[FICLET] PRESENT PERFECT

IMG_20170803_012105.jpg

a ficlet by Cachalpannia

JEON JUNGKOOK x JUNG YEIN
Fluff, Slice of Life


Apa yang bisa Jungkook tolak kalau kekasihnya yang pinta? Jawabannya; tidak ada.

Jangan membuang sampah sembarangan, ia lakukan. Berhenti merokok di sekolah, ia lakukan. Tidak boleh membuat tindik lagi, ia lakukan. Hal yang paling ia benci pun ia lakukan jikalau itu Yein yang bersabda—belajar bahasa inggris.

“Sudah mau ujian kelulusan, loh. Masa nilai bahasa inggrismu masih segini-segini saja?” Omelan Yein yang selalu terdengar sama telah membuat gendang telinganya kebal. Tidak ada yang bisa Jungkook lakukan selain memulai untuk membuka buku catatan bahasa inggrisnya. Kata Yein tiga bulan lalu, ia harus bersyukur karena gadisnya yang cantik dan pintar ini sudi mengajari pelajaran tersebut sampai ujian nanti.

Jungkook harus bersyukur, ia lakukan.

“Kau tidak lelah?” Tanya Jungkook basa-basi, padahal hanya karena dirinya belum siap untuk fokus masuk ke dalam buku. Rasa malas bercampur segan teraduk jadi satu. Mood-nya masih di ambang batas.

“Tidak. Ini semua demi oppa, tahu.” Yein membalas. Gadis itu memang baru pulang dari pemberkatan pernikahan salah satu keluarganya di Gereja. Dan jam selesainya acara bertepatan dengan jadwal mengajar Jungkook. Tubuhnya masih berbalut dress peach pendek setengah paha. Bahunya terekspos—ditutupi selembar syal transparan berbahan chifon dengan warna senada. Bahkan nampaknya ia tidak sempat mencuci muka barang sebentar karena riasan di wajahnya masih terlihat tebal.

Di sisi lain, si pemuda terkekeh pelan. Sementara Yein sibuk mencari materi yang akan dibahas dari buku milik Jungkook, ia malah meletakan dagunya di atas meja. Lantas sok-sok-an bicara, “Let’s break for a moment.

Kalimat tersebut pelak mendapat tatapan tajam dari sang kekasih. Yein tahu bahwa maksud Jungkook adalah menyuruhnya istirahat sebentar. Namun kosa-kata yang dipakainya juga memiliki arti lain, “Oppa mau kita putus?”

E-eh?!” Jungkook panik, posisi duduknya langsung tegap seketika. Mana mungkin ia sanggup pisah dari guru sukarelanya ini. “Bukan itu. Maksudnya, kamu istirahat saja dulu. Bagaimana, sih, kamu yang jago bahasa inggris masa tidak menger—”

Sst!” Kalau saja Yein tidak meletakan telunjuknya di bibir lelaki itu, dia pasti tidak akan berhenti bicara. Lalu mengalih-alihkan topik demi mengulur waktu agar mereka tidak jadi belajar. Dengan cepat pula Yein menyodorkan buku di depannya, “Ayo, bahas grammar dulu.”

Akhirnya Jungkook menghela napas lega sekaligus pasrah. Maniknya bergulir malas menuju deretan huruf yang tak lain dan tak bukan adalah tulisannya sendiri. Ia tidak ingat pernah menulisnya di sekolah.

Present Perfect Tense adalah…?” Yein mulai mendikte.

“Kalimat yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang telah dilakukan dimasa lalu dan masih berlanjut sampai sekarang.”

Verb yang dipakai?”

Verb dua.”

“Salah!”

EhVerb tiga”

“Kalau kalimat negatif?”

“Pakai verb satu.”

“Salah! Ckck.” Yein geleng-geleng kepala.

Hah?”

“Tetap verb tiga.”

Oh, okay.”

“Buat contoh kalimatnya.”

I have read the book.

Dengusan sebal terdengar dari deru napas Yein. Itu adalah contoh yang jelas-jelas tertera di buku catatan dan Jungkook hanya tinggal membacanya. Lagipula, anak sekolah dasar sepertinya juga bisa membuat contoh sesederhana itu, “Contoh yang lain.”

Jungkook mencibir terlebih dahulu sebelum memasang wajah berpikir. Benar-benar berpikir, sih. Telunjuknya ia ketuk-ketukkan di atas meja seiring dengan detik-detik yang berlalu. Ia melirik ke arah kanan; ada televisi tapi tidak dapat ide. Ia melirik ke arah kiri; ada kipas angin tapi tidak ada ide. Kemudian ia kembali melihat ke depan; ada Yein yang sedang menunggunya memberi jawaban tetapi—

Ah! I have dated an annoying girl who always tell me what to do. But gwaenchana, she is super hot and sexy, today.” Jungkook manggut-manggut bangga. Ngawur.

—Yein mati-matian menahan diri untuk tidak meneplak kepala manusia di hadapannya ini.


cr pict: google ><
Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s