[FICLET] AW!

images (12).jpg

a ficlet by Cachalpannia

KIM TAEHYUNG x RYU SUJEONG

Teenager? || Fluff, Slice of Life


===

Seusai memastikan tak ada notifikasi apapun lagi pada layar ponselnya, Sujeong bergegas memasukkannya ke dalam tas.

Jam di dinding ruangannya sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Salah seorang dokter senior yang tanpa sengaja bertemu dengannya di kafetaria bahkan mengomel tatkala mendapati Sujeong yang—entah mengapa—bisa betah berlama-lama di rumah sakit. Tuding saja tubir Sujeong yang keceplosan menjawab ‘tidak ada’ saat ditanya sedang bertugas apa sampai harus berada di gedung serba putih ini sampai larut.

Bukan berkas-berkas hasil autopsi yang membuatnya tak kunjung pulang. Bukan pula mayat yang harus dibedah yang membuatnya tinggal. Sore tadi Jimin menghubunginya dan bilang bahwa mereka akan pulang dari misi malam ini. Sujeong sudah bersiap kalau-kalau ada bawaan mereka yang harus diperiksa saat itu juga, pun mengurus mereka yang membutuhkan pengobatan. Nyatanya hingga saat ini ucapan Jimin bagai kabar angin lalu.

Gadis pemilik marga Ryu itu akhirnya keluar dari gedung rumah sakit dengan bibir mengerucut tanda kecewa, “Awas saja kalau mereka telepon pagi-pagi buta. Tidak akan kujawab!” Gerutunya pada kerikil di jalanan, yang paling-paling hanya menjadi bualan sesaat.

Ia tidak pernah serius kendati seringkali mengatakan bahwa ia tak mau lagi bekerja sama dengan agensi mereka. Ryu Sujeong tidak pernah bisa melawan wibawa Jimin. Apalagi Jiyeon, sahabat yang selalu ada untuknya waktu susah maupun senang. Begitu juga dengan laki-laki satu lagi yang akhir-akhir ini dekat dengannya—

Eo?” —Kim Taehyung.

Panjang umur. Baru saja muncul di benak Sujeong, sekarang anak itu benar-benar muncul di depan matanya, “Taehyung Oppa!”

Lelaki tinggi yang barusan ia panggil itu berjalan dari arah yang berlawanan, tetapi sama-sama menuju halte terdekat. Lantas Sujeong mengubah ritme langkahnya dari jalan-santai menjadi setengah-berlari. Ia tidak mau melewatkan kesempatan menaggih penjelasan pada Taehyung karena tidak memberinya kabar setelah sore tadi bilang akan pulang.

“Kenapa kalian tidak datang? Aku sudah siap-siap barangkali kalian membawa sesuatu yang harus diperiksa. Aku menunggu kalian sam—YA, OPPA! Apa yang terjadi? Kenapa mukamu lebam begini?”

Rasa khawatir segera menjalar ketika akhirnya jarak mereka menipis, dan dengan jelas Sujeong dapat melihat bagian kanan wajah Taehyung yang penuh lebam. Reflek salah satu tangannya terangkat. Hendak menyentuh dan memeriksa tulang pipi Taehyung, namun secepat kilat ditepis.

“Aku tidak apa-apa, kok,” jawabnya sembari melangkah mundur dan menebar cengiran. Tentu saja Sujeong tidak percaya.

“Tidak apa-apa, apanya? Ayo ceritakan padaku apa yang terjadi,” ujar sang dara lembut. Lengannya bergerak lagi guna meraih lengan Taehyung, “Ayo kita ke ruanganku sekara—”

“Tidak!” Tahu-tahu pemuda yang lebih tua dua tahun darinya ini menyentak seraya menjauhkan diri—sekali lagi—melangkah mundur. Membuat Sujeong terkejut bingung. “Maaf. Tapi aku tidak apa-apa, sungguh.”

“Kau tidak boleh menolak uluran baikku, Kim Taehyung—Hei!”

Belum sempat ia kembali membujuk agar Taehyung mau diobati, pemuda itu malah berputar haluan, “Sampai bertemu besok, aku pulang dulu!”

“….” Tak tahu sudah berapa kali Sujeong merutukinya dengan kalimat dasar-aneh-dasar-aneh. Bahkan kepalanya menggeleng tak habis pikir. Ia melipat tangan di depan dada, menghela napas sebentar dan melihat sejauh mana Taehyung akan berjalan menjauh. Tidak perlu dikejar karena, “Ya, Kim Taehyung! Rumahmu, ‘kan, ke arah sini!”

Bak bumerang yang dilempar, tanpa rasa malu Taehyung berputar lagi. Menempuh jalan yang tadinya memang sedang ia tempuh sebelum bertemu Sujeong. Mau tak mau ia melewati si gadis yang masih berdiri di tempat yang sama, “Sampai jumpa besok.” Katanya.

Sekarang Sujeong terkekeh geli. Entah mengapa sikap Taehyung yang kekanakkan ini sangatlah lucu. Bagaimanapun juga Sujeong tidak bisa meninggalkan ‘kakak’-nya dalam keadaan seperti itu. Hatinya berkata bahwa ia harus berjalan menyusul Taehyung, “Oppa punya P3K di rumah, ‘kan?”

“Tidak.”

“Jangan bohong,”

“Jangan mengikutiku,”

“Aku akan mengobatimu di rumah kalau kau tidak mau ke ruanganku.”

“Ryu Sujeong!” Lagi-lagi Taehyung membentak. Kali ini sambil membuat Sujeong berhenti melangkah. Ia menatap sang gadis dengan tatapan yang mengintimidasi, “Kumohon … aku tidak ingin terlihat lemah dihadapanmu,” lanjutnya.

Paras Taehyung terlihat begitu serius mengutarakan alasannya yang bersikeras tak mau diobati. Sayangnya hal tersebut malah mengundang tawa Ryu Sujeong, “Kalau begitu jangan tunjukkan warna keunguan ini lagi didepan wajahku,” katanya sembari menekan-nekan pipi Taehyung dengan telunjuknya.

Aw! Sakit, tahu—”

“Daritadi sudah kuajak untuk dikompres, loh.” Tanpa mau mendengar penolakan Taehyung lagi, Sujeong segera mengunci lengan lelaki tersebut dengan melingkarkan tangannya di sana. Lalu kembali mengajaknya berjalan.

“Sudah malam, aku bisa kompres sendiri! Kau pulang saja!”

Ssst, jangan berisik. Sudah jam berapa ini?”

“Maka dari itu, kau pulang saja!”

Ssst!”

Aw!”


Plot’s Idea ⓒ @0films_rp’s prompt casting as Shin Yera.

uhuk! sudah lama ku tak muncul ><
Advertisements

4 thoughts on “[FICLET] AW!

  1. BANGVELYZ YA TUHANKU INI KAPEL FAVORIT CHAAAAAAA GA NYANGKA BERKIBAR LAGI UNCCCHHH AKU PADAMUUUU /dibuang
    Iiih tetet sok kuat ihh udah bilang aja sakit pake pencitraan segalaa. Biasanya juga nanges kalo kesandung doang wkwkwkw /dibuang lg

    Liked by 1 person

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s