[Boys Meet What?] Celestial – Oneshot

Celestial

by 52heurts

main casts: Jung Hoseok, Kim Taehyung, Kim Seokjin

rating: PG-15 | genre: supernatural, semi-suspense | length: one shot (1,8k)

disclaimer: i wish i owned BTS, but i don’t. what’s mine are only the plot and the poster/cover.

Sejak kecil, Hoseok selalu tahu bahwa ia spesial.

______________________

Sejak kecil, Hoseok selalu tahu bahwa ia spesial.

Bukan dengan kecerdasan jauh melampaui rata-rata atau bakat yang terasah (biarpun bibit-bibit menjadi penari hebat sudah bisa dilihat sejak ia mampu berdiri dengan tegap tanpa bantuan orang lain atau berpegangan pada apapun). Namun karena satu hal yang hanya segelintir orang di dunia ini mempercayai keberadaannya.

Jung Hoseok memiliki malaikat pelindung.

Malaikatnya pertama kali memperlihatkan dirinya ketika Hoseok berumur 12 tahun. Hoseok yang baru saja bangun tidur disuruh oleh ibunya untuk membeli garam di supermarket dekat rumah. Dalam keadaan setengah mengantuk, ia menyeberangi jalan tanpa melihat kanan kiri, mengakibatkan sebuah sepeda motor yang jaraknya dekat dengannya panik dan mengklakson.

Hoseok, dalam keadaan kagetnya, hanya bisa membeku di tempat. Pada saat itulah ia melihat benda putih besar menutup pada dirinya. Ketika benda itu terangkat, ia meilhat sepeda motor tadi berhasil lewat dengan aman seperti tak pernah ada gangguan di depannya.

Dan Hoseok tiba-tiba sudah berada di depan supermarket tujuannya. “Benda putih besar” itu ternyata sepasang sayap yang menempel pada punggung seorang laki-laki dan ia bahkan tidak berusaha menutupi kekagetannya.

“Apa yang terjadi— ya ampun, aku hampir saja ditabrak sepeda motor. Apa yang terjadi? Kamu siapa? Astaga, sayap besar. Sebentar, sepertinya ini mimpi. Mungkin kalau aku mencubit diriku sendiri— ow! Sakit. Lho, kamu masih ada disini. Lho, ini bukan mimpi? Lho, siapa kamu?”

Laki-laki itu tersenyum. “Halo, aku Kim Taehyung, malaikat pelindungmu.”

Bukan salah Hoseok ‘kan kalau ia mendadak ingin pingsan.

Setelah buru-buru membeli garam yang diminta ibunya, Hoseok langsung melakukan pencarian menyeluruh tentang eksistensi malaikat pelindung. 12 jam mencari di berbagai sumber dan ia tampaknya harus menerima kenyataan bahwa memang Kim Taehyung bersayap di depan supermarket tadi adalah malaikat pelindungnya.

Kim Taehyung, malaikat bersayap putih besar, berbadan tinggi kurus dan senyum berbentuk kotaknya dapat menerangi seluruh kota saking cerahnya. Hoseok pernah meminta izin untuk merasakan lembutnya bulu di sayapnya, namun kata Taehyung hanya pemiliknya yang boleh menyentuhnya. Taehyung tidak mengatakan mengapa, namun ia tidak mempertanyakannya lebih lanjut.

“Jadi, kamu tidak terlihat oleh orang lain?”

Taehyung menggeleng. “Hanya manusia yang dilindungi oleh malaikatnya yang bisa melihat malaikatnya. Itupun kalau si malaikat ingin memperlihatkan dirinya.”

“Seandainya saat itu kamu tidak memperlihatkan dirimu ke aku, aku tidak akan tahu keberadaanmu sampai sekarang?” Hoseok kembali bertanya, matanya melebar. Taehyung kembali menggeleng.

“Kami para Celestial tidak seharusnya menampakkan diri kepada manusia kecuali ketika bahayanya besar. Tugas kami lebih kepada membantu secara implisit, seperti menunjukkan jalan tanpa kami yang bertindak.”

“Semacam pembimbing spiritual, begitu?” Sebuah tawa kecil terlepas dari mulut Taehyung. “Tidak sepenuhnya benar, tapi bila itu sebutan yang ingin kau pakai, silakan.”

Sejak saat itu, Hoseok berteman baik dengan malaikat pelindungnya. Hingga ia berumur 19 dan menjalani kuliah, Taehyung tetap menjadi teman baik yang selalu ada untuknya. Ia tidak tahu apakah Taehyung melanggar peraturan dengan menunjukkan dirinya pada Hoseok bahkan ketika tidak ada bahaya mengancam, namun ia tidak berani mempertanyakan apapun padanya tentang kaumnya.

______________________

“Wah, siapa ini? Halo, aku Jung Hoseok. Biasa dipanggil Hoseok atau Hobi.” Hoseok menyodorkan tangannya pada laki-laki asing di sebelah Namjoon sambil duduk di sebelah Yoongi.

Laki-laki itu tersenyum dan menyambut uluran tangan Hoseok. “Aku Kim Seokjin, sepupunya Namjoon. Senang bertemu denganmu.”

“Senang bertemu denganmu juga. Jadi, apa yang membawamu ke Seoul?”

“Seokjin-hyung akan menjadi chef di Hotel Four Seasons! Keren sekali kan? Memangnya aku, sekedar mengambil gelas di dekat dapur saja Hoseok dan Yoongi-hyung sudah ketar-ketir.” jawab Namjoon. Hoseok dan Seokjin langsung tertawa lepas. Namjoon memang terkenal akan kecerobohannya dan sangat mudah merusak barang.

“Seokjin-hyung akan tinggal bersama kita sampai ia bisa mendapat tempat tinggal sendiri, apakah tidak apa-apa?” tanya Yoongi.

Yoongi, Namjoon, dan Hoseok adalah tiga mahasiswa yang tinggal bersama di sebuah apartemen di dekat kampus. Yoongi merupakan kakak tingkat Hoseok dan Namjoon yang langsung berteman baik setelah orientasi. Mengetahui kecintaan Hoseok dan Namjoon di dunia rap, Yoongi langsung menawari tinggal di apartemen karena ia tahu betapa nerakanya dorm yang disediakan kampus itu. Tawaran tersebut langsung disambut baik oleh Hoseok dan Namjoon. Dan disinilah mereka sekarang.

Hoseok  mengedikkan bahunya, menjawab pertanyaan Yoongi. “Tentu saja, apabila itu berarti makan enak setiap hari tanpa harus menghemat berlebihan.”

Kini, semua penghuni meja itu tertawa.

______________________

“Taehyung,” panggil Hoseok ketika mereka sedang berada di kamarnya malam itu. Taehyung yang sedang membaca edisi terbaru komik One Piece milik Hoseok menggumamkan jawabannya. Semenjak Hoseok memperkenalkan Taehyung pada budaya manusia, Taehyung mengadopsi ketertarikan penuh terhadap komik dan anime.

“Sayapmu kotor?” tanya Hoseok, mengamati sayap Taehyung yang terdapat bercak-bercak hitam di ujung bulunya. Taehyung sontak mengangkat mukanya, kekagetan terpancar dari rautnya. “Maksudnya?”

“Ini, ada bercak hitam pada sayapmu. Apakah mereka kotor?” Tanpa sadar, Taehyung langsung melipat sayapnya ke belakang punggungnya, menghindar dari pandangan Hoseok.

“I-iya, sepertinya. Sepertinya terkena tumpahan tinta di Ruang Pelaporan tadi siang. Mungkin nanti akan aku bersihkan.”

Hoseok berkedip bingung. Jarang sekali Taehyung mudah kaget atau panik seperti ini. Tapi memutuskan untuk mengabaikannya, ia memilih untuk bercerita pada Taehyung tentang Seokjin yang akan tinggal bersama mereka.

“Oh iya, Tae, apakah aku sudah cerita? Besok akan ada penghuni baru di apartemen ini!” cerita Hoseok gembira, pensil masih menggores di lembaran tugasnya. Taehyung mengangkat kepalanya dari komiknya untuk kedua kali. “Penghuni baru?”

“Iya, dia sepupu Namjoon. Namanya Kim Seokjin.”

Taehyung mengerutkan dahinya, terlihat seperti mencoba mengingat sesuatu. “Kim Seokjin…? Seperti familiar namanya.”

“Nama di Korea, kan, memang pasaran.”

“Bukan, bukan itu maksudku. Sepertinya nama itu pernah aku dengar di kantor. Nanti aku tanyakan saja pada Jimin.”

______________________

Hoseok baru sadar bahwa Taehyung jarang sekali menampakkan diri di hadapannya sejak Seokjin pindah ke apartemennya. Pertama kali Seokjin pindah, Taehyung ada bersamanya dan tidak menunjukkan reaksi apapun yang mengindikasikan bahwa ia mengenali Seokjin. Mungkin Taehyung yang pernah mendengar nama Kim Seokjin di kantornya itu orang yang berbeda.

Namun setelah itu, Taehyung hampir tidak pernah sama sekali muncul. Sekalipun muncul, itu ketika dia tidak sedang di apartemen. Aneh sekali, pikir Hoseok. Memangnya ada apa sih dengan Seokjin?

“Taehyung, ada apa denganmu?” tanya Hoseok kaget ketika pada suatu malam Taehyung muncul dengan raut letih dan badan yang tambah kurus.

“Tidak apa-apa, hanya ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Kamu baik-baik, Hoseok?” Taehyung menjawab, sebuah senyum lelah terukir di bibirnya. Dia terlihat sangat rapuh dan ringkih seperti akan ambruk sewaktu-waktu.

“Bagaimana bisa kamu mengkhawatirkanku ketika kamu terlihat sangat tidak sehat seperti ini, Tae?! Apa yang terjadi, Tae, mungkin aku bisa membantu!”

Hanya gelengan lemah jawaban dari Taehyung. “Maafkan aku, tapi ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan di rumah. Mungkin aku akan sering tidak menampakkan diri, tapi percayalah, aku selalu menjagamu.” Dengan kalimat terakhir itu, Taehyung melompat dari jendela Hoseok dan terbang menuju pekatnya malam.

Keadaan ini berlangsung selama beberapa minggu. Taehyung hanya muncul sekali-sekali saja, bisa hanya seminggu sekali. Maksimal dua minggu sekali apabila Hoseok sedang beruntung. Dan jaraknya bisa sampai berhari-hari. Durasinya pun hanya sebentar sekali.

Setiap kali Taehyung muncul, hitam pada sayapnya semakin melebar, seperti ada yang sengaja menumpahkan tinta ke atasnya, apabila mengingat Taehyung pertama kali mengatakan sayapnya kotor terkena tinta. Yang Hoseok tidak mengerti, mengapa tidak Taehyung bersihkan tintanya?

Hingga pada suatu hari, Taehyung berhenti datang sama sekali.

______________________

“Seokjin-hyung?”

“Ya, Hoseok?” jawab Seokjin dari meja dapur sambil mengaduk sepanci sayur yang ia masak untuk makan malam nanti. Hoseok yang berada di meja makan tak jauh dari situ bergerak gelisah di tempatnya.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“Ya, tentu saja. Ada apa?”

Diam beberapa saat dari Hoseok. “Aku tahu ini mungkin terdengar agak aneh, tapi… Tapi aku yakin hyung punya jawabannya.”

Sebuah kerutan muncul di dahi Seokjin, bingung dengan perkataan Hoseok. Tapi ia tidak menyelanya dan membiarkan Hoseok menyelesaikan pertanyaannya.

“Apakah… hyung pernah mendengar tentang kaum Celestial?”

Kerutan di dahi Seokjin bertambah. Kaum Celestial? Pertanyaan yang aneh. “Pernah. Memangnya kenapa?”

“Boleh ceritakan sedikit kepadaku apa itu kaum Celestial? Siapa mereka, apa yang mereka lakukan, dan bukti eksistensinya.”

Seokjin menarik sebuah kursi di meja makan, bergabung dengan Hoseok.

“Kaum Celestial adalah kaum makhluk-makhluk yang berasal dari atau tinggal di surga, biasanya disebut malaikat. Malaikat-malaikat ini memiliki hierarki tersendiri. Ada 9 tingkatan hierarki.” Mendengar jawaban tersebut, Hoseok mengangguk-angguk paham.

“Kalau malaikat pelindung, masuk ke tingkat hierarki yang mana, hyung?”

Seokjin terlihat berpikir selama beberapa saat sebelum menjawab, “Malaikat pelindung termasuk dalam tingkat Angel, kesembilan dalam hierarki Celestial. Mereka yang paling dekat dengan manusia dan bertindak sebagai jembatan antara yang fana, bumi, dan yang kekal, surga.

“Mengenai bukti eksistensinya, memang masih diragukan karena tidak ada bukti empiris dan penjelasan logis atas keberadaan mereka, namun ada beberapa kejadian supernatural yang menunjuk kepada mereka. Mereka bisa menunjukkan wujudnya kepada manusia yang mereka lindungi apabila dalam keadaan genting dan bahaya, namun setahuku, sebisa mungkin mereka tidak menampakkan dirinya.”

Jadi selama ini Taehyung tidak berbohong, pikir Hoseok. Ia bangkit dari kursinya dan berterima kasih pada Seokjin atas informasinya.

“Hoseok-ah,” gantian Seokjin yang memanggilnya. “Ya, hyung?”

“Memangnya ada apa dengan malaikat pelindung?”

Untuk sesaat, Hoseok bingung akan menjawab apa. Namun ia langsung berkata, “tidak apa-apa, hyung, hanya bertanya.”

Hoseok berani bersumpah ekspresi Seokjin berubah selama sepersekian detik.

______________________

Ketukan konstan di pintu depan apartemen mereka terdengar sangat keras pada waktu yang sangat tidak bisa diajak kompromi ini. Karena kamar Hoseok dan Namjoon yang paling dekat dengan pintu, otomatis mereka yang pertama mendengarnya.

Ketukan itu terdengar makin keras dan makin tidak sabar. Sayangnya Namjoon adalah seseorang yang apabila sudah menyentuh kasur, tidak akan bisa dibangunkan sampai ia ingin dibangunkan.

Paham betul bahwa ia akan menjadi pihak yang terpaksa bangun untuk membukakan pintu, Hoseok menggerutu pelan. Ia menyingkap selimutnya yang hangat dan mengecek jam. 01.24.

Sialan, mengganggu tidurku saja. Siapa sih, makhluk tidak berperikemanusiaan yang bisa-bisanya mengganggu orang lain pada jam seperti ini? Hoseok masih menggerutu dalam benaknya sambil berjalan ke arah pintu depan.

Terdengar pintu terbuka dari dalam apartemen. Pintu kamar Seokjin dan Yoongi yang berada di depan kamar Hoseok dan Namjoon menyisakan celah yang cukup untuk Seokjin lewat.

“Kembalilah tidur, hyung, aku saja yang membukakan pintunya,” kata Hoseok. Seokjin menggeleng  pelan.

“Tidak apa-apa, aslinya aku ingin mengambil minum tapi sekalian saja kau kutemani.”

Kini sudah hampir retak pintunya oleh siapapun yang menggedor di sisi lain. “Ya, sebentar!” seru Hoseok.

Sayangnya, nyawa Hoseok belum terkumpul sepenuhnya untuk menghadapi hal semacam ini pada jam seperti ini.

Di balik pintu itu, berdiri Taehyung.

Taehyung dengan muka pucat pasi seperti darahnya sudah disedot habis, jubah lusuh menggantung lemas pada tubuhnya yang semakin kurus, kakinya yang kotor tidak ditutupi alas kaki apapun.

Dan sayapnya menghilang.

“Taehyung! Taehyung, astaga, apa yang terjadi kepadamu?! Ayo masuk dulu, di luar dingin!” Hoseok langsung berseru setelah pulih dari kagetnya. Ia menarik Taehyung masuk, namun yang ditarik tetap bergeming di tempat.

“Hoseok, siapa di pintu— oh.”

Taehyung mengangkat tangannya pelan-pelan dan menunjuk Seokjin dengan tajam dan tatapannya penuh kebencian. Ketika ia membuka mulut, yang keluar adalah kata-kata beracun yang menusuk.

“Kau, Kim Seokjin— oh, itukah nama yang kau pakai sekarang, Abraxas? —yang memotong sayapku.”

Dengan kata-kata itu, Taehyung membalikkan tubuhnya dan menurunkan jubahnya. Dua bekas luka kasar menempel pada punggungnya, terlihat masih agak baru. Seperti baru beberapa hari yang lalu terluka.

Hal terakhir yang Hoseok ingat sebelum kegelapan menginvasi indera-inderanya adalah Seokjin dan Taehyung menerjang satu sama lain.

end.

a/n: inspired by blood sweat tears mv dan taejin scene mama 2016. halo, aku naura. aku sebenarnya tidak paham dengan teori mereka (memangnya ada yang paham?) tapi aku coba memaralelkan pemahamanku tentang jalannya mvnya dengan plot di ff ini. kalau ada pertanyaan mengenai fic ini, bisa menghubungi aku di twitter atau instagram: @52heurts. selamat membaca!

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s