[BTS FF Freelance] My Bros – (Oneshot)

BTS FF Freelance ] My Bros – (Oneshoot)

Author : Min AeGi

Title : My Bros

RATING : General, Kids
LENGTH : Oneshot, Vignette.
GENRE : Family, AU, Bromance.

Cast : Park Jimin, Kim Taehyung, Jeon Jungkook [Bangtan Boys]

~ Disclaimer: nama-nama artis yang tercantum di cast atas adalah milik Agency BigHit ent. Perhatian, Author sengaja mengubah beberapa nama marga dalam cerita, jadi keluarga Park [Park Jimin, Park Taehyung, Park Jungkook]. Bila terkesan kurang pas di hati, di pas-pas-in ajalah ya?! *Si author pemaksaan nih. Mianhae kalo nemu typo berserakan. Selamat baca….

“Hyung, aku mau itu. Berikan padaku.” Taehyung meminta ice cream Jimin yang baru ia buka bungkusnya, Jimin memberikannya secara percuma “baiklah ini, aku baikkan, karna kamu sedang sakit. Cepatlah sembuh.” Ucap Jimin sambil mengelus rambut berponi Taehyung. Jungkook duduk di bawah kasur memandangi dua hyungnya yang sedang berada di atas kasur.

Jimin mengeluarkan sebungkus permen lollipop dan membukanya, “eeunghhhhHyung… aku mau itu,” pinta Jungkook malu-malu, mendekati Jimin sambil menunjuk-nunjuk benda berwarna orange yang hampir masuk ke mulut Jimin itu. “apa??? ini??” Tanya Jimin. Jungkook mengangguk keras.

“Andwe, gigi mu baru di lepas kemarin, kau tak boleh makan permen dulu…” Jimin beralasan tak ingin permen satu-satunya di ambil oleh si maknae.

Huwaaaa..huhu…huwaa… Jungkook menangis sekencang-kencangnya siang itu, membuat eomma marah dan berteriak dari dapur, “JIMIN-AA… Wae geurae??”

CLUP…. Hehehe Jungkook tertawa senang.

Segera ku bungkam mulut Jungkook yang menganga karna mengangis dengan permen ku satu-satunya.

“habislah.” Ucap Jimin cemberut. Eomma datang dari dapur membawa obat untuk Taehyung agar dia cepat sembuh.

“Jimin-a…. kenapa kau membelikan Jungkook permen?? Taehyung kenapa dia makan es..” Tanya eomma dengan mengernyitkan dahi, membuat Jimin kisut. “dia menangis ingin permen, itu permenku. Aku tidak membelikan mereka, Eomma. Mereka yang meminta, aku kasihan lalu aku beri pada mereka.” Jelas Jimin. Jungkook hanya tertawa senang melihat Jimin kisut seperti itu.

Begitulah nasib Jimin yang memiliki dua adik yang bandel dan tak ada yang mau menurut padanya, Jimin selalu mengalah.

Besoknya di siang hari yang terik dengan malasnya Park Jimin, begitulah nama panjang bocah bantet nan unyu ini berjalan menuju kamar tidur tengah di rumahnya. Tertulis di depan pintu itu “TAEHYUNG & JUNGKOOK’S ROOM” dengan jelas. Jimin yang baru pulang sekolah dan belum ganti baju itu membanting tubuhnya ke atas kasur dengan sengaja untuk membuat Taehyung yang sedari tadi tidur di sana terbangun karna tingkah Jimin.

“HYUUNG… aku tak bisa tidur karna muu….” ucap Taehyung sambil menyepak pantat apel Jimin.

“YYAA… kau ini demam, tapi masih bisa saja membuatku marah.” Balas Jimin membuat Taehyung mengkerut. “jemput Jungkook sana.. dia pasti sudah menunggu mu. Dia tak akan mau pulang jika tak ada yang dia ajak bareng untuk pulang bersama. Biasanya kan dia pulang bersamaku.” Jelas Taehyung membuat Jimin girang,

“ah benar juga,” ucap jimin langsung berganti pakaian dan keluar kamar, dan Taehyung pun tenang dan kembali tidur. Jimin menjemput Jungkook menggunakan sepeda.

Jungkook adalah adik Jimin yang paling bontot, dia sangat mempesona, menjengkelkan kadang dan lucu, maka dari itu Jimin sangat menyukai Jungkook dan sangat senang bila harus berada di sisi Jungkook. Karna selama ini Jungkook hanya akan memilih Taehyung kemanapun Jungkook pergi.

Jimin juga heran kenapa Jungkook tak mau menganggapnya sebagai kakak, yang ada di pikiran Jungkook hanya Taehyung, Taehyung dan Taehyung –Jimin benar-benar cemburu, tapi Jimin kuat, karna Jimin aalah anak pertama yang harus adil pada adik-adiknya bagaimanapun juga mereka berdua adalah penyemangat hidup Jimin.

Sampailah Jimin di taman kanak-kanak tempat Jungkook bersekolah, Jimin mencari sosok mungil adik terakhirnya itu. Dia berkeliling kesana kemari dari luar sekolah, gerbang sekolah itu telah terkunci rapat sebelum Jimin datang. Jimin benar-benar kebingungan dimana dia harus mencari Jungkook, Jimin takut Jungkook yang imut dan pintar itu di culik orang *ah ada-ada saja pikiran Jimin. 

“JUNGKOOK-IE… PARK JUNGKOOOK… DIMANA KAUUUU. APA KAU DI DALAAAM… –tidak ada siapapun didalam sepertinya” ucap jimin semakin rendah saat menyadari bahwa sudah tak ada orang di dalam sekolah itu.

Cuuuuuuurrrrrrr….. suara gemericik air, Jimin dengar dari arah belakang sekolah yang terdapat kolam bukan kolam sebenarnya hanya kubangan besar yang terisi air hujan saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Mungkinkah itu Jungkook??” Tanya Jimin sambil mendekati arah sumber suara.

Benar, Jungkook berada disana memakai seragam sekolah selutut warna pink, sungguh imut. Dia berdiri memunggungi hyungnya yang diam-diam memperhatikan tingkah imut Jungkook yang seakan tak mendengar Jimin sedari tadi memanggil namanya.

“Apa yang kau lakukan?? Aku kira kau kencing. Jadi suara gemericik itu dari tangan mu mengambil air, APA ITU…hiiii. Jungkook ayo pergi dari situ..” ucap Jimin seraya menarik lengan Jungkook otomatis air dari tangan Jungkook terciprat semua ke seragam sekolah yang akan Jungkook kenakan besok itu.

“Hyuuung,,, aku masih mau main air…” rengek Jungkook.

“kita main di rumah saja. Taehyung hyung sudah rindu padamu. Dia ingin bermain dengan mu.” Bujuk Jimin.

“benarkah?? Wah dia pasti juga merindukan mul-ie, kami biasanya bermain disana bersama mul-ie, Hyung. Sebelum Taehyung hyung pulang sekolah dan menghampiriku. aku selalu bermain di sana bersamanya hehe…” ucap jungkook sambil mengeluarkan suara tawa renyahnya, mengingat kebersamaannya bersama Taehyung yang dua tahun lebih tua dari nya itu. Membuat Jimin mengernyitkan gigi-giginya gemas melihat Jungkook seperti itu.

“sudah, naiklah. Sebentar lagi eomma datang membawa sesuatu untuk kita.” Perintah Jimin bijak disambut bahagia oleh Jungkook. “HOREEEE…”

Jimin memang anak pertama dan mungkin karna jarak umur yang terlalu jauh itu pula Jungkook lebih memilih Taehyung ketimbang dirinya, Jimin dan Taehyung berjarak dua tahun, Taehyung dan Jungkook juga berjarak dua tahun.

Sesampainya di rumah, Jungkook langsung masuk ke kamar nya untuk melihat keadaan Taehyung yang sudah sakit selama seminggu itu. Sementara Jimin terlihat mendekati eommanya di dapur yang sibuk dengan belanjaan yang baru eomma beli tadi di pasar.

“eomma..”

“eoh?? Wae gurae Jimin-ie..” Tanya eomma saat melihat ada sesuatu yang serius yang ingin Jimin sampaikan pada dirinya.

“aku tadi melihat Jungkook bermain di kubangan air belakang sekolahnya, di kolam itu banyak sekali jentik-jentik nyamuknya, eomma…” ucap Jimin sambil menggigit manggaeddok dari atas meja.

“apa??” Tanya eomma kaget, mengerti maksud dari pernyataan Jimin barusan, eomma segera mengernyitkan dahi.

“untungnya Taehyung tidak terkena demam berdarah.” Ucap eomma sambil mengelus dada, bersyukur.

“ini berikan pada adik-adikmu di kamar.” Ucap eomma sambil memberikan sebuah nampan diatasnya terisi sepiring berisi manggaeddok dan ddeok-ddeok lainnya yang lezat, dan sebotol susu untuk Jungkook juga segelas susu untuk Taehyung.

Sesampainya di kamar Taehyung dan Jungkook, Jimin segera menaruh nampan itu di salah satu meja di kamar itu. Memberi Jungkook botol susunya dan memberikan Taehyung segelas susu, sebenarnya Taehyung sudah pulih tapi karna hari ini adalah hari terjepit besoknya sudah hari libur jadi Taehyung merengek tak ingin sekolah dulu, dasar Taehyung.

“Hyung, Mul-ie sudah tak ada di tempatnya. Aku sudah mencarinya di kolam tadi.” Ucap Jungkook sambil mengunyah biskuit bayi kesukaannya.

“hah?? Benarkah?? Lalu kemana perginya??” Tanya Taehyung sangat penasaran.

“tak tahu. Aku tadi mau mencarinya lagi, tiba-tiba Jimin-hyung datang dan mengajakku pulang. Aku tak bisa menemukannya lagi.” ucap Jungkook tertunduk di atas kasur.

“aku sedih hyung, atas kepergiannya mul-ie, ini semua salah Jimin Hyung. Kalau Jimin Hyung tidak mengajakku pulang pasti aku masih bisa menemukan Mul-ie yang lain..” jelasnya lagi dan kini keduanya menatapku.

“Wae?? Kenapa menatapku seperti itu… lalu siapa suruh kau mau pulang setelah mendengar nama Taehyung??? memangnya Mul-ie itu apa sampai kalian begitu memperdulikannya disbanding diriku??” Protes Jimin. Jungkook dan Taehyung hanya bisa saling pandang, seperti mempertanyakan pertanyaanku lewat batin masing-masing, semacam telepati.

“eoh.. itu ikan. Tapi aneh hyung dia hanya punya ekor dan tak punya sirip, bentuknya juga lucu. Mereka sangat banyak lalu kami mengambilnya satu dalam wadah dan meletakkan itu di semping kolam. Kalo mul-ie kami bawa pulang pasti mul-ie akan di buang oleh eomma. Begitu.” Jelas Taehyung membuat Jimin tertawa terbahak-bahak menghilangkan mata sipitnya.

“hahaha… jadi mul-ie itu kecebong… hahaha kalian itu lucu sekali.”

“hah?? Apa itu kecebong??” Tanya Jungkook membulatkan matanya melihat Jimin tertawa sepertinya ada yang lucu, maka dari itu Jungkook ingin tahu.

“hahah aduh perutku sakit, kecebong itu bayi katak. Memang hidup di air. Kalo besar jadi katak, katak nya makan nyamuk.” Jelas Jimin membuat kedua adiknya manggut-manggut mengerti.

“iya, disana memang banyak nyamuk. Aku sering di gigit. Ini, ini.. dan ini” Jungkook menunjukkan bekas-bekas gigitan nyamuk di sekitar kaki dan tangannya.

Hari minggu sore, dari tadi siang Jungkook tak ceria seperti biasanya meskipun dia masih bisa tertawa dengan Taehyung. jungkook semakin murung pada sore harinya, dia tiba-tiba ingin berada di atas tempat tidur saja.

Eomma mengecek kondisi Jungkook dengan teliti, memeriksa suhu badan Jungkook dengan menempelkan telapak tangan eomma menutupi jidatnya yang tertutupi oleh poni.

“dia demam. Jimin, tolong bawakan air dan sapu tangan, sapu tangannya ada di lemari.” Ucap eomma langsung di sanggupi oleh Jimin, Taehyung yang juga khawatir ikut mendekat ke tubuh lemas Jungkook.

“ini eomma.” Jimin memberikan sebuah wadah berisi air dan sapu tangan itu pada eomma.

“kenapa dia panas sekali begini?? Taehyung kemarin saja tak sepanas ini. Bagaimana ini??” ucap eomma sangat khawatir pada kondisi Jungkook.

“eomma aku bisa membantu eomma. Eomma ingin aku melakukan apa??” ucap Jimin sangat mengerti kondisi eomma nya.

“baik sekali Jimin. Tolong buatkan susu di botolnya Jungkook, bisa kan?? Airnya jangan terlalu banyak. Eomma akan mengompres Jungkook. Hati-hati saat menuang air panasnya.” Ucap eomma.

“tenang saja aku bisa di andalkan. Jungkook tunggulah hyung sebentar yah.” Ucap Jimin pada Jungkook yang memandang Jimin dari atas tempat tidur.

Jimin sudah berada di dapur, juga sudah memasak sedikit air panas untuk campuran susu botolnya Jungkook, tiba-tiba Taehyung meneriaki hyungnya dari dalam kamar.

“HYUUUUNG,, AKU JUGA MAU SUSU..”

“Taehyung pelankan suaranya. Adikmu sedang sakit.” Pinta eomma dengan sabar. Taehyung hanya meringis.

“ini eomma, Taehyung bangunlah. Yang sakit Jungkook bukan kau.” Omel Jimin. Yang diomeli langsung bangun dan nyengir sambil menyambar segelas susu buatan hyungnya.

“eomma akan melanjutkan melipat baju, biarkan dia tidur.” Ucap eomma dengan suara yang sangat pelan. Jimin dan Taehyung pun mengikuti eommanya untuk keluar kamar. Eomma mematikan lampu kamar membuat pencahayaan kamar meredup.

HOAHH… Taehyung sudah menguap di samping eomma yang sedang melipat pakaian, eomma mengelus belakang kepala Taehyung lembut dan menyuruh Taehyung untuk pergi tidur tapi tak boleh sampai mengganggu Jungkook.

“Jungkook sudah bangun eomma,” ucap Taehyung melihat adiknya membelalakkan mata lebar-lebar,

“MWOHAE??” teriak Jungkook dengan suara serak membuat Taehyung terkejut.

“Jungkook-ah, wae?? Suaramu??” ucap Taehyung menekan tombol lampu kamar. Taehyung melihat mata mendelik Jungkook secara jelas menatap tajam padanya.

“MWOHAE.. AA… AAA..” Jungkook berteriak-teriak dan matanya mendelik melihat ke atas membuat Taehyung ketakutan dan segera keluar kamar.

“eommaaa….” Taehyung berlari menuju eomma.

“Wae Taehyung-ah??” Tanya eomma, Taehyung hanya merengek memohon pada eomma untuk memeriksa Jungkook.

“Dia kejang-kejang. Jimin-ah. Ambilkan air dan sapu tangan lagi untuk Jungkook.” Perintah eomma segera di laksanakan Jimin,

“Jungkook sadarlah, sadar Jungkook-ah… sadarlah….” Ucap eomma sambil mengusap wajah manis Jungkook yang sedikit pucat. Jungkook masih berteriak-teriak tidak jelas, membuat Taehyung ketakutan setengah mati.

“Hyung aku takut, apa dia akan berubah menjadi…”

Ssshhtt…”sudahlah Taehyung-ah,, hehehe.. dia akan baik-baik saja. Dia hanya sakit. Ayo tidur dikamarku.” Jimin mengajak Taehyung ke kamar yang letaknya paling ujung depan dari rumah mereka, tertulis di depan kamar itu ‘JIMIN’S ROOM’. Jimin meninggalkan eommanya saat eomma sedang menenangkan Jungkook dengan mengusap kedua mata Jungkook berkali-kali.

“Hyung. Aku takut.” Ucap Taehyung lagi, sudah keberapa kalinya Taehyung mengatakan hal itu. Jimin lelah.

“Tidak. Kau pasti berani. Jungkook pasti sudah sembuh besok. Tenang yah. Sekarang tidurlah.” Ucap Jimin lembut pada Taehyung dan menyuruh Taehyung untuk naik ke atas kasur yang sudah ia bersihkan itu.

“baiklah, tapi tetaplah disini. Jangan kemana-mana.” Pinta Taehyung.

“Oke…”

Beberapa menit Jimin menutup mata, membelakangi Taehyung. Sepertinya Taehyung sudah tidur. Jimin membalikkan badannya untuk melihat Taehyung. Taehyung belum tidur, dia hanya menutup matanya rapat-rapat. Sepertinya mata itu akan terasa sakit kalo dia melakukan hal itu terus.

“Taehyung-ah, tutuplah matamu seperti biasa.” Ucap Jimin membuat Taehyung terhenyak.

“aah.. hyung mengejutkanku saja. Aku hanya ingin segera tidur. Aku masih takut.” Ucap Taehyung.

“maukah aku ceritakan sesuatu yang lucu untukmu?? Tapi setelah itu kau harus tidur..”

“call…” ucap Taehyung setuju.

“baiklah, saat aku di sekolah tadi. Ada seorang gadis yang baru pindah… diaa…”

“hyung… apa itu lucu??”

“hehehe.. aku hanya ingin cerita padamu kalau aku punya seseorang yang aku suka di sekolah.” Jimin kecil sudah mengerti tentang apa itu suka, Taehyung yang tak tahu apa-apa selain main kelereng itupun hanya melongo melihat hyungnya yang kini jadi cengar-cengir tak jelas.

Ceklek. Pintu kamar Jimin terbuka,

“Hyuuuung…. Kenapa tak tidur bersama Jungkook..??” Tanya Jungkook yang sudah berdiri, tinggi badannya masih belum setinggi daun pintu.

“Hyung, dia… apa dia sudah sadar?” Taehyung tergagap melihat Jungkook mencarinya.

“sepertinya sudah. –kenapa Jungkook-ie?? Kau ingin tidur bersama Taehyung hyung??” Tanya Jimin baik-baik pada Jungkook.

“eung…” jungkook mengangguk,

“Taehyung-ah. Sana pindahlah ke kamar kalian. eomma sudah menunggu kalian,” suruh Jimin. Taehyung hanya menggeleng, ragu “tak mau, kalau dia seperti itu lagi bagaimana??”

“baiklah aku akan tidur di samping mu.” Ucap Jungkook polos.

“benarkah?? Demi apa kau mau tidur di kamar ku yang bagus ini.”

“tidak, aku tidur di sini karna Taehyung hyung ada di sini. Eomma sudah tertidur di kamarku. Tapi kalo besok pagi aku bersin-bersin karna debu di kamar mu yang tak pernah Jimin hyung bersihkan itu. Jimin hyung yang akan aku salahkan. Aku tak akan pernah tidur di sini lagi.” ancam Jungkook.

“aaaaarrrrggkk… terserah, aku mau tidur.” Ucap Jimin sebal lalu menutup kepalanya dengan selimut,

“hehehe… hyung aku hanya bercanda. Jangan marah padaku… besok kita main bersama nae??” ucap Jungkook sambil membuka selimut dari kepala Jimin lalu Chup, Jungkook mendaratkan sebuah kecupan di kening Jimin.

Jimin mengerjap-ngerjapkan matanya, tak percaya atas apa yang di lakukan Jungkook padanya. Ternyata, Jungkook sangat menyayanginya sebagai Hyung tertua. Jimin terharu dan dia tertidur lelap dengan perasaan bahagia.

Jungkook merangkak menaiki kasur Jimin, lalu menempati tempat kosong di sebelah Taehyung. Taehyung pun sudah tak takut lagi pada Jungkook, Taehyung menjadi penengah antara Jimin dan Jungkook.

Seperti biasa Jungkook akan tidur memeluk guling tapi karna gulingnya tak ada maka Taehyung yang Jungkook peluk, begitu juga dengan Taehyung yang sedari tadi sudah memeluk Jimin dan mereka bertiga pun tertidur saling berpelukan sampai pagi menjelang.

Jungkook di periksa ke dokter, untungnya dia tidak terkena demam berdarah. Dia hanya terkena tipes hingga dia panas dan kejang. Tapi, sekarang Taehyung dan Jungkook sudah sehat, sangat sehat malah. Saking sehatnya mereka, Jimin sampai tega memukul pantat kedua adiknya karna mereka menceburkan sepeda kesayangan Jimin ke sungai dekat rumah mereka.

Fin

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] My Bros – (Oneshot)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s