[Boys Meet What?] Jimin’s Doppelganger – Ficlet

Jimin’s Doppelgänger

by slmnabil

Cast : Park Jimin x Jennie Kim | Rating : G |

Length : Ficlet | Genre : Slice of Life

Summary :

Jimin masih yakin kalau pada pelajaran fisika dikatakan bahwa bayangan yang terbentuk ketika bercermin di cermin datar adalah sama besar dan berlawanan arah. Dan jelas-jelas bayangannya cuma satu, bukannya dua seperti yang ia lihat sekarang.

*

Ada banyak hal yang tidak Jimin percayai.

Dari yang luar biasa seperti: Everest bertambah tinggi setidaknya empat milimeter setiap tahun—bukankah sudah saatnya ia berhenti bertumbuh? Sampai yang paling sepele yakni: ia menyukai Jennie duluan—dan bukannya disukai duluan. Apalagi dengan hal yang dianggapnya cuma ‘rumor untuk senang-senang’ semacam: setiap orang punya tujuh kembaran di dimensi lain.

“Realistis sajalah!” itulah yang kerap kali disampaikannya.

Namun, sepertinya malam ini agak sulit berkata demikian.

Jimin masih yakin kalau pada pelajaran fisika dikatakan bahwa bayangan yang terbentuk ketika bercermin di cermin datar adalah sama besar dan berlawanan arah. Dan jelas-jelas bayangannya cuma satu, bukannya dua seperti yang ia lihat sekarang.

Jimin agak bingung harus percaya pada Snellius atau ‘rumor untuk senang-senang’ ketika melihat dua Jimin di cermin padahal ia sendirian. Ditambah sebenarnya ia cukup cemas melihat ‘Jimin yang satunya’ tampak tidak sehat—nyaris tembus pandang dengan kulit serba pucat.

Jimin tidak mau bertanya kenapa dia bisa kelihatan begitu. Masalahnya, setinggi apa pun rasa penasarannya ia tidak mau mengambil risiko kalau-kalau ternyata pantulan dirinya bisa menjawab.

Kan seram.

*

Ketika mendengar respon yang diberikan Jennie, Jimin hanya bisa mengatakan, “Kau sungguh menginginkanku mati, ‘kan?” Memangnya ia bisa bagaimana lagi kalau mendapat ucapan, “Menurut tebakanku dia itu doppelganger-mu. Jadi, sudah kau rencanakan bagaimana isi surat wasiatmu?”

Hah, doppelganger. Yang satu ini menurutnya cuma ‘rumor untuk menakut-nakuti.’ Apalagi sebutannya saja berasal dari bahasa Jerman, mana bisa ia percaya? Kalau bukan asli dalam negeri, Jimin tidak mau lantas iya-iya saja. Stiker di setiap buku pelajarannya saja bertuliskan: Jimin x SK (memang Amerika Serikat saja yang boleh disebut USA?)

“Dengar. Johan Wolfgang, politisi, penyair, dan penulis meninggal delapan tahun setelah ia melihat doppelganger-nya. Cathrine The Great, Ratu Rusia meninggal hanya beberapa saat setelahnya. Queen Elizabeth I juga begitu.

“Kasusmu sebenarnya agak mirip dengan Abraham Lincoln. Ia melihat dua bayangan dirinya di cermin dan saat itu istrinya bilang mungkin itu pertanda bahwa ia akan dua kali menjabat sebagai presiden,” jelas Jennie.

“Bagus, dong! Artinya orang tampan ini akan hidup lama,” potong Jimin spontan—padahal ia bilang tak percaya.

“Dan ternyata Abraham Lincoln meninggal sebelum itu terjadi,” lanjut Jennie, dengan cepat meruntuhkan rasa percaya diri Jimin secepat kemunculannya.

Mau tak mau Jimin merasa khawatir. Matanya beralih beberapa kali pada Jennie dan bayangannya di meja kaca restoran yang masih menunggu ditaruhi makanan.

“Kau yakin kalau dia doppelganger, ‘kan?” tanyanya, masih tak bisa mengalihkan pandangannya.

Jennie mengangguk, tapi dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Belum tentu, sih. Entahlah.”

Jimin menunjuk meja dengan dagunya, dengan pandangan mengarah ke tempat yang sama. “Kenapa tidak kau tanyakan saja padanya? Dia sudah bersama kita cukup lama.”

—end.

Advertisements

One thought on “[Boys Meet What?] Jimin’s Doppelganger – Ficlet

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s