[BTS FF Freelance] Eternity – (Twoshot #1)

Title: ETERNITY

Author: @anastasianana_

Genre : Friendship, Romance,

Rating : PG–15

Lenght : Series

Main Cast: Min Yoongi, Han Nara (OC)

Other Cast : Find Yourself

Credit Poster : by author

Disclaimer: The Boys (BTS) milik orangtua dan agensinya (BigHit). OC Han Nara menggunakan Photo Ulzz Shinyeong. Sedangkan cerita dan poster murni milik author. Kritik dan saran dibutuhkan untuk penulisan yang lebih baik ^^ gamsahamnida

FF ini pernah di post di https://ilovedoraa.wordpress.com dengan cast yang berbeda, namun judul dan jalan cerita yang sama (sedikit diubah ._.)

H A P P Y   R E A D I N G

 

‘Berjuanglah dengan seseorang yang ingin berjuang bersama denganmu. Jangan berjuang sendiri. Karena sekeras apapun kau bertahan dan berjuang, jika sendirian, itu pasti akan sangat melelahkan. Jika berjuang sendiri, pindahlah haluan. Temukan seseorang yang ingin berjuang bersamamu, dan mulailah semua dari awal’

Ketika cinta datang, kau tidak tahu kapan itu terjadi. Terjadi ya terjadi saja tanpa kau sadari. Ketika kau mengerti kau mencintai seseorang, rasa itu sudah masuk terlalu dalam ke hatimu. Saat kau ingin mengeluarkan rasa itu, semua sia-sia.

Pria ini datang begitu saja ke kehidupanku. Tanpa memberikan salam atau mengetuk hatiku. Ia menyerobot pintu hatiku dan membuatku terjatuh berkali-kali tanpa aku mengerti. Akhirnya aku mengerti, aku menyayanginya.

Namun sekarang aku sudah punya kehidupan baru, dan tentu saja cerita baru. Aku menjalani yang ada dan Tuhan memberikan rencananya yang sangat indah. God never sleep is true.

Apakah kau percaya cinta pada padangan pertama?

Kalau aku percaya… karena aku mengalaminya…

Akan ku ceritakan masa lalu ku yang.

Semua dimulai dari beberapa tahun lalu …

 

*FLASHBACK*

Hari ini seperti biasa aku harus mengedit data yang Jin Oppa berikan.

Data?

Ah iya, aku memperkenalkan diriku. Namaku Han Nara. Aku sudah 1,5 tahun bekerja part time di Supplier IT Company sebagai Senior Web development. Aku sangat tertarik di bidang web dan program meskipun saat ini aku kuliah jurusan Business Management di KyungHee University.

Bagaimana pekerjaanku? Lihat saja sebentar lagi …

“Nara, sudah berhasilkah coding data yang kemarin?” tegur Sowon unnie. Ia adalah seniorku di kantor ini. ia cantik, pintar, baik, dan ia adalah kekasih Jin oppa. Hebat!

Aku memberikan berkas yang sudah ku kerjakan kemarin padanya, “ini unnie. Ah unnie lusa aku izin, aku mau pergi ke jeju dengan keluargaku”

“Astaga” raut wajah Sowon unnie berubah drastis, “begini Nara, untuk 2 minggu ini kantor akan sepi. Kau tidak bisa izin dulu”

“aaakkk!! Unnie, ku mohon” aku merangkul lengan Sowon unnie dan dari ujung ruangan aku melihat Jin oppa tertawa melihat tingkahku. Oke, aku memang seperti bocah. Tapi hey, aku butuh refreshing. Kau pikir mengurusi networking itu mudah? Hiuuuh.

“begini saja. 1 minggu bantu aku mengurus beberapa cabang dengan karyawan baru. setelah 1 minggu, ku bantu kau mendapatkan fee lebih dan juga liburan, tanpa memotong gajimu. Deal?”

“karyawan baru?” aku mengangkat alisku dan Jin oppa yang sudah ada di sampingku menepuk bahuku dan mengisyaratkanku untuk melihat ke arah yang ia tuju.

3 pria datang dari arah belakang Jin oppa. Mereka.. hmm…

TAMPAN!

“Nara… mereka adalah yang akan bertanggungjawab selama setahun ke depan disini. Bocah ini bernama Nara, ia yang akan menjelaskan semuanya”

“bocah?” aku menggerutu pada Jin oppa, dan Sowon unnie seperti biasa hanya bisa tertawa, “ah annyeonghaseyo, jeo neun Han Nara imnida. Bangapseumnida”

“annyeonghaseyo, Jeo neun Jungkook imnida” seseorang dengan rambut coklat tua yang terlihat paling muda. Menggemaskan.

Lalu seseorang dengan tatapan ramah mendekat ke arahku, “annyeonghaseyo, jeo neun Kim Taehyung imnida. Mohon bantuannya ya Agassi” aku tersenyum melihat pria ini

“Jeo neun Min Yoongi imnida”

Astaga…

Aku tersenyum saat melihat pria ini. Yoongi. Wajahnya begitu datar, pucat pasi. Oh my god, he is so handsome. Aku mengangguk dan pintar, mataku tidak bisa melepasnya. Seseorang tolong aku! cepat tolong aku!Yoongi-ssi kau bisa membunuhku!

“Nara… kau bertugas dengan Yoongi-ssi dan Taehyung-ssi ya. jadi besok setelah pulang kuliah, ambil berkas dulu di bawah dan langsung kerjakan” ujar Namjoon oppa sambil menuding-nudingku seperti biasa

TAPI…

“hah? Besok oppa? Serius?” teriakku panik

“bocah! Kapan aku main-main mengenai pekerjaan” ujar Namjoon oppa sembari memainkan alisnya.

Menyebalkan. Sangat!

Ia sangat mengerti membuatku emosi namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Yuju unni mendekat dan memberikan flashdisk padaku, “ini data yang sudah aku periksa. Terima kasih ya cantik”

“nee unnie” kau tahu, menurutku Yuju unnie sederhana dan manis, sangat. Halus, aku suka sekali ketika ia berbicara. Tapi jika kau membuat Yuju unnie kesal, gempa bumi di kantor!!! Aku yakin kau tidak mau mendengarnya mengomel. Rasanya aku ingin kabur saja

Sudah sebulan ini aku bekerja sama dengan Taehyung dan Yoongi. Jungkook? Karena ia sedang persiapan kelulusan SMA, ia jadi jarang masuk. Namun ia tetap datang sesekali untuk memberikan laporannya. Salut.

Kalian tahu, pribadi Yoongi dan Taehyung sangat bertolak belakang. Yoongi tipe serius dan Taehyung tipe santai. Tetapi mereka sama-sama bertanggungjawab atas pekerjaan mereka. Semakin kesini, aku semakin menyukai Yoongi. Caranya menangani tugas dan klien, berwibawa dan serius. Ia juga sering melakukan power saving mode on. Hemat bicara. Aku pun nyaman jika berbicara hal-hal serius dengannya. Sedangkan Taehyung adalah moodmaker dalam team kami. Ia pria yang menyenangkan bisa ku sebut sebagai oppa pengacau. Haha. ia terlihat santai saat melakukan berbagai macam hal ataupun mengobrol. Tapi bisa berubah serius saat bekerja. Taehyung oppa selalu membuatku nyaman ketika kelakuan bocahku muncul begitu saja.

Kalian tahu, mereka ini idola banyak klien dan teman-teman sekantorku. Terutama Yoongi. Di cabang lain pun banyak wanita yang menyukai mereka. bedanya adalah Yoongi mudah disukai oleh wanita, pembawaannya mungkin. Sebenarnya Taehyung juga. Tapi ia lebih ke ramah dan berteman dengan banyak pria. Yoongi suka musik, pintar bernyanyi dan memainkan piano juga ternyata. Kalau Taehyung suka olahraga dan makan. Hahaha, bertolak belakang bukan?

Saat ini aku menyadari satu hal. Aku sangat menyayangi Yoongi. Apakah kalian percaya cinta pada pandangan pertama? Kalau aku, YA. aku merasakannya. Aku sering chat dengan Yoongi dan terkadang meminta bertemu untuk diajarkan tugas kuliahku di café sekitar. Jika sudah chat dengan Yoongi, Ya Tuhan, rasanya bahagia sekali.

Ada tapinya… aku dan Yoongi sangat dekat di chat tetapi tidak jika di tempat kerja. Ia menjaga image dan ya memang di kantor banyak yang menyukainya, ya aku sabar saja. tidak ada yang tahu aku dan Yoongi sangat dekat. Aku memanggil Yoongi dengan sebutan sugar, karena jika tersenyum ia sangat manis. SUMPAH.Sedangkan Yoongi memanggilku Nachan, karena aku suka sekali anime jepang. Jadi ia memutuskan memanggilku itu. Panggilan pribadi kami.

Terkesan bersemangat memang. Tapi jika kau tidak mengejar cintamu dan kemudian ia tidak tahu apapun mengenai hatimu, maka kau akan menyesal nanti. Lebih baik ia tahu walaupun mungkin pada akhirnya hanya menjadi teman. Dari pada terus diam dan memendam luka yang nantinya sulit memudar. Itu menurutku, kalau menurutmu berbeda ya itu urusanmu. Oke lupakan.

**FEW MONTHS LATER** – in gathering-

“Nara… Eunha…”

Tegur seseorang. Setelah ku amati ternyata ia adalah Yewon unnie. Ia pernah bekerja di tempatku, magang tepatnya. Ia semakin cantik saja.

“ah unnie-ya…” aku dan Eunha memeluknya. Rasanya sudah lama tidak bertemu ya

Yewon unnie tersenyum pada kami. Namun tatapan Yoongi…

“ah iya unnie, kenalkan ini adalah Min Yoongi, atau sebut saja Yoongi. Ia membantu proyek cabang baru di tempat kita sekarang” ujar Eunha memperkenalkan Yewon pada Yoongi.

Wajah Yoongi terlihat berbeda, dan ia tersenyum seraya membungkuk pada Yewon. Entahlah, aku merasa akan ada hal menyebalkan yang terjadi ketika melihat Yoongi menatap Yewon unnie. Kenapa ia tersenyum semudah itu.

Beberapa hari setelah gathering dan acara pertemuan itu, Yoongi sering sekali bertanya tentang Yewon unnie. Eunha yang memang aku tahu kalau ia menyukai Yoongi terlihat kesal. Namun mau tidak mau ia menjawab, dan sampai pada batas emosinya, akhirnya Eunha tidak mau menggubris lagi. Ia kesal dan mencari banyak alasan untuk tidak membicarakan orang lain.

‘Yoongi tertarik pada Yewon Unnie’

Sejauh ini, itulah yang bisa ku simpulkan. Setiap chat, bukan aku atau dia atau kita atau pekerjaan yang dibahas. Yewon, Yewon, dan Yewon. Kau tahu tidak rasanya? Sebal, kesal, dan sangat… ah sudahlah.

***

“mau ku antar?” ujar Namjoon oppa menawarkan tumpangan. Rumah kami searah dan ya bolehlah. Maka aku mengangguk dan langsung naik motornya

Dijalan kami berbicara banyak hal. Kuliah, pekerjaan, hidup, dan lainnya. Namun mataku tertuju pada seseorang yang sedang duduk di sebuah cafe. Ah tepatnya dua orang. Yoongi dan Yewon.

“bukankah itu Yoongi dan Yewon?” ujarku dan Namjoon oppa meminggirkan motornya

“Yewon? Kekasih Yoongi?” tanya Namjoon oppa dan aku reflek menggelengkan kepala cepat, “mau menemui mereka?” ajak Namjoon oppa dan aku mengiyakan.

Kami memarkirkan motor dan kemudian masuk ke cafe. Yoongi dan Yewon unnie kaget melihat kami. Aku bisa melihat tatapan mata Yoongi, tatapan benci. Raut wajahnya itu memang seperti itu apa memang dia tidak suka melihat kami?

“Yoongi? Yewon unnie? Kalian sedang bertemu?” ujarku sedikit basa basi, dan Yoongi tesenyum melihatku yang datang dengan Namjoon oppa

“nee. sedang ada urusan. Pacarmu kah?” ujar Yewon unnie dan aku tertawa

“annyeonghaseyo, Kim Namjoon imnida. Teman sekantor Nara” ujar Namjoon oppa memperkenalkan diri.

“nee annyeonghaseyo, Kim Yewon imnida. Aku pernah magang di kantor Nara. Kenapa kita tidak bertemu?” ujar Yewon unnie saat menatap Namjoon oppa, “ah.. aku ingat, saat itu kau sedang bersiap dinas keluar kota. Aku melihatmu masuk mobil”

“kau ingat saja. haha maaf aku tidak mengingatmu” ujar Namjoon oppa

“gwaechana…”

Kalian bisa tebak, Yewon unnie dan Namjoon oppa sangat cocok. Mereka terlihat nyaman dan santai satu sama lain. Aku yakin, kalian juga mengerti kalau raut wajah Yoongi sangat kesal. Cemburu. Ah tidak, sangat cemburu. Mungkin kalau ada ilustrasi gambar akan tertulis ‘fire… fire…fire..’

yaa begitulah. HEY, AKU JUGA CEMBURU OLEH KARENA ITU AKU NEKAT DATANG KESINI. Menyebalkan!

Beberapa bulan berlalu, dan aku semakin panas karena sekarang Yoongi, Yewon unnie, dan Namjoon oppa bercerita tentang perasaan mereka kepadaku. Astaga ya Tuhan, matilah aku! Yoongi yang memang terlihat sangat membenci Namjoon yang ibaratnya merebut Yewon darinya selalu saja bercerita ini itu padaku. Padahal aku tahu kalau ia merasa bahwa aku menyukainya. Tapi ia lebih peduli tentang hatinya ke Yewon unnie dan mengabaikanku. Menyebalkan! Aku pusing menjelaskannya.

Yewon unnie dan Namjoon oppa yang terkadang memiliki konflik pun suka bercerita padaku. Aduh kepalaku pusing memikirkan ini. Baru kali ini aku merasakan peliknya ‘c-i-n-t-a’ yaa begitulah. Ah iya sekarang Yewon unnie dan Namjoon oppa sudah bersama, alias berpacaran. Cepat ya.. hmm.. aku tidak tahulah. Pasti Yoongi mental breakdown, dan ya memang. Ia menjadi kacau. Hatiku sakit melihat dia begitu. Di kantor biasa saja, namun di luar itu banyak perubahan yang terjadi. Aku tahu dari mana? Dari mana-mana. Heeuh.

Kalian tahu, Yoongi jadi seperti membenciku. Aku menyayanginya, apa aku salah? Aku peduli padanya, apa kau salah? Chat kami pun sudah tidak berhubungan dengan kami lagi. Tapi Yewon, Yewon, dan Yewon. Kau tahu rasanya? S-A-K-I-T

“rasanya kepalaku mau pecah” gumamku saat menyusuri jalan pulang.

EH..

Itu Yewon unnie dan… sugar?

Aku mencoba mendekat pelan-pelan dan berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan. Yoongi tampak sangat marah dan Ya Tuhan, aku takut tatapan matanya

“aku mengenalmu lebih lama dan sudah ku katakan bukan aku menyayangimu! Kau tidak peduli”

“Yoongi-ya mengapa kau seperti ini?” Yewon unnie berusaha melepaskan tangan Yoongi

“kalau Nara tidak datang dengan Namjoon, aku yakin kau dan Namjoon tidak bertemu dan saat ini kau mau menyukaiku”

“belum tentu”

“tidak ada yang tidak mungkin Yewon. Kenapa harus dia? Kenapa Nara yang menghalangi ini?”

“ia tidak menghalangimu” Yewon unnie berteriak, “ia sayang padamu. Ia peduli! Mengapa kau tidak mengerti!”

“ia menyayangiku selalu menggunakan hati, oleh karean itu ia selalu sakit. Ia jarang menggunakan logikanya! Yang ku sayangi itu kau, bukanlah dia!”

MWORAGOO?

Aku terus diam dan mendengarkan ucapan mereka. Tapi rasanya sakit sekali ketika Yoongi mengatakan karena aku, Yewon dan Namjoon bersama dan menghalangi perasaan Yoongi terhadap Yewon. Aku selalu menggunakan hati, dan tanpa logika?

‘jadi selama ini Yoongi benar-benar menyayangi Yewon unnie?’ gumamku

“jangan berteriak padaku! kau bukan siapa-siapa” Yewon unnie kesal dan mendorong Yoongi.

Aku hanya bisa menangis melihat pemandangan ini. Telingaku panas ketika aku tahu semuanya. rasanya kenapa sakit sekali? Ini benar-benar sakit. Ingin mati saja rasanya.

“kenapa harus Namjoon playboy itu? DIA BUKAN PRIA BAIK!”

“tahu apa kau tentang pria baik?”

“kenapa harus Namjoon?! Bukanlah Namjoon dekat dengan Nara? Kenapa bukan Nara saja yang bersamanya? Jadi kau bersamaku. Semua bahagia bukan?”

“MIN YOONGI-SSI! Jaga bicaramu”

“AAAARRRHHH!!!”

Aku semakin menangis mendengar apa yang mereka bicarakan. Kakiku lemas, sangat lemas. Hey, boleh aku pinjam pintu kemana saja? aku sangat membutuhkannya. Aku butuh kasurku dan selimutku. Aku ingin menangis!

“takdir, Yoongi.Takdir!”

“aku menyayangimu dan lebih lama mengenalmu”

“maafkan aku Yoongi, bukan mengenai siapa yang datang atau kenal pertama. Ini mengenai perasaan. Aku tahu, mungkin menurutmu Namjoon playboy, tapi aku mau merubahnya. Aku menyayanginya”

“kau tidak mungkin bisa. Masa lalunya buruk, dan kau tahu, mantannya itu bukan wanita baik-baik karena…”

“kau mencari tahu tentang Namjoon?”

“hmm.. ya. aku hanya ingin membuktikan kalau mencintai pria yang salah. Aku tidak mau kau dengannya! MENGERTILAH YEWON!!”

“kau bukanlah Tuhan yang tahu semuanya”

“setidaknya aku diberitahu oleh Tuhan mengenai seseorang!”

Aku mendengar semua percakapan mereka secara tidak sengaja. Aku diam tak berkutik ketika Yoongi mengatakan semuanya. Hanya bisa menangis dan terduduk seperti orang bodoh.

Walaupun saat ini Yewon unnie sedang berhubungan dengan Namjoon oppa. Aku tetap merasa bahwa aku tidak bisa mengetuk hati Yoongi. Tidak akan pernah bisa.

Semua percuma bukan?

*TAMAN*

“rasanya sesakit ini ya ternyata”

Aku meratapi ponselku dan melihat ulang chatku dengan Yoongi. Kami saling peduli dan aku memang ingat dia mengatakan sedang dekat dengan wanita. Wanita yang baru pertama kali ia temui dengan sifat yang unik dan ia tertarik. Yoongi cukup sering mengulas sifat wanita yang ia sayangi itu. Cukup mirip dengan sifatku memang. Tapi salah. ITU BUKAN AKU.

“rasanya mau mati”

aku sudah tidak bisa mengungkapkan sakit hati ini dengan kata-kata.\

aku hanya takut trauma.

“Taehyung… kau dimana?”

Tak berapa lama setelah ku telepon Taehyung, dia hadir. Aku juga tidak tahu mengapa aku menelponnya. Tanganku otomatis mencari namanya di ponsel lalu menekan tombol dial, dan ya kemudian dia berdiri di hadapanku sekarang ini.

Napasnya cukup tersengal ketika ia berdiri di hadapanku

Ia berlari dari kantor?

“ada apa menelponku dengan suara parau seperti itu?” ujarnya sambil mengatur napas. Aku tersenyum dan melihat bahwa dia bisa ku andalkan sebagai sahabat yang baik

“aniyo, hanya bosan dan badmood”

“HA?”

“apa aku menganggumu Taehyung?” ujarku meyakinkannya, apakah aku mengganggu atau tidak

Ia tersenyum lalu menarik tanganku, “kajja~ aku temani kau. Sudah jangan badmood” ia menggandeng tanganku lembut. Rasanya hangat. Menyenangkan

*FEW DAYS LATER*

Ruangan masih sepi, hanya ada aku dan Yoongi. Saat ku lihat jam, ternyata masih 2 jam sebelum waktu masuk. Bagus! Aku harus bagaimana ini. wajahku benar-benar MEMPERLIHATKAN wajah kesal, yang memang terlihat tidak mau melihat Yoongi! Yoongi itu cukup sensitif terhadapku. Ia bisa melihat perubahanku dengan cepat. Karena memang 2 hari ini aku bersikap acuh tak acuh padanya, tidak seperti biasanya.

Aku pun menyadari itu.

Aku terpaksa.

“3 hari lalu kau pergi dengan Taehyung?” tanya Yoongi yang sudah ada di depanku

“ya” Aku menatapnya datar, kemudian kembali berkutat dengan dataku

“kemana?” tanyanya lagi

“jalan-jalan” jawabku datar tanpa menatapnya

Ia tidak bergeming dari tempat ia berdiri. Ayolah Yoongi, pergi dari sini, aku tidak bisa konsentrasi. Aku ingin sekali mengobrol banyak denganmu. tapi aku tahu, tidak bisa. Ketika kau tahu aku menyayangimu dari mulutku sendiri, pasti semua jadi berbeda

“baiklah”

Ia akhirnya beranjak dari tempat semula dan kembali ke mejanya. Syukurlah.

Seharian ini aku, Jungkook, Taehyung dan Yoongi berkumpul di meja yang sama. Aku bersikap biasa saja, namun mungkin hanya Yoongi yang merasa aku berbeda hari ini. Ya karena aku memang sedikit menjauhkan diri dari Yoongi. Aku lebih berbicara ke Taehyung dan bersikap menyebalkan ke Taehyung, seperti biasa.

Yoongi seperti biasa bersikap santai dan cool, menjaga image nya.

Teruslah seperti itu, lakukan sesukamu.

*beepbeepbep*

Ponselku bergetar. Pesan dari Yoongi?

‘sepulang kerja ada acara?’

Aku tidak membalas pesannya atapun melihat ke arah meja kerjanya. Aku meletakkan kembali ponselku dan kembali menginput data.

*beepbeepbep*

Ponselku bergetar. Yoongi lagi.

‘kenapa kau tidak jujur padaku?’

Ya bisa kau tebak, aku mengacuhkan pesannya lagi.

*beepbeepbep*

Aku tahu ini pasti dari Yoongi, lalu ku buka dan aku terkejut dengan isi pesannya.

‘jika kau menyayangiku kenapa kau tidak jujur?’

*beepbeepbep*

Belum selesai terkejutku, Yoongi mengirimi pesan lagi

‘sejak kapan, Nara?’

“wah sudah sore. Ayo pulang”

Terkejutku terhenti setelah Jungkok memelukku dari belakang.

duh bocah ini berteriak bahagia karena jam kantor sudah habis.

“Noona ayo ke toko buku. Aku melihat ada novel bagus lho” ajak Jungkook dan aku langsung menganggukan kepala

“HEY AKU IKUT”  teriak Taehyung

“kajja~” ujarku semangat dan tidak menghiraukan tatapan tajam Yoongi.

Dia diam saja sangat menyeramkan apalagi ketika menatap tajam. Bisa kalian bayangkan wajahnya seperti apa? aku sudah menebak raut kesalnya. Jadi aku diam saja.

‘ternyata kau benar menyayangiku. Aku hanya bisa diam ketika kau dekat dengan Taehyung. Aku tidak terlalu suka jika kau dekat dengannya. Mengapa diam saja?’

Dia mengirimkan pesan ketika kami masih di Toko Buku. Tidak ku balas dan aku hanya diam saja. sudah tidak mood untuk membeli atau membaca buku. Kalimat pertengkaran Yewon unnie dan Yoongi tempo hari, dan pesan singkat Yoongi hari ini membuatku sangat amat marah.

*15 DAYS LATER*

Sudah dua minggu aku tidak ke kantor. Aku pun sudah mengabari Taehyung dan Jin oppa kalau aku harus fokus kuliahku untuk sementara waktu. Data tetap ku kerjakan tapi via email. Yoongi berusaha menghubungiku tapi aku tidak membalasnya. Telpon tidak ku angkat. Chat atau sms pun tidak ku balas.

Kepalaku penuh dengan Yoongi, Yoongi, dan Yoongi.

Aku bisa gila jika aku terus seperti ini. rasanya sakit. Bisa kau bayangkan perasaanku?

Aku mendapat banyak sekali informasi. Mulai dari Yoongi bertemu Yewon, Yewon mulai dekat dengan Yoongi, Yewon renggang dengan Namjoon, Yoongi mengajak eommanya bertemu Yewon, dan semua informasi yang bisa menghancurkan kuliahku.

Hmm, nyawaku juga hampir, karena aku benar-benar tidak punya semangat hidup

Sudah cukup lama juga sejak Yoongi mengenal Yewon dan jujur itu sangat menyakitkan. Bukannya jahat atau egois, tapi aku juga punya hati dan butuh menata hati. Sudahlah.

Selama di kantor, aku dan Yoongi bersikap biasa. Sangat amat biasa. Tidak seperti aku dan Yoongi yang sering ribut di chat. Ya seperti tidak ada apa-apa di antara kami. Aku ada sedikit perubahan sikap. Tapi tidak dengannya yang selalu ‘MENJAGA IMAGE’ dan terlihat cool dihadapan semua orang. Kalian tahu, ini sangat menyakitkan.

Aku suka mengobrol dengan Taehyung, karena aku tahu Yoongi tidak suka aku dengan Taehyung. Hey jangan salahkan aku, Taehyung yang mengajakku mengobrol dan memang ada banyak hal yang membuat kami harus mengobrol

*beep-beep-beep*

Itu bunyi chat dari Yoongi. Memang sengaja aku bedakan, jadi aku tahu mana yang harus aku dahulukan. Jantungku mau lepas jika ia yang mengirimi aku chat. Terkadang chat darinya membuatku tersenyum bahkan semangat. Terkadang membuatku sedih, sangat sedih, bahkan menangis sesengukkan. nappeun namja. Heeuh!

‘apa kau mau bertahan?’ 

Begitulah isi pesan Yoongi. Aku langsung merasa sedih. Pria bodoh!

‘jangan kau tahan aku jika memang kau tak bisa menyayangiku’ balasku

‘aku tidak tahu’

’jangan mencari alasan. Pria sejati tidak perlu banyak alasan”

‘maaf, aku tidak bisa Nara’ balasnya.

Aku hanya bisa menghela napas panjang dan aku memilih tidak membalas chatnya. Air mataku menetes tanpa henti. Sudahlah. Kau harus belajar sabar dan ikhlas. Tuhan punya rencana terbaik.

Namun beberapa hari kemudian Yoongi mengirimiku pesan singkat

‘kenapa tidak membalas chatku?’

‘aku belajar untuk menikmati hidupku sekarang. Yang lalu biarlah berlalu. Aku sudah lelah dengan menunggu dan bertahan hanya padamu’

Beberapa saat kemudian Yoongi membalasnya, ‘kau berhenti menyayangiku?’

‘aku pergi bukan berarti berhenti menyayangimu. Aku pergi karena kau tidak mengerti usahaku untuk mengetuk hatimu. Aku lelah mengetuk, jadi aku memilih pergi saja’

‘kau mau jika hatimu diketuk oleh Taehyung?’

‘mungkin. Jika ia berhasil mengetuk, maka aku akan berusaha bersikap adil. Mencoba. Setidaknya aku akan hidup dengan orang yang mencintaiku. Itu lebih menyenangkan’ balasku dengan emosi luar biasa. Pria idiot!

‘nachan, kau menyindirku?’

‘aku tidak menyindirmu. Kau sudah dewasa, seharusnya mengerti. Aku hanya melaukan apa yang hati dan pikiraku minta, yaitu mengikhlaskanmu woonie’

‘aku sayang padamu Nara. Tapi aku masih menyayanginya dan jujur masih mengharapnya’

‘kau tidak suka kalau aku dekat dengan Taehyung. Tapi kenapa?’

‘silahkan jika kau ingin dengan dengan Taehyung!’

‘baiklah!! Aku akan dekat dengannya lagi pula selama ini hanya ia yang bisa ku andalkan. Bukan pria yang sibuk menjaga image nya’

‘Kenapa kau dan Yewon hanya bisa menyakitiku!? Kenapa Nara?”

‘Aku menyakitimu? Salah! Yewon menyakitmu, karena kau tidak mau kau merasakan sakit sendiran, kau beralih kepadaku dan kemudian menyakitiku dengan semua ucapanmu! Tak sadarkah kau MINJ YOONGI?’

‘Jika tidak suka silahkan pergi. Aku memang seperti ini. jangan pernah kau pisahkan aku dengan Yewon. Aku jauh lebih rela kehilanganmu dari pada harus kehilangan Yewon’

‘JIKA AKU BISA, AKU SUDAH PERGI DARI DULU!!! AKU LELAH TAPI AKU BERTAHAN! Aku bertahan menunggu seseorang yang mungkin masih mengharapkan orang lain’

‘kau tidak akan mengerti Nara. Yewon merubahku dan ya aku sangat menyayanginya. Aku hancur tanpanya. RASANYA SAKIT. KAU TAHU ITU?’

‘AKU TAU SUGAR! RASANYA HANCUR SEPERTI APA, AKU TAHU, KARENA KAU MELAKUKAN ITU PADAKU!!”

Setelah ku balas chat terakhirnya, ku lempar ponselku sembarang. Emosiku meluap-luap. aku tahu sifat aslinya seperti ini dan aku tetap menyayanginya. Ia yang terkadang kasar, egois, dan selalu ingin dimengerti. Yoongi hanya manis dan benar-benar seperti pria saat bersama Yewon, wanita yang ia sayangi. Ya aku tahu itu. seharusnya aku mulai membuka hatiku untuk yang lain. Tapi sangat sulit. Aku selalu berusaha mengetuk hati Yoongi. Namun aku hanya bisa menyakiti hatiku sendiri. Bodoh? sangat.

Setelah kami ribut besar, aku putuskan untuk menjalani semuanya. Aku tidak peduli lagi jika ia ingin merebut Yewon dari kekasihnya. Juga pun tidak peduli mengenai beberapa wanita yang menyayanginya dan berusaha mendekatinya. Aku terlalu lelah seperti.

BERTAHAN DAN MENUNGGU.

Aku akan melakukan dua hal itu untuk beberapa waktu ke depan. Sampai aku yakin project nya berhasil. Karena jika project nya berhasil, ia akan aman di posisi pekerjaan nya. aku akan terus berdoa dan menjaganya sampai waktu itu tiba.

Jika waktu itu tiba dan ia tetap tidak bisa membiarkanku masuk ketika aku terus mengetuk hatinya, aku akan pergi. Tidak sopan teruus mengetuk padahal sang pemilik tidak membukakan pintu dan lebih memilih diam. Aku pun akan berusaha menjadi lebih baik dan menunggu yang terbaik.

Sebenarnya Yoongi pria yang biasa saja. tidak ada yang istimewa padanya. Sekarang setelah pikiranku tenang, aku juga berpikir mengapa aku meletakkan hidupku di Yoongi seperti itu.

I loved you, I cared for you, that’s it

I loved you but now I hate you,

that’s the one reason

 

He love me, he loves me not

I pick the flower petals as I endlessly cry

The flower petals drench my feet

 

Each petal that has fallen

Seems like us, making my heart ache

(Blossom Tears)

_TO BE CONTINUED_

Terima kasih sudah membaca FF ringan ini.

Kritik dan Saran berupa comment dibutuhkan Author agar cerita berikutnya bisa lebih baik lagi ^^ gamsahamnida

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Eternity – (Twoshot #1)

  1. Aah, Yoongi gt. keliatan Yoonginya kyya msh labil gt. Antara sayang atau engga sama Nara.hemmm..

    Next ditunggu yaa thor… Jgn lama2 ^^

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s