[BTS FF Freelance] Forever – (Ficlet)

Forever (Ficlet)

—writter by coolbebh

Cast ; Kim Taehyung (BTS’s), Jeon Jung Kook (BTS’s)

Friendship — Family — Teenager —

Disclaimer ; WARNING! A lot of typo! Fanfic is mine! Don’t be a repost or copy paste!

.

.

2017 Present ***

Coolbebh MEMPERSEMBAHKAN **

Mempunyai seorang adik memang sangatlah menyenangkan. Apalagi di usia yang benar-benar pas sedang berproduktif dan sedang lincah-lincahnya. Seperti kakak beradik ini, Taehyung dan Jungkook. Mereka selalu bermain bersama dan tertawa riang, meski salah satu dari mereka tak mengerti apa yang diucapkan oleh seseorang, maksudnya oleh—siapa pun.

Kim Taehyung adalah seorang kakak yang baik, suka menolong dan tak lupa menjaga adiknya yang belum mengerti apa-apa. Meski hanya terpaut dua tahun saja, Taehyung yang kini berumur lima tahun dan Jungkook berumur tiga tahun. Cocok, ‘kan?

Ah, ya. Sedikit aku jelaskan di sini. Jungkook bukanlah adik kandung, dia merupakan anak angkat saja, omong-omong hanya untuk menemani Taehyung yang sangat kesepian. Bocah itu tak memiliki teman sedikit pun, karena tak ingin sang putra terus berkhayal mempunyai teman atau pun adik, mereka langsung berinisiatif untuk mengadopsi Jungkook di panti asuhan ketika masih berumur delapan bulan.

 “Jungkook-ah! Kakak membawa mainan untukmu… Ini….” Taehyung berujar. Ia menyodorkan mainan robot kepada adiknya itu dengan penuh senyuman riangnya, dengan sigap Jungkook menerimanya meski ia tak tahu apa yang dimaksudnya. Jungkook yang kini masih meminum susu vanilla-nya itu langsung menaruh botol minumannya ke atas mejanya dan segera membuka bungkus mainan itu dengan senang.

“Kakak! Ini untukku?” tanyanya berbinar.

“Aku sudah bilang tadi, itu untukmu. Tadi aku membelinya di sekolah, kau harus cepat besar Jungkook, supaya kita bisa berangkat ke sekolah bersama-sama. Mengerti?”

“Apa?”

“Ah… tidak.” Taehyung kecil menghela napas panjangnya, berbicara dengan Jungkook memang membutuhkan tenaga besar agar bisa lebih cepat dicerna olehnya. Namun meski begitu, Taehyung tetaplah sayang kepadanya, layaknya seorang adik.

Taehyung mensejajarkan tubuhnya itu dengan Jungkook yang kini sedang bermain dengan robot iron man-nya itu. Ia memeluknya dan memandang Jungkook dengan lekat.

“Ada apa?”

“Ayo, kita bermain!”

“Uh?”

“Ayo! Kita bermain, Jungkook….”

“Kakak—aku—“

“Taehyung… jangan paksa dia, Sayang….” Suara itu berhasil membuat Taehyung mendongak ke atas, menatap sang ibu yang kini memberikan elusan di pucuk kepalanya itu. Bibirnya sedikit mengerucut—terlihat kesal—namun nampaknya itu sangatlah lucu. Taehyung kecil kembali menoleh pada Jungkook yang kini masih menatap Taehyung nanar, alih-alih ia takut dimarahi oleh sang kakak akibat tak mengerti ucapannya itu. Sedikit menggigit bibir bawahnya, membuat Taehyung mengecup pipi sang adik di sana sekilas.

“Ibu….”

“Apa, Sayang?”

“Apa… Jungkook tak mendengarkanku?”

Dengan tatapan yang sulit diartikan, sang ibu menghela napas beratnya. Kemudian merengkuh kedua anaknya itu secara bersamaan, Jungkook tak mengerti apa yang terjadi, namun ia merasakan bahwa ini ada sangkut pautnya dengan dirinya, ia terlalu dini memang untuk mengerti semuanya. Namun dengan hatinya, ia merasakan getaran aneh ketika tatapan Taehyung menggelap di sana.

“Adikmu tuli, Sayang….”

*

*

*

“Kakak… apa kau tak malu mempunyai Adik tuli sepertiku?” tanyanya mengudara. Kini mereka berdua sedang bertiduran ria di kamar Jungkook yang bernuansa hijau itu dengan pernak-pernik lucu pemberian Taehyung seorang. Lelaki bocah itu menoleh, menatap mata belo milik sang adik dengan tegasnya.

“Tentu saja tidak.” jawabnya pasti.

Jungkook mengerjapkan matanya dengan apik, dan mengacungkan mainan kapalnya itu ke atas sembari menoleh sekilas pada sang tertua.

“Aku tidak tahu apa yang kau ucapkan, Kak. Yang pastinya aku harus banyak belajar memahami ucapanmu lewat bukaan mulutmu itu. Tapi… apa kita masih bisa terbang layaknya seperti kapal terbang, Kak?”

“Tentu—“ Taehyung kecil mengalihkan mainannya itu dan menggenggam tangan Jungkook bersama acungannya ke atas, menatap bintang buatan ibunya di atas sembari menunjuknya dengan semangat. “—kita akan pergi ke bintang bersama, dan hidup bersama juga selamanya. Apa pun yang terjadi.”

“Kakak… apa ucapanmu tadi adalah janjimu?”

“Kurasa… ya.”

“Kakak… Aku menyayangimu….”

“Aku juga, Jungkook-ah.”

FIN

Holla :v I’m back here. Udah lama gk ngpost FF, kangen ngeuudhh~~ tapi BUSY terus hufft :v derita kelas 12 emang gini, lama-lama daku mirip YoonA lagi *eeaa* jangan lupa visit ke blog aku yaaa~~

Coolbebh.wordpress.com

FF ini udah pernah di post di sana juga loooh  cihuyyy salam kenal

Sena 98line 😉

BYE

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s