[Boys Meet What?] Heart Electric – Oneshot

Heart Electric

Author : Avichan

Genre : Friendship, School

Length : Oneshot 

Rating : T

Cast : Jeon Jungkook, Han Mira (OC)

Disclaimer : Plot, cerita, dan OC milik author, don’t plagiarism please, be creative gaes. Anggap Typo sebagai penyedap.  

Summary : Di hari pertama bertemu dengannya Jungkook memang sudah sangat terkesan pada gadis itu. 

-Happy reading-

“Es krimnya meleleh” Seru seseorang entah darimana. Jungkook yang hendak membuka masker tidak jadi karena takut gadis itu mengenalinya.

“Kau mau makan es krim dengan mulut tertutup masker?” Kata gadis itu lagi, tanpa pikir panjang, dia segera mengambil tempat kosong di samping Jungkook.  “Lanjutkan saja, aku tidak akan menganggumu” Tambahnya. Mungkin es krim cokelat ditangannya kalah manis dengan senyum gadis disampingnya.

Jungkook meneliti gadis disampingnya. Terlihat sangat ramah dan murah senyum, sesekali mereka bertemu pandang. Mata gadis itu sangat hitam dan bulat, terpancar aura bahagia disana. Tanpa sadar Jungkook tersenyum lebar dari balik masker.

Jarang, sangat jarang dia tersenyum pada seseorang yang belum dikenalnya. Apalagi dia seorang gadis. Sebagai idol popular dia tentu harus menjaga sikap dengan sekitarnya. Salah-salah tersenyum takutnya akan menjadi rumor tak sedap  yang bisa mengancam kariernya.

Tak hanya berhenti pada senyuman, Jungkook juga memberi gadis itu es krim yang hendak ia makan.

“Untukmu, aku baru ingat kalau tenggorokanku sedang sakit, tak baik untuk itu jika aku memakan es krim ini” Tawarnya kaku. Dengan senang hati gadis itu menerima pemberian Jungkook.

“Waah gamsahamnida” Balasnya tersenyum, lagi.

Dia sangat senang karena gadis itu menerima es krimnya, lebih senang lagi karena dia juga tersenyum padanya. Jungkook tak paham bagaimana bisa hanya duduk disebelah gadis itu dapat membuatnya sebahagia ini.

“Kau tak takut?” Serunya tiba-tiba. Secara natural dia ingin mengobrol dengan gadis itu.

“Takut?” Tanya balik gadis itu, tak paham dengan apa yang ditanyakan Jungkook.

“ Kau bahkan tak mengenalku, kenapa kau mau menerima pemberianku? Kau tak takut kalau ternyata es krim itu beracun?”

Krik! Krik! Oke, itu obrolan yang sangat aneh untuk memberi first impression yang baik. Jadi, Jungkook ini benar-benar kaku sedari awal? Apa saking padatnya jadwal dia tak pernah bersosialisasi dengan sekitar, terutama dengan para yeoja ?  Ya, dia pasti gagal bersosialisasi.

Ketimbang menatap heran, gadis itu justru tertawa. Lagi-lagi tawanya sangat manis dan memukau. “Aaah bagaimana ya, aku sudah memakannya” Kata gadis itu.

Jungkook tersenyum karena reaksi gadis itu sangat menggemaskan.

Gadis itu mengarahkan ponsel ke wajah Jungkook, dan dengan cepat memotretnya. Segera Jungkook kaget, Tak siap dengan kelakuan gadis itu.

“Kalau ini beracun, aku akan melaporkanmu ke polisi, Lihat ini identitasmu” Terangnya memamerkan foto Jungkook. Jungkook yang masih syok enggan memberi reaksi. Pergi, secepat mungkin dia harus pergi dari tempat itu.

Dia kemudian mengambil langkah, lalu berhenti saat sadar ada sesuatu yang tiba-tiba menggangunya. “Emm, ya, bisakah kau tak memperlihatkan foto itu pada siapapun? Es krimnya tidak beracun kok” Mendengar itu si gadis kembali tertawa.

“Yaa mana mungkin aku membagikan foto ini, Kau seperti anak kecil saja, takut dengan gertakan. Aku juga yakin kalau es krimnya tidak beracun, lagipula tak baik kalau kau menolak pemberian seseorang, kau terlihat orang baik-baik, meski tertutup masker, tapi aku tidak menanggapmu orang jahat. Ku pikir kau hanya siswa yang sedang merenung karena nilai ulanganmu jelek, hahaha” Ulasnya di akhiri tawa. “Terimakasih es krimnya sangat enak”

Jungkook mengangguk lalu menggaruk kepala yang sama sekali tak gatal.

“Ehh tapi dilihat dari foto kau mirip dengan seseorang yang kukenal” Serunya tiba-tiba. “Terlihat seperti Jeon Jungkook, sangat mirip, posturnya juga sama persis”

Sejenak Jungkook menelan ludah, khawatir kalau gadis itu benar-benar menyadarinya. Dia lalu mengumpat karena dengan polosnya memberi gadis itu es krim tadi.

“Aaah sepertinya kakak itu butuh bantuan, Hannyeong.” Seru gadis itu lalu pergi menyambangi kakak yang dia maksud.

****

Jungkook dikenal sebagai manusia tak tertembus, dia memang senang memperhatikan sekitar, tapi sedikit yang bisa membuat dirinya terkesan. Dia memang senang memikirkan sesuatu, tapi tak banyak kata-kata yang keluar dari mulutnya. Di sekolah dia hampir tak memiliki teman, kalau sekadar kenalan ada beberapa, setidaknya dia harus tahu ketua kelas kan? Meskipun itu hanya untuk formalitas. Kadang Jungkook merasa sangat kesepian saat di sekolah, dia akan sangat senang jika jadwal idolnya bertabrakkan dengan jam pelajaran. Dia bisa lari dari kesendirian itu dan bergabung bersama para Hyung kocak yang ia cintai sepenuh hati. 

Ngomong-ngomong soal kesendirian, ada satu tempat yang sering ia kunjungi saat bosan di kelas, yaitu atap. Bukan atap dari gedung utama, dia lebih sering nongkrong di atap selatan atau atap paling belakang sekolah. Bukan tanpa alasan Jungkook memilih tempat itu. Di depan tembok pembatas terhampar gedung-gedung tinggi kota seoul yang sangat padat, meski padat, angin yang berhembus disana cukup kencang, itu point plus karena Jungkook bisa merasakan kedamaian.

Dan hari itu, untuk kesekian kalinya dia berada di sana. Kembali merasakan angin yang lewat di sela-sela jarinya. Jungkook lalu membuka ponselnya ingin menyetel music sekeras mungkin. Tapi niat itu tak terlaksana saat seseorang mendorong pintu atap. Seorang gadis mendekati tempatnya berdiri. Refleks Jungkook membalikkan badan menghadap tembok pembatas. Gadis itu berdiri tak kurang dari dua meter darinya. Dia menghela nafas lalu tesenyum.

Dia gadis yang kemarin? Batin Jungkook. Beruntung dia dianugerahi otak yang cepat mengingat sesuatu, terutama wajah dan kata-kata seseorang. Gadis itu setengah berbalik, dan tersenyum memandang Jungkook. Dua detik kemudian raut wajahnya menjadi bingung. Kemudian terjatuh.

Gwenchana?” Tanya Jungkook. Dia tak paham dengan apa yang telah membuat gadis itu terkejut bingung.

Gadis itu memegangi kepala dan menyeletuk “Oh god my head spinning around” dia mendongak dan memandang Jungkook, setengah tak percaya karena lelaki dihadapannya sangat mirip dengan Jeon Jungkook. Rambut, kaki, badan, tangan, wajah, semuanya sama. Sempat gadis itu mengira ada Jungkook kedua dihadapannya.

Gwenchana?” Tanya Jungkook sekali lagi.

“Yaa, kau sangat mirip dengan Jeon Jungkook, atau kau memang dia?” ekspresinya saat menyakan itu sangatlah lucuk dan menggemaskan. “Kau benar Jeon Jungkook yang itu? Kenapa kalian begitu mirip?” Tegasnya lagi.

Jungkook bimbang, dia terdiam untuk beberapa detik dan memilih bermain mata dengan gadis itu, dirinya setengah tersenyum menatap dalam ke mata hitam gadis itu, lalu dengan pedenya mengangkat satu alis. Singkat, jelas dan berkesan. Gadis itu langsung paham dengan isyarat Jungkook.

“Wooahh dewi fortuna memang selalu berpihak padaku” Serunya lirih. Jungkook memperhatikan gadis itu tersenyum lalu berdiri untuk melompat kecil, kemudian tawa bergema di udara. “Kau sungguh Jeon Jungkook dari Bangtan itu??” Sekali lagi dia bertanya untuk memastikan. Yang ditanya mengangguk lalu mengangkat tangan.

“Salam kenal aku Jeon Jungkook” Dia mengawali, baru kali ini seorang Jungkook menperkenalkan terlebih dulu dirinya pada orang lain. Segera gadis itu meraih uluran tangan Jungkook.

“Han Mira, namaku Han Mira. Kau tau project pertukaran pelajar kan? Aku berasal dari Kanada, kebetulan aku terpilih karena aku bisa bahasa korea, aku keturunan. Senang sekali bisa bertemu denganmu disini” Mira tersenyum sangat lebar, dan sialnya senyuman itu begitu menggoda Jungkook untuk ikut tersenyum juga.

Mira mulai mengoceh tentang banyak hal, dia bercerita ketika dia tiba untuk pertama kalinya di Seoul sejak setelah sepuluh tahun terakhir, bercerita tentang lagu-lagu favoritnya di Bangtan, dia juga bercerita kalau sering kali dirinya berkhayal bisa menikah dengan Namjoon atau Suga, dia bilang jika hal itu terjadi dia ingin Jungkook bernyanyi untuk pesta pernikahannya. Sungguh sangat menyenangkan mengobrol tentang kegilaannya di depan sang idola, agak sedikit memalukan memang, tapi Mira lega karena Jungkook terlihat sangat menikmati ceritanya. Mira berharap suatu hari dia bisa berteman dengan Jungkook.

“Jadi kau ingin berteman denganku?” Kata Jungkook memberi respon pertamanya. Mira melirik dengan penuh harap.

“Aku ingin berteman dengan banyak orang”

“Baiklah, ayo kita berteman” Jungkook mengangkat tangannya lagi, mengajak Mira bersalaman. Mira tentu sangat bahagia bisa berteman dengan Jungkook, seorang idol popular yang memiliki banyak penggemar.

“Waah daebak, aku berteman dengan Jeon Jungkook” Teriak Mira, dia lalu tersenyum memandang teman barunya. Jungkook juga ikut tersenyum. Yang Mira baru tahu, bahwa senyuman Jungkook di dunia nyata sangat menawan dibanding hanya lewat foto.

****

Pendar sinar matahari sore menghangatkan tubuhnya, dengan mulai turunnya matahari Jungkook teringat akan pertemuan pertamanya dengan Han Mira. Gadis asing yang pertama kali dia beri es krim, gadis polos yang memotret wajahnya dengan tiba-tiba, gadis pertama yang berani menceritakan kegilaannya pada Bangtan tanpa merasa canggung. Sejak pertama bertemu dia memang sudah terkesan pada Mira.

Sore itu tadinya dia mengabaikan langkah Han Mira yang bolak-balik di depan Jungkook, namun kelamaan dia merasa terganggu dan juga penasaran. Jungkook mulai mengamati gerik gadis itu. Tampak dia tengah sibuk mengobrol dengan seorang nenek. Jungkook beralih memasang earphone ke telinganya, menyetel lagu-lagu favorit di HP-nya. Dan beralih lagi memandang gadis itu. Rupanya dia tengah menunggu seseorang bersama sang nenek, Lama, sampai kemudian sebuah mobil berhenti disamping mereka, sang nenek langsung masuk mobil meninggalkan Mira sendirian, sebelum sang sopir menancap gas, seseorang keluar dan membungkuk pada Mira, seolah mengucapkan terima kasih. Dari tempat Jungkook waktu itu sangat jelas Mira tersenyum dan melambai pada mobil yang semakin jauh meninggalkannya. Perasaan bingung menyentil Jungkook, tanpa berniat beranjak dia terus memperhatikan sang gadis.

Kegiatan Mira beralih dengan membantu seorang pekerja part time membagikan poster dari sebuah restoran yang baru buka. Dia terlihat amat menyenangi aktivitas itu. Lalu sepanjang sore itu Han Mira telah membantu banyak orang, dia juga melakukan hal-hal amat biasa yang entah, berhasil membuat Jungkook terkesan.

Baru kali ini dia menemukan gadis dengan karakter seperti itu, baik, ramah dan suka menolong, tidak perlu mati-matian membuat Jungkook dan orang lain mau memperhatikannya. Gadis ini hanya melakukan hal-hal yang disukaiinya, lalu secara alami membuat Jungkook sangat terkesan. Itu juga alasan Jungkook menawarinya sebagai teman. Mira terlihat tak muluk-muluk dia mencintai dia sebagai dirinya juga orang-orang di sekitarnya.

Sampai sore itu saat Mira duduk disamping Jungkook, ada getaran-getaran yang menyambangi relung hatinya.

***

“Yaa, apa yang sedang kau pikirkan, es krimnya meleleh tuh” Seru Jungkook pada Mira, sepulang sekolah mereka menghabiskan waktu di taman itu lagi, kebetulan Jungkook sedang free. 

Mira menyingkap rambut yang menghalangi wajahnya. “Aku hanya tidak yakin, Setelah ku pikir-pikir, kenapa kau mau berteman denganku?” Tanyanya, dan seperti biasa, ekspresinya selalu lucuk  menggemaskan.

“Entahlah” Balas Jungkook sambil tersenyum.

“Aku sedang serius, tunggu, kenapa semua orang memandang kita berdua?”

“Bodoh” Celetuk Jungkook “Aku kan artis”

“Kalau begitu apa Kau tidak khawatir, yaa ayo pakai maskermu” Perintah Mira cepat.

“Kenapa harus khawatir, kita kan pakai seragam mereka akan mengira kita berteman”

“Ahh ya kau benar” “Kau belum jawab pertanyaanku yang tadi, kenapa kau mau berteman denganku?” Tanya Mira sekali lagi.

“Mungkin karena aku menyukaimu” Balas Jungkook tenang, dia lalu membersihkan tangan Mira yang terkena lelehan es krim.

Senang rasanya bersentuhan denganmu. Batin Jungkook. Dan aku memang benar-benar menyukaimu.

Mira cegukan setelah mendengar pernyataan Jungkook. “Tapi aku menyukai Suga dan Namjoon opaa” Katanya lirih.

-Fin-

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s