

Author : Min AeGi

Genre : AU, Fluff not too much, Romance, Bromance, Worklife, Life, Comedy.

Rating : PG17

Length : TWOSHOOT #1

Disclaimer : asli ff ini yang ngarang Min AeGi tanpa ngopi-ngopi dimana pun. Para cast selain OC adalah ciptaan Sang Maha Kuasa dan BIGHIT tentu saja. Don’t be a silent reader, do not copy mine. 

Cast : Min Yoon Gi (BTS), OC Yoon Ji Yoon, Jung Hoseok (BTS), OC Mama, OC Min Ji Ae, Park Jimin (BTS), Kim Nam Joon(BTS), Kim Seok Jin (BTS) Jeon Jungkook (BTS), Kim Taehyung (BTS). BTS’ members will appear in series. 

Preface for the all shoot {BANG!!}

Pergilah kencan buta.—

— ia tadi mengumpat padamu, dia baru mengenalmu tapi mana kesopanannya?? –

— cepat, jangan sampai aku mengatakan kau mesum untuk kedua kalinya –

— Perasaan ku sakit, kenapa dia membuatku jatuh cinta begini di saat terakhir aku akan berjodoh dengan Min yang lain?? –

— Ingat Ji Yoon, dia bukan orang yang bisa kau cintai. Turuti saja mama, untuk menerima kencan buta kali ini, kau akan bahagia nantinya. Ucapku dalam hati. –

— AH, aku menggeleng-gelengkan kepalaku, apa yang ku pikirkan hanya Min Yoon Gi barusan, Hey sadarlah di depan mu ada calon mu, —

— Aku tak mampu menatap orang yang berdiri disana, tak ada Yoon Gi disana. Genangan air mataku turun perlahan –

— “Hik, hik YOONGIII.. hik hik…” dia berhasil membuatku cegukan.

Intro : Yoon Ji Yoon gadis lugu, tertutup, yang baik dalam menggambar, bekerja sebagai arsitek sudah 5 tahun. Yoon Gi partner kerja baru Ji Yoon, Jung Hoseok teman baik Ji Yoon, Mama Jiyoon yang baik, Park Jimin adik sepupu Yoon Gi dari Busan, Kim Taehyung seorang desainer baju kenalan baik Min Yoon Gi, Jeon Jungkook kawan baru Yoon Gi di kantor yang baik, Kim Nam Joon adik tingkat Yoon Gi saat di kampus dulu yang rela melakukan apapun demi wanita sssht Nam Joon nya playboy. Kim Seok Jin paman Ji Yoon, Min Ji Ae.

Last review :

Krusekkk sshreek ssshreekk bruk srheekk sshreek….

Terdengar suara aneh dari tempat sampah, suara apa itu?? Kenapa aku jadi merinding.

“Hyung jahat sekali membuang barang-barang kesayanganku.”

Kasihan sekali, aku mendekat padanya.

“YAA paark JIMIIIIN…”

Haaaaaaet.. aku cegukan lagi. Suara itu ternyata adalah suara Min Yoon Gi.

“APA?? YoonGi tetanggaku??”

Jiyoon’s pov.

Aku masuk rumah, mama ku terlihat sangat senang malam ini, dia memakai masker kecantikan wajah berwarna putih, dia bersenandung ria sambil menonton acara musik di tv.

“mama, kenapa sangat senang malam ini??” tanya ku berjalan menyeret menuju kamar melewati mama di ruang TV.

“mama senang, karna sebentar lagi mama akan download Son in law.”  *ngunduh mantu, punya menantu maksudnya* 😀 Mian ngintrupsi… oke balik ke Ji Yoon dan mama.

“hehe..” aku tertawa hampa, “aku kan belum tentu mau sama dia, juga belum tentu dia mau padaku.” jawabku enteng, lalu berlalu ke kamar. Ku nyalakan lampu kamar, kuletakkan tas dan jas ku di atas kasur lalu aku masuk ke kamar mandi, untuk bersih-bersih diri setelah dari kamar mandi aku tidur, begitulah hidupku.

Aku hendak memejamkan mata, tiba-tiba mama mengetuk pintu,

“Yoon Ji Yoon, apa kau sudah tidur?? Boleh mama masuk??” tanya mama.

“boleh Ma…” jawabku.

Mama masuk kamar setelah membersihkan wajahnya dari masker putih tadi, kini wajahnya jadi putih berseri.

“Mama, minta maaf.” Ucap mama serius, sambil duduk di samping ranjangku memegangi kakiku dengan lembut.

“kenapa ma??” tanya ku tak kalah serius sampai aku menegakkan punggungku.

“besok kau tak jadi kencan buta. Dia mengundurnya sampai minggu depan,” ucap mama sedih.

“LOH kenapa?? Kenapa tidak batal sekalian.” tanyaku sangat senang. Mama memicingkan mata padaku,

“dia harus mengurus kepindahan keluarganya ke Seoul dari Daegu.” Jelas mama, kenapa sekalian tidak jadi sajaa??!! Lagian hidupku juga sudah menarik di kantor akhir-akhir ini. 

“menarik apanya?? Kamu punya siapa di kantor kok kayaknya kamu tu ogah banget nikah. G inget umur kamu nak??” sergah mama seakan mama mendengar isi hatiku, lalu mama keluar kamar dan mematikan lampu kamarku, tak lupa dia juga menutup pintu.

“Lah itukan batin ku, kenapa mama bisa tau??” aku hanya geleng-geleng kepala lalu menaruh kepalaku di bantal. Aku mengelus samping tempat tidurku yang kosong. Tiba-tiba bayangan YoonGi muncul

“minggir, kau menduduki tasku.” Pelukan itu terjadi.

Wuush wuushh … apa ini?? kenapa pikiran yang itu yang muncul?? Sudahlah aku ingin tidur.

Hari demi hari telah berlalu, hari ini adalah hari sabtu. Sabtu sore kemarin aku menghabiskan waktu bersama Hoseok di sebuah restoran dengan bernyanyi dan menari di sana, menyenangkan tapi juga melelahkan. Ponselku berdering lagi saat aku hendak pulang.

“halo ma….”

“nak, kayaknya kamu harus ke toko baju deh.”

“kenapa lagi maa??”

“kamu inget?? Besok adalah acara kencan buta mu looh, kamu harus tampil cantik… ngerti..”

“iya mah,, ngerti-ngerti.” Aku manggut-manggut.

“iya udah, sepulang kamu kerja mama tunggu di butik Hwa beauty ya…”

“iya maa… bye…”

Ku letakkan ponselku di atas meja,

Tok tok tok.

“Ada surat untuk nona Ji Yoon” ucap seorang OB.

“dari siapa??” tanyaku menghampirinya di pintu.

“calonnya nona mungkin. Hihihi,, selamat nona.” Ucapnya cengar-cengir, manampakkan gigi kelinci imutnya, heuft dia tampan, imut, masih muda dan sangat cekatan dalam bekerja, kenapa dia jadi OB?? Persaingan di dunia kerja memanglah sangat kejam. Ckckck. Batinku.

“hehehe Nae Gamsahamnida…Kookie ya” ucapku sambil tersenyum lalu menyuruhnya pergi. Ku buka surat itu segera.

‘Untuk Yoon Ji Yoon 

Di kantor.

Aku mengundangmu makan malam besok sekaligus menjalankan kencan buta yang sudah orang tua kita setujui dan sepakati. Datanglah tepat waktu atau aku akan meniggalkanmu. Aku tak suka menuggu. Tapi tunggulah aku kalau aku terlambat, karna aku ada urusan mendadak dengan kantorku, dan harus keluar kota. Tapi aku pastikan aku akan datang.

Dari Tuan Min

Yang manis.’

“Surat macam apa ini?? Ancaman?? Kenapa aku seperti akrab dengan bahasa nya ya??? Seperti bahasanya Min Yoon Gi.” Aku mengetuk-etuk daguku seraya berfikir.

Yoon gi memang berasal dari Daegu, marga nya memang Min, dia memang manis ini cocok dengan yang di katakan di akhir surat ini ‘dari Tuan Min yang manis’. Lalu, minggu kemarin tuan Min membatalkan acara kencan buta karna mengurus kepindahan keluarganya dari daegu, Yoon gi juga, cuman asal keluarganya itu dari Busan bukannya dari Daegu.

“iya busan kan… bukan Daegu. Jadi tuan Min ini bukan Min Yoon Gi. Hheeuummm…” selidikku, aku tersenyum cukup senang karna bukan Yoon Gi calonku.

Yoongi’s POV.

Rencana kencan buta besok malam untuk yang kedua kali terancam gagal karna aku harus keluar kota hari itu juga, aku beralasan pada bos bahwa aku akan butuh waktu untuk menghadiri kencan buta ku, dan bos memberiku waktu sisa satu jam setelah selesai menemui klein yang ingin di turuti permintaannya. Si klien meminta untuk sang arsitek mau langsung melihat tempat yang akan di bangun itu, bayaran untuk proyek ini cukup menggiurkan pikir ku. Akupun menyetujuinya, lalu aku bertemu Jeon Jungkook salah seorang OB di kantor ini yang cukup dekat denganku dan aku meminta bantuannya untuk memberikan surat yang telah ku tulis dengan cinta untuk Jiyoon, dan memintanya untuk merahasiakan identitasku.

Aku berencana menyembunyikan identitasku dari Jiyoon hingga kami menuju pernikahan, sebulan, beri aku waktu sebulan untuk mendapatkan hatinya secara utuh. Kembali ke rencana kencan buta, waktunya sangat pas untuk mencari sosok penggantiku. Ddrrt dddrrrrt.handphone ku berbunyi dan segera ku angkat setelah tahu siapa penelponnya.

“Halo hyung, sepertinya aku butuh pekerjaan. Tak perlu kau bayar, justru aku yang akan membayar,” ucapnya dengan nada sok cool.

“Halo, Kim Nam Joon, pucuk di cinta ulam pun tiba.”

“apa hyung??”

“kau mau pekerjaan, kau tepat sekali menelponku. Aku juga butuh bantuan mu.” Jawabku.

Di butik Hwa Beauty.

In Yoongi’s POV

Lima menit sebelum kedatangan Jiyoon di butik.

Ttriiingg ring ring ring triiiing. Suara ponsel seorang desainer muda dan terkenal Kim Taehyung berbunyi,

“halo, Taehyung, ini aku Yoongi hyung.” Sapa ku

“aaa… Hyung…” pekik Taehyung terperanjat kaget mendengar suara teman dari kampung halamannya yang sudah lama tidak bertemu.

“ada apa menelfon, akubenar-benar rindu kau dan Daegu.” Ucapnya yang sudah lama tak pernah mengunjungi kampung halamannya sendiri.

“ Aku akan kesana, ke butik mu. Untungnya aku memiliki teman sepertimu jadi aku tak perlu repot-repot mencari baju pengantin. Pilihkan satu untukku ya.” Kata ku.

“Kau akan menikah?? Kapan?? Dengan siapa??” tanyanya beruntun.

“Iya, Aku merencanakannya bulan depan. Dengan seorang gadis, dia anak dari teman ibuku, teman sekantorku juga kebetulan,”

“tentu saja seorang gadis, syukurlah.” Ucap Taehyung senang.

“sepertinya calon mertuaku sudah ada di sana, biarkan dia. Tapi tolong nanti jangan bertindak yang berlebihan saat kau melihat calon ku, dia benar-benar cantik. Kau akan terkejut melihatnya.” Ucapku.

“dan jika calonku datang tolong lakukan apa yang ku katakan, arasseo?” tegas Yoongi.

“Hyung, dia datang,” Taehyung memandang seorang gadis yang baru saja masuk ke butiknya dan di sapa oleh seorang ibu-ibu.

“ya sudah, jaga mata mu, atau kucolok mereka.” Ancam Yoongi, langsung membuat Taehyung pergi dari tempatnya memotong buah dan menggeletakkan pisau buahnya sembarangan *ini butik baju apa pasar buah? ~ini butik baju thor, Taehyung tadi cuma pingin makan buah terserah Taehyung donk kan ini butik nya Taehyung sendiri ~iya-iya Taehyung Oppa maafkan kekhilafan author, *oppa, balik ke scene mu!!.

“Aish, kejam mu itu tak akan pernah berubah. Ku tutup.” Ucap Taehyung sebal pada kelakuan Yoongi dan langsung menutup telponnya.

Aku juga telah menyuruh mama untuk meninggalkan Jiyoon sendirian saat aku datang agar aku bisa berdua-an dan lebih dekat dengannya.

Jiyoon’s POV.

“sayang… sini nak,!” Seru mama melambaikan tangannya padaku sesampainya aku di dalam butik. Mama memelukku hangat, tak pernah sehangat ini. Ku rasa mama bahagia sekali mendapati calon menantu yang dia temukan sekarang ini.

“oh iya… maaf yah sayang..” ucap mama.

“maaf lagi?? Ada apa lagi ma??” tanyaku.

“mama ada arisan penting ternyata. Mama tinggal dulu yaa… kamu bisa ngurus sendirikan?? Ingat jangan terlalu menor, dan jangan terlalu polos, sesuaikan dengan dirimu yang ceria, lembut dan cantik… arasseo?.” Pesan mama.

“arasseo maa…” ucapku lalu mama meninggalkanku pergi, sesaat kemudian seorang pria membungkuk pada mama di luar sana memberi salam, mama terlihat sangat gembira melihat pria itu.

Heeeeet… Min Yoon Gi… apa yang dia lakukan di sini?? Aku segera bersembunyi dibalik pot yang berbunga besar, dan menutupi wajahku dengan tas ku.

“annyeong Ji Yoon ah…” sapa Yoon Gi. Aku masih pura-pura tak mendengarnya.

“JiYoon-ah apa yang kau lakukan disana?? Apa kau mendengarku,” ucapnya sambil melangkah maju mendekati ku, aku pun mengambil langkah mundur menjauhinya,

“JI YOON –ah” hheut.. dia menarik lenganku dan memelukku. Pelukannya hangat.

“lepaskan aku.” aku terkejut, lalu pelukannya terlepas seketika. Ttak, sebuah sentilannya mendarat di dahiku.

“kau bodoh?? Lihatlah di belakangmu ada apa?? Sebuah pisau buah yang tajam menghadap punggung mu, nanti kalau kau tertusuk bagaimana?? Heuh??” omelnya, aku hanya tertegun melihatnya dari jarak sedekat ini.

Perasaan ku sakit, kenapa dia membuatku jatuh cinta begini di saat terakhir aku akan berjodoh dengan Min yang lain??

Aku hanya terdiam, menyimpan perasaan ku pada Yoon Gi dalam-dalam.

“Jusung hamnida, ini pisau buahku… jusunghamnida atas keteledoranku, aku pemilik butik ini…” ucapnya sambil berkali-kali membungkukkan badannya meminta maaf pada kami. Kami terkaget mendengar pernyataannya, pemilik butik?? Wajahnya masih terlihat sangat muda, wah benar-benar pengusaha muda yang sukses. Bagus sekali.

“Nama saya Kim Tae Hyung, ck… anda berdua sangat cocok dengan konsep pakaian yang baru kami luncurkan, Gaun Pernikahan yang suci.” Ucapnya sambil menunjuk setelan baju pria dan sebuah gaun yang keduanya terlihat sangat indah bertuliskan The Holy Wedding Dress di bagian pojok tempat kostum itu di pajang. Membuat kami termangu melihatnya.

“Bisa anda pergi kami kesini bukan untuk itu, Tuan Pemilik butik.” Usirnya seketika Tuan Kim pergi dengan memberi salam pada kami. Hanya aku yang membalas membungkuk juga dengan sopan. Ish kenapa Yoon Gi ini terlihat angkuh.

“apa yang kau lakukan disini??” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“aku ingin membeli baju wanita, kau benar tak apa??” tanyanya peduli dan memperhatikan sekitar tubuhku.

“eoh,,, tak apa” tak apa?? Hati ku tak karuan Yoon Gi. Benar, yoongi punya wanita nya sendiri. Aku harus tahu diri. Aku meluruskan pikiranku sendiri.

“ya sudah belilah,” usirku tak membuat dia bergeming.

“kau mau membantuku?? sekali saja, yah!!” pintanya sambil menunjukkan senyum termanisnya.

Rupanya dia menyuruhku untuk mencoba baju yang ia pilih untuk Ji Ae nya, bukan dia yang memilih tapi aku lewat penilaiannya terhadap kekasihnya.

“Ji Ae tingginya segini.” Ucapnya sambil menentukan tinggi gadis pujaannya, setinggi dagunya. Aku melihat kaca yang memantulkan diri kami berdua,

“ck tsssst.. setinggi aku??” pikir ku. Lalu dia melihat baju-baju di sekitar tak memperdulikanku.

“dia ceria, langsing, kulitnya putih bersih, apalagi ya… ah dan dia tak suka warna tua.” Jelasnya dengan deteil mengenai Ji Ae, membuatku cemburu Ji Ae sangat beruntung memiliki pacar seperti Yoon Gi.

Tapi aku merasa cocok dengan selera Ji Ae yang di utarakan Yoon Gi barusan, maka ku pilihkan beberapa baju yang ku suka juga.

“tolong coba baju-baju itu, agar aku tahu dan bisa ku nilai.. sana masuk.” Usirnya, huh menjengkelkan.

Yoon Gi hanya melongo melihatku memakai baju pilihan pertamaku dengan rambutku yang tergerai lurus panjang kebelakang, “YA… tak usah melongo begitu, kau jelek.” Ejekku.

“kau yang jelek, satunya lagi” bantahnya, perintahnya lagi dengan duduk menimang kaki kirinya di sebuah sofa,

Lagi-lagi dia melongo melihatku dengan dress mungil berwarna cream yang cocok dengan warna kulitku, dan tatanan rambutku yang tergerai ke samping.

“bagus. Sudah lepaskan, akan kubayar baju-baju itu.” Ucapnya sambil berdiri.

“tapi yang pertama tadi akan kubeli sendiri, “  cegahku,

“Ya, sudah akan ku belikan untukmu. Sebagai tanda terima kasihku karna telah membantuku.” Ucapnya sambil tersenyum tulus.

“terima kasih, ternyata kau baik.” Ucapku menyelipkan rambutku ke telinga.

“memang aku baik..” ucapnya sambil tersenyum lebar.

“ayo pulang.” Ajaknya setelah membayar semua baju-baju tadi, aku mengernyitkan dahi. Apa aku akan baik-baik saja?. Lalu dia mengulurkan tangannya dan tersenyum lembut padaku hingga akhirnya aku di buatnya meleleh dan aku hanya mengangguk mengiyakan.

Dia membuka pintu butik. “Wah Hujan… bagaimana ini..??!” ucapku cemas,

“Rumah kita kan dekat, kita lari saja.” Ucapnya sambil membuka jaket hitam nya. Dia merengkuh pundakku seketika, melindungi kami berdua di bawah jaketnya tadi.

“peluk aku.” Pintanya.

“apa??” aku kaget.

“maksudku agar jaket ini cukup melindungi kita dari hujan” dia beralasan, aku akhirnya melingkarkan kedua lenganku ke pinggangnya dengan cangung dan dia tersenyum puas.

“hitungan satu dua, kita lari. Arasseo??!!” Tanyanya.

Nae,” jawabku mantab.

“Satu, Dua.. Lari..!!” kami berdua pun lari-larian di bawah derasnya hujan dan hanya berlindung di bawah jaket. Banyak orang di jalan memperhatikan kita. Mereka pikir mungkin kami sepasang kekasih, nyatanya bukan. Dia punya kekasih sendiri, dan aku punya calonku sendiri.

Ingat Ji Yoon, dia bukan orang yang bisa kau cintai. Turuti saja mama, untuk menerima kencan buta kali ini, kau akan bahagia nantinya. Ucapku dalam hati.

Yoongi mengantarkan ku sampai depan rumah ku. Untungnya hujannya telah berhenti sesampainya di rumahku, syukurlah. Aku membungkuk dan mengucapkan terima kasihku berkali-kali padanya, atas kebaikan hatinya membelikanku baju, mengantarku pulang dan banyak lagi yang lainnya. Membuatnya sungkan sendiri. Dia senyum-senyum sendiri, garuk-garuk kepala dan melipat jaketnya.

“sudah sana, masuklah. Aku tak mau kau sakit.” Ucapannya begitu manis. Apa ini??

Nae, gamsahamnida. Kau juga, sampai jumpa di kantor” Aku membungkuk untuk terakhir kalinya lalu masuk ke rumah meninggalkannya di luar sendirian.

Di hari kencan buta.

Yoongi’s POV.

Ponselku bordering saat aku menyetir mobil menuju tempat kerja di hari minggu itu, aku ingin semuanya berjalan sesuai rencanaku yang Nam Joon buat. Ku terima panggilan masuk dari mama.

“halo?”

“Yoongi, dia sepertinya sakit. Mama harap kau akan menjemputnya dan bawa dia ke rumah, yah.” Ucap mama. “Baik ma.”

Aku segera menyelesaikan urusanku disitu, aku sangat profesional dalam bekerja. Aku akan berbuat semampuku, aku bisa sedikit mengandalkan Namjoon untuk menjaganya. Dari pagi hingga malam hari sekitar lima belas menit setelah jam yang telah di tentukan untuk acara makan malam, aku sampai dengan selamat membawa BMW keluargaku dengan kecepatan penuh, dan aku sudah melihatnya berdiri terhuyung-huyung dan memandanku, tangan nakal Nam Joon hendak menangkap tubuhnya, tak bisa kubiarkan.

Jiyoon’s POV

Minggu malam, aku menunggu Tuan Min itu di restoran yang sudah di tentukan. Dia terlambat 30 menit, dan datanglah seseorang, lalu aku bangkit dari kursi untuk menyambut kedatangannya.

“annyeonghaseiyyo,” sapaku sambil membungkuk tanda hormat.

“nae, annyeong haseiyyo.” Balasnya sambil membungkuk.

“nama ku Min Nam Joon.”

“nama ku Yoon Ji Yoon,” wah tuan Min ini benar-benar bertubuh atletis tak seperti yoongi.

“apa kau suka berolah raga??” tanyaku.

“nae?? A anniyo..” jawabnya. Ah ternyata dia berbeda dari Yoongi yang jago Basket.

“orang-orang selalu bertanya begitu saat pertama bertemu denganku, hehehe” jelasnya sambil menggaruk-garuk belakang kepala yang tak terasa gatal, rupanya dia manis karna dia punya lesung pipi saat tersenyum, Min Yoon Gi yang tak punya lesung pipi saja tetap manis menurutku.

AH, aku menggeleng-gelengkan kepalaku, apa yang ku pikirkan hanya Min Yoon Gi barusan?, Hey sadarlah di depan mu ada calon mu, jika dia mau menerimaku.

“ada apa Ji Yoon-ah?? Apa kau sakit??” tanyanya perhatian.

“tiba-tiba kepalaku pusing.” Ucapku.

“kau mau pulang?? Mau ku antar pulang…??” tawarnya

“tak perlu… aku bisa sendiri.” Aku berdiri lalu membungkuk memberi salam padanya tanpa bantuannya.

“Maafkan aku, aku pamit dulu” pandanganku buyar, sekelibat aku melihat Yoon Gi berjalan tepat ke arahku, apa ini mimpi. Aku pingsan.

OC’s POV off >> go to author’s POV <<

Yoon Gi menangkap tubuh lemas Ji Yoon dengan tepat sebelum dia jatuh ke lantai.

“Ai… Hyung!! Kau mengagetkanku saja, kenapa kau disini?? Urusan mu sudah selesai??” tanya Nam Joon hati-hati.

“YA.. Kim Nam Joon. Aku sangat berterima kasih karna kau telah menolongku menjadi Tuan Min. Tapi jangan sekali-kali kau menyentuh wanitaku. Itu bukan bagian dari perjanjian kita tahu!! Eoh urusan ku sudah selesai. Sudah, jangan pakai marga Min ku lagi. Kalau saja aku tak sampai di sini tepat waktu, Wanita ku ini pasti sudah ada di pelukanmu. Heuh…” ucap Yoongi sebal melihat Nam Joon yang hampir saja menyentuh Ji Yoon.

“Bayar makan malammu jangan lupa.” Ucap Yoongi sambil menggendong Jiyoon yang lemas di lengannya.

“Jusunghaeyo Hyung… nae, arasseo” ucap Nam Joon bersalah karna Yoon Gi kali ini benar-benar serius pada Ji Yoon.

Yoon Gi menggendong Ji Yoon ala pengantin keluar restoran, meletakkan Ji Yoon kedalam mobilnya dengan sangat hati-hati lalu menyetir mobil nya menuju rumah Ji Yoon.

Di hari pernikahan Ji Yoon dan tuan Min.

Ji Yoon masih menganggap bahwa tuan Min adalah namjoon, karna setelah kencan buta Ji Yoon pingsan dan tak tahu menahu tentang Yoongi yang rela kesana kemari membelikan obat agar Jiyoon segera sembuh, dan mencium kening Jiyoon saat Jiyoon sakit waktu itu dan Yoongi pulang dengan perasaan sedih, Jiyoon sakit karna habis hujan-hujanan bersama Yoongi, Yoongi juga sakit sebenarnya tapi dia menahan sakit itu dan akhirnya dia tidak masuk kerja selama tiga hari.

YoonGi si tuan Min yang asli tak pernah menunjukkan jati dirinya pada Ji Yoon sampai hari pernikahan. Komunikasi untuk acara pesta pernikahan hanya lewat pesan singkat atau pun lewat mama. Ji Yoon tak pernah mengeluh ataupun curiga tentang hal itu selama sekitar sebulan hingga hari pernikahan itu tiba.

“Ji Yoon ayo,” ajak mama.

Tangan lembut Ji Yoon diraih oleh Kim Seok Jin yang notabene adalah adik dari mama, Seok Jin menggantikan papa yang telah lama meninggal untuk mengantarkan Jiyoon menuju orang yang akan menjadi suaminya.

>>OC’s POV<<

Mataku berkaca-kaca menatap altar yang penuh cahaya dan bunga-bunga, Aku tak mampu menatap orang yang berdiri disana, tak ada Yoon Gi disana. Genangan air mataku perlahan turun kepipi, membuat pandangan mataku semakin jelas. Semakin dekat langkah kaki aku dan Jin oppa menuju altar, aku melihat sosok Yoon Gi yang berdiri disana.

“apa ini mimpi?? Apa dia calon ku??” tanyaku pada Jin oppa, oppa hanya mengangguk perlahan.

Min Yoon Gi hanya tersenyum sangat manis menyambutku disana, tangan ku kini berpindah tangan dari keluargaku menuju ke seseorang yang baru ku kenal tak kurang dari dua bulan ini. Namun hebatnya dia sudah mencuri hati ku sejak pertama kali bertemu.

“Kenapa menangis? Jelek.” Ucapnya sambil mengusap lembut pipiku. “tidakkah kau lihat, aku berubah menjadi sangat tampan dan sangat bahagia untuk menjadi suami mu?? Tersenyumlah.” Pintanya, lalu akupun tersenyum. Aku tak bisa melepaskan pandanganku pada pandangannya, tanganku terasa sangat dingin, dan dia memegang tanganku erat dengan kedua tangan hangatnya.

“Mianhae, ku kira aku akan menikah dengan Min yang lain. Aku tak akan sanggup menerimanya.”

“siapa?? Kim Nam Joon maksudmu??”

“Kim??” tanyaku heran

“hehehe, dia temanku aku meminta bantuannya untuk menjadi tuan Min hanya pada saat itu, aku yang meminta semua orang menyembunyikan identitasku darimu. Bagaimana terkejut?? Jangan cegukan sekarang nanti saja, sekarang kita akan meresmikan hubungan kita dulu.” Ucapnya, membuat ku tersenyum bahagia.

Pernikahan kami sah di saksikan oleh keluarga, kerabat, teman dan sahabat.

Saat dia memandangiku terus-terusan sambil menyeringaikan senyuman manis khasnya, aku ingat kejadian di kantor waktu itu “lalu Ji Ae siapa??” Tanyaku dengan memicingkan mata, dia menggerakkan matanya menuju ke tempat duduk saksi keluarga yang ada di sebelah ku. Seorang gadis kecil berumur 5 tahun tersenyum manis padaku dengan selang infus di tangannya,

“Dia Min Ji Ae ku, adikku kandungku satu-satunya yang terlahir cacat dengan hati yang rusak, bulan lalu saat kau berada di ruanganku dia baru selesai di operasi untuk mendapatkan transplantasi hati di Singapura” jelas Yoon Gi, membuatku turut bersedih. Aku memandangnya, kita saling pandang, ku pegang tangannya erat.

“Mianhae, yobo…” ucapku membuat dia tersipu.

“aku kira Ji Ae adalah pacarmu yang memiliki karakter yang sama denganku,” ucapku sambil memandang matanya lekat-lekat.

“ah, yang di butik itu?? Itu memang dirimu, untungnya Ji Ae tidak memiliki sifat seperti mu yang suka cegukan saat gugup.” Celotehnya.

“Tapi sekarang enggak. Aku hanya cegukan saat aku malu.” Jelasnya.

“benarkah??? Akan ku coba.” Tantangnya.

Dia memelukku erat lalu dia berbisik di telinga ku “Saranghae Ji Yoon – ah,” dan CHUP.

Dia menciumku sangat lama di tengah altar dan semua tamu undangan menyaksikan kami,

Dia melepaskan ku,

“Hik, hik YOONGIII.. hik hik…” dia berhasil membuatku cegukan.

“hahahaha… aku berhasilll.. yess” ucapnya girang.

Berhasil-berhasil-berhasil HORE!!! We did it!! OUCH!! Thank you so much for reading, I hope you like it so much… see u in another title… BYE

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] I Will Try It – (Twoshot #2)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s