[Boys Meet What?] a Little Sister – Ficlet

A little Sister

Author

  Rainyday

Cast

  Kim Namjoon

  Coco 

Genre 

  Family

Length

  Ficlet

Rating

  General

Disclamier

  Asli dari hatiku yang kangen keluarga hehehe

Summary

   Seperti apa wajah monster ?setampan oppa kah..

Seharian ini Namjoon dibuat lelah dengan satu gadis kecil yang sudah memporak porandakan kamar nya.

Semua karena ulah anak perempuan bernama Coco,

Empat jam yang lalu, bibi Namjoon menitipakan Coco padanya,

Coco baru berumur 5 tahun, wajahnya imut, tapi sedikit rewel, dan hiperaktif.

Baru empat jam, sudah berhasil membuat kepala pria tinggi berdimple itu mengeluarkan asap.

Sedikit sedikit akan berteriak “oppa”

Oppa , aku lapar,

“Oppa, anjingnya nakal, huhuhu

Oppa, lihat, ikanya keluar

Tidak itu ikan mas kesayangan appanya, kalau sampai mati, bisa dipangkas uang jajanya nanti,

Oppa , aku sudah mirip oppa kan,

Oh tidak, kacamata limited editionyaa…

“Lihat, gelas minum untuk pangeran dan putri,

Ya Tuhan, bisa jantungan sekaligus dikurung eoma jika gelas kristal itu berubah menjadi kepingan.

Ada saja kelakuan Coco yang membuat Namjoon garuk kepala, bahkan dia sampai berteriak.

 “Oppa jadi monster ya..

Namjoon mendengus, seumur hidupnya sejak dia sekolah, tidak pernah berperan sebagi monster, pasti selalu pangeran, dan dia seenaknya saja, meminta Namjoon berubah menjadi monster, yah tapi apa boleh buat,

Daripada mendengar dia menangis, benar benar mengganggu ketenangan suaranya itu.

Namjoon berlari diantara kursi, melompat,

Seolah mendalami peranya.

” aku akan mengalahkanmu, dan membawa sang pangeran kembali ke istana,

Coco mengacungkan sumpit sebagai pengganti pedang di hadapan Namjoon.

Ya ampun, please … Sumpit impor  milik eomanya.

” baiklah, sekarang oppa, jadi pangeranya..

Namjoon tersenyum masam, diam diam tanganya memasukan sumpit tadi kedalam laci dekat sofa,

” pakai ini,

Coco meletakan selimut kotak kotak, dipundak Namjoo  sebagai jubah,

Namjoon diam saja menurut, sambil terus tersenyum. Padahal dia sudah lelah sebenarnya.

“Aku akan menyanyikan lagu untukmu,

Coco tersenyum, dan mengajak Namjoon menari

“Tunggu, dimana pedangku tadi..

“Dia sudah berubah menjadi mahkota tuan putri, hehe

Namjoon memasang gulungan koran yang dia satukan menjadi lingkaran, dan  dikepala Coco,

Gadis itu tersenyum.

“,ahhh.. Baiklah cerita yang bagus,

Namjoon mendudukan pantatnya diatas karpet, mendengar Coco masih bersenandung

“Let me hear the sound of your heart beat on my Toes,

And let me touch my ear on your chest, 

Namjoon memperhatikan nya,

Dulu dia pernah, marah dengan eoma nya jika akan mempunyai anak lagi,

Sungguh dia takut jika, perhatian mereka akan berkurang,

Dulu dia egois, akan terus menangis dan pergi dari rumah, bila mendapat seorang adik.

Tapi takdir sudah menentukan,

Eoma Namjoon memiliki kandungan yang lemah,

Dan dokter menyarankan untuk tidak memiliki keturunan lagi, demi keselamatan eoma,

Namjoon tiba tiba menangis dan merasa bersalah dengan kedua orang tuanya.

Tidak pernah terpikirkan jika hidupnya akan terasa sepi seperti saat ini,

Namjoon melirik jam tanganya,

Masih dua jam lagi bibinya datang,

Badanya sudah lelah, dia hanya duduk bersila diatas karpet, matanya yang mulai sayu menatap Coco yang duduk didepanya sedang memainkan beberapa boneka, crayon, pensil warna, dan kertas kertas dengan berbagai macam gambar yang menurut Coco itu adalah gambar dari wajah Namjoon,

Namjoon meringis, mengingat satu jam yang lalu, Coco menangis karena ketakutan dengan Anjing peliharaan Namjoon, tapi sudah berhenti saat Namjoon membujuknya  menyanyikan lagu dan bercerita dongeng pangeran dan putri yang biasa dia dengar dulu dari ibunya sebelum tidur.

“Coco-yaa.. Kau belum ingin tidur yaa..

Namjoon menguap, padahal baru jam 7 malam,

Oppa, monster tidak mungkin setampan oppa kan,

Coco tersenyum, menunjukan gigi gigi kecil nya.

“Hah..

Namjoon mendelik sekaligus merasa lucu dengan pertanyaan Coco.

“Iya, seperti apa,.

“Eemm..

Namjoon bingung,

Coco berhenti memulaskan crayon diatas kertas, dan menatap Namjoon lekat,

Seperti ini

“Eh..

Coco memulaskan beberapa spidol warna diwajah Namjoon,

Tawa kecilnya yang riang membuat Namjoon ikut tersenyum dan membiarkan gadis kecil itu mencoret coret wajahnya.

Baru kali ini dia merasa berbeda, jika dia selalu sendirian dirumah,

Tanpa adik juga kakak, membuatnya terbiasa dengan kesepian, tapi satu hari ini dia bisa merasakan repotnya menjadi orang tua, senang nya mempunyai seorang adik dan menjadi kakak yang bisa menjaganya.

Coco tertidur di gendongan Namjoon,

Saat bibi Namjoon datang,

Mereka tertawa melihat wajah Namjoon.

Berakhir sudah, hari yang melelahkan.

Namjoon tersenyum, memeluk ibunya.

“Eomma … !! appa, maaf merepotkan kalian

“Namjoonie, eoma akan segera pulang, terapi eoma sudah selesai,

Kau ingin oleh oleh apa , jangan telat makan sayang, 

” aah namjoonie, jangan bawa gadis kerumah terlalu malam ya hahaha,,,

Yobeo.jangan seperti itu..

. Kami menyayangimu”

“Beep !

Namjoon menutup telepon.

Tersenyum memandang foto kedua orangtuanya.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s