[Boys Meet What] 60 Minutes – Oneshot

[BOYS MEET WHAT?] 60 MINUTE

Tittle     : 60 MINUTE

Author       : Suga-R Free/ Tristamoon

Genre       : Drama romance, Angst

Lenght       : Oneshoot

Rating         : PG-17

Cast       : Min Yoongi/ SUGA BTS, Park Nari (oc), Kim Sukjin/Jin BTS

Disclaimer  : Halo.. FF ini perdana ku, hot debut nya author alay dan ide murni dari otak ku  yang kadang mampet. Masih banyak typo bertebaran,bahasa ambigu. BTS punya mama papa nya, Bighit Entertaiment dan akuhh*smirk*. Semoga kalian suka ya happy reading guys *Deep Bow*

Summary   :  “Itu milik mu..milik mu. Maaf kan aku karena harus pergi seperti ini, aku bahkan tidak              menepati janji-janji ku.”

Yoongi Pov

“Kau harus ingat siapa dirimu dan darimana asal mu Min Yoongi-ssi.” Perkataan pedas dari suara bas yang tertangkap indraku baru saja membuyarkan lamunan ini. “Ku mohon hyeong, jangan tiba-tiba muncul begini kau seperti hantu..mengagetkan saja!.” Tukasku.”Akukan memang hantu..tapi lebih tampan.” Alibinya seraya memberiku sebuah ponsel pintar berwarna hitam dan pergi begitu saja. Ponsel tadi tiba-tiba nyala-ikuti petunjuk-begitu yang tertulis di layar 5’’.

3 menit pertama.

Sepasang kaki ku menyusuri jalan dengan tidak pasti, bagaikan terseret blackhole yang tak pernah ada akhir nya. Bahkan di persimpangan aku bertemu dengan Joen Jungkook dan Park Jimin, mereka time traveler seperti ku, melintasi waktu untuk kembali ke dunia dan menyelesaikan urusan yang tertunda dikehudupan yang lalu. Sepuluh menit berlalu dengan aku terhenti pada sebuah cafe bergaya classic dengan furniture apik yang ditata rapi. Netraku menatap nanar pada pintu kaca di hadapan ku seorang gadis berwajah pucat dengan manik matanya yang sayu melenggang di antara meja-meja bernomor dan terkadang harus terhenti karena permintaan pelanggan yang aneh-aneh atau meja kotor yang harus segera di bersih kan. Semuanya jelas sekarang,aku tahu apa tujuan ku kembali-aku sempat lupa. Sebuah pedang dengan tajam menghunus tepat di ulu hati ku, memancing tetes demi tetes melebur dari sudut-sudut mata ku, bergerak menuruni pipi pucat ini. “Dia tidak mengurus dirinya dengan baik-Park Nari ku.” Sergahku.

Entah kemana larinya sisa-sisa keberanian yang ku miliki, pikir ku setelah melihat ini aku akan menerobos masuk dan membawanya pergi tanpa memperdulikan apa pun, tapi fakta memang selalu tidak lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi, tubuh ku justru mematung tepat dibawah pohon chery yang sedang mekar-cantik. “Harusnya dulu kami menikmati chery blossom bersama-aku dan Nari”. Sesalku, ku biarkan udara dingin menerpa wajahku, menyibakkan helai rambut ku.

15 menit

“60 menit mu harus kau gunakan dengan baik. Jangan pernah memperkenalkan diri sebagai Min Yoongi, biarkan dia sendiri yang menyadari kehadiran mu atau kau akan musnah seperti kau tidak pernah hidup, dilupakan!.” Perkataan Sukjin hyeong-hantu yang terus mengaku tampan itu..lebih tepat nya malaikat pencabut nyawa, tapi memang Google mengatakan kalau Kim Sukjin itu tampan dengan fashion style kekiniannya.

 Bagaimana kalau Nari melupakan ku? Apa Nari mengenali ku?. Pikiran buruk justru merajai akal ku tanpa belas kasihan, memperdayai tubuh kurus ku hingga kaki ku ini hanya maju-mundur serasi sekali dengan otak yang cuma jalan di tempat.

30 menit

Ku beranikan diriku melangkah beberapa meter ke depan, meraih daun pintu  Heaven cafe dan  mendorong nya pelan hingga menimbulkan suara ‘klinting’ nyaring. Semerbak aroma kopi mulai menyapa ku ramah lantas ku dudukkan tubuh lelah ini  pada meja nomor sepuluh tepat di sisi tembok kaca besar, aku seolah dibingkai pada sebuah cerita pahit di antara mekarnya chery blossom. Mata ku tertuju pada nya-Nari. “Selamat siang, selamat datang di cafe kami”. Sapanya lembut, suara itu mengalunkan ingatan ku, suara itu yang ingin ku dengar lagi.

-Flashback on   –

Nari Pov

@ Apartement

 Jam 10.00

 “Yoongi-ah.. bangun, cepat ini sudah sangat siang!.”Pintaku.“Sebentar lagi, inikan hari libur kau mau apa bangun pagi-pagi sayang ku?.”Balasnya dengan mata setengah terbuka. “Aigoo..baiklah yang ini pasti mempan.”Ku kibas kan rambut hitam ku, perlahan ku usap rambut hitam miliknya halus, lalu bergerak menyusuri tiap lekuk wajahnya dengan rute dahi-hidung-dan bibirnya oh.. iya, jemari ku juga mampir di pipi tirusnya. Bukannya bangun pria pemalas yang anehnya sangat ku cintai ini malah lebih mengeratkan pelukan pada guling putih memunggungi ku, apa senyaman itu. “Aku tahu kau lelah oppa, tapi kau harus bangun untuk sarapan dan mandi, setelah itu kau boleh tidur lagi, aku tidak akan menggangu mu yaksok.” Tutur ku panjang lebar ditambah ciuman pada pipinya sekilas dan  Min Yoongi ku ini seketika bangun dari singgasananya dengan mata berbinar lalu  menarik tangan ku keluar kamar,melakukan permintaan ku untuk menghabiskan sarapannya dan mandi dengan cepat setelahnya ia akan berlabuh pada kasur di kamar kami.

-End of Flashback-

Author Pov

Yoongi terduduk dengan wajah yang berbinar menatapi lembaran klise yang bagaikan film pendek dengan ia dan sang pujaan-Nari sebagai tokoh utama. Menjelajahi tiap kenangan yang dingatnya. “Tuan apa kau mau pesan sesuatu?.” Tiba-tiba suara lembut menyapu gendang telinganya dan membuyarkan lamunannya. “Ah..caramel macchiato, iya caramel macchiato itu saja.” Pinta nya. Sepasang netranya seolah terbuai, menatap.. terus menatap sendu sosok yang dirindukannya sangat, sosok yang jadi tujuan utamanya di pulangkan ke dunia meski cuma 60 menit. Nari sadar betul sedari tadi tokoh utama cerita ini memandang ke arahnya tanpa ragu, bak disengat listrik,  ada getaran di hatinya.”Seperti nya aku mengenal mu.”Batin gadis berparas cantik itu.

Nari Pov

Seolah pria itu pernah ada di duniaku dalam waktu yang sangat lama, aku mengenali gummy smile  miliknya, aroma perfumenya seperti sesuatu yang menjadi candu, namun tidak mungkin aku menanyakannya frontal, tapi.. hatiku yang tak tahu diri ini terus berdetak tak beraturan seiring sejalan dengan akalku yang tadinya masih sehat. Aku hanya maju-mundur-maju-dan mundur lagi. Mungkinkah.. dia seseorang yang harus aku ingat?.Pikir ku.

Author Pov

 Hiruk-pikuk jalanan mulai menyusut sedikit demi sedikit tapi tak begitu dengan Cafe ini, cafe yang tidak pernah sepi pengunjung-Heaven Cafe Myeongdong Street. Sementara yang lainnya keluar masuk silih berganti, Yoongi masih terus setia pada tempat nya, pada caramel machiatto yang disesapnya hingga setengah habis aromanya pun sedikit demi sedikit memudar dan mulai dingin. Yoongi juga masih setia pada acaranya-membisu-mematung.

“Apa yang harus aku lakukan, sejak tadi aku memandangnya bahkan ia tak sedikit pun bergeming.?”

“Aku juga tidak punya pilihan lain, sejahat itukah aku sampai kau melupakan ku.?” Monolog Yoongi.

Jemari tangan kanannya memainkan cincin perak yang dipakainya, cincin yang desainnya sederhana, hanya ada ukiran nama di dalamnya.

40 menit

Ayo lah nak kau tidak sebodoh ini kan!. Sebentar-sebentar Pria bersurai hitam yang duduk sendiri itu berdiri tapi tak sampai benar-benar beranjak dari kursi yang diduduki nya lalu duduk lagi. Sebentar-sebentar ia menggigiti kuku nya sampai hampir habis, atau merapikan kemeja hitamnya sambil merekatkan mantel bludru abu-abunya.

Saat keberanian nya muncul mendadak ia bangkit bermaksud menghampiri Nari,membuat gadis yang amat dicintainya itu sedikit mengenalinya,tapi saat keberanian itu sirna Yoongi hanya bisa duduk terpatri pada kursi nya memandangi dari jauh Nari dan buru-buru mengalihkan pandangan saat sepasang iris matanya bertemu dengan milik  Nari

‘Mencintai mu sulit.’

‘Mencintaimu tidak sesederhana itu.’

‘Karena mencintaimu adalah hidup ku, aku akan mati jika berhenti mencintaimu.’

‘mencintaimu seperti melukis pada kanvas baru, bersih, putih. Tak terhingga berapa kali kita mewarnainya, kau dan aku juga menuliskan sabda cinta kita pada secarik kertas mengirimnya bak  doa dan tuhan penentunya sementara langit mengamini.’

Awal dari kisah mereka hanyalah cerita sederhana. Yoongi sejak bayi dititpkan di panti asuhan pemerintah-Daegu sementara Nari ditinggal mati orang tuanya saat usianya delapan tahun. Waktu itu usia Yoongi kecil  menginjak sepuluh  tahun, awalnya ia hanya merasa kasihan pada Nari yang terduduk di bangku taman, bahunya bergetar hebat. Saat itu juga Yoongi  memutuskan untuk duduk

di sisi Nari yang menangis, mengusap air matanya, menenangkan Nari dengan cara termanis yang dimiliki. Semenjak hari itu mereka dekat-tak terpisahkan. Nari menjadi satu-satu nya untuk Yoongi begitu pula sebalik nya.

Yoongi Pov

Mencintai mu bukan hal yang mudah, aku memasukkan seluruh hati ku di dalamnya, seperti mencari bayang mu pada jejak udara yang berhembus. Kematian ku mungkin melukai mu dalam, Min Yoongi mu yang tidak berguna ini pergi begitu saja di hari jadi kita, hari itu aku sudah berdandan rapi, asal kau tahu Nari. Setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu, malam itu aku bermaksud melamar gadis Park ku, Kami berjanji untuk bertemu di sebuah taman, di perjalanan sesuatu yang tak ku bayangkan terjadi, sebuah truk menghantam tubuh ku di persimpangan jalan, benturan hebat di kepala ku menyebabkan pendarahan dan tidak mungkin lagi selamat.

50 menit

“ Aku tidak sanggup melakukan ini”. Aku melenggang begitu saja, sudah tidak ada harapan lagi untuk cerita cinta ku , cuma tidak ingin Nari semakin melupakanku tapi tidak ada satu pun pilihan. Cincin yang ku pakai tadi sengaja kutinggalkan  pada meja ku tadi tepat di sisi  cangkir kopi. “ Mungkin aku hanya sosok yang datang dan pergi seperti hujan.” Batinku

Sejurus kemudian Nari yang tak rela berusaha menahan kepergianku

“Tuan cincin mu tertinggal”. Ucap nya.

Suara itu akan jadi satu-satu nya yang bisa ku bawa kembali, Ssangnamja mu ini selalu tahu milik siapa suara itu tanpa melihat. Ku balikkan tubuh ku kaku menatap putus asa sepasang iris Nari.

Nari Pov

“Tuan cincin mu tertinggal”. Ucap ku, pria bermata segaris itu tersenyum miris dan membalikkan tubuhnya, setelah aku sempat menepuk bahunya pelan, dingin .

Sekarang ia justru menatapi ku putus asa seolah aku baru saja menyakitinya. Tapi..tatapan mata itu terasa tidak asing. Lantas ia memberi ku sebuah gummy smile penuh arti, tiba-tiba terasa dunia berhenti berputar. Aku hanya dapat membeku pada senyum nya

10 menit

Yoongi Pov

Aku menantikan hari ini sebelumnya, tapi sekarang aku justru menyia-nyiakan nya. Aku hanya dapat menyuguhkan gummy smile terakhir ku dihadapan nya yang menengadah kan telapak tangan nya yang berisikian cincin. “Itu milik mu..milik mu. Maaf kan aku karena harus pergi seperti ini, aku bahkan tidak menepati janji-janji ku”. Tutur ku. Butiran bening luruh begitu saja meski sekuat tenaga ku tahan. Ku tangkup kan sepasang tangan nya.  “Oppa.. Yoongi oppa”. Kata nya dengan ekspresi terkejut. Ku rasa ia mengingat ku sekarang.

“Park Nari ku harus hidup dengan baik, berhenti memaksakan diri mu. Jangan biarkan seseorang  pun melukai mu”. “ Jangan menangis lagi meski hanya sekali. Aku selalu mengawasimu dari tempat ku”. Pintaku. Nari masih terpaku padaku ia juga menitihkan air mata. “Mianhae jeongmal mianhae!”. Ucapku  lalu bergerak memeluknya erat sangat erat, ia membalas pelukanku  menyalurkan setiap rindu yang tertunda, ku ciumi puncak rambut nya tanpa peduli orang lain, tanpa peduli apa pun.

“Sudah ya Nari-ah, oppa mu ini harus pergi sekarang..saranghae.” Aku bergegas pergi.

10..9..8..7

Oppa ku mohon kembali”. Aku tak menghirau kan nya.

Tubuh ku mulai terasa ringan, sedikit demi sedikit aku jadi tak terlihat, memudar.

6..5..4..3..2..1.. Jangan lupakan aku Nari-ah. Aku pun menghilang bersama tangisan si langit yang seolah tahu perasaan ku. Membantu untuk menangis dalam diam.

Fin

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s