[BTS Hidden Card : B] Penjara – Ficlet

Cover BTS Hidden Card

[BTS Hidden Card : B] Penjara – Ficlet

Story by Caramelsyu

|| Surrealism, AU || Ficlet || PG-13 ||

[BTS] Jeon Jungkook

Disclaimer : Just own this plot!
Konsep cerita berdasarkan rasa jenuh author dan saya hanya meminjam nama Jungkook
untuk kepentingan cerita.

.

.

.

.

“Penjara ini hanya menginginkan kami
menghasilkan daging….”

.

.

.

.

Aku melihat langit dari balik kaca jendela. Mendung berawan gelap pekat. Sementara semua mata memandang ke depan, ke arah pria yang mengenakan kemeja putih berpadu jas hitam dan tengah menulis sesuatu pada lembaran putih dengan tinta peka hitam –salah satu penguasa penjara. Aku sendiri tenggelam dalam pikiran, diam dengan isi kepala tumbuh jamur. Jamur yang cukup sering menutupi pemikiranku.

Aku tahu pria berjas itu tengah menatap kami semua. Matanya seganas serigala yang mencari mangsa. Menatap berbagai daging, sayuran dan jamur di atas kepala kami semua yang ada di ruangan penjara ini.

“Jeon Jungkook!” aku mendengar pria itu menyebut namaku dengan lantang. Aku berdiri menghembuskan nafas berat perlahan dan berjalan ke arahnya. Aku tahu pria ini sama sekali tidak berselera memangsaku namun tetap saja pandangannya begitu ganas terhadapku. Dia ini menyukai memilih daging, bukan sayur apalagi jamur yang kuhasilkan. Bahkan seenak apapun sayuran dan jamur kami bumbui pada akhirnya dia adalah karnivora.

Tanpa dijelaskan kami semua tahu ada kasta di penjara ini. Kasta bagi dia yang menghasilkan daging, yang menghasilkan sayur sampai yang hal beracun sekalipun.

Dalam penjara ini, semua ditentukan oleh para penguasa penjara atas perintah penguasa tertinggi penjara. Mereka terus menciptakan kasta pada kami semua. Kami yang tidak berguna akan dipekerjakan dan tidak dilirik sedikit pun. Aku tidak pernah mengharapkan hal lebih karena aku pernah menjadi penghasil daging bahkan pernah menjadi yang beracun sehingga diriku tidak memiliki kasta yang tetap di penjara ini.

Aku terkenal karena lebih sering memberi bumbu pada apa yang kuhasilkan. Seperti kemarin, walau menghasilkan sayuran aku memberi bumbu lain untuk para penguasa penjara sehingga mereka tidak terlalu ingin menerkamku –hanya saja tuntutan untuk menghasilkan daging tetap ada.

Jika ingin diperlakukan baik maka kami harus selalu menghasilkan daging. Menyingkirkan segala sayur-mayur atau jamur di atas kepala seperti yang diinginkan para penguasa penjara ini. Bahkan walau itu daging bohongan sekali pun tidak masalah. Mereka tidak akan tahu jika itu adalah daging bohongan.

‘Ah ya, aku pernah menghasilkan daging bohongan beberapa kali.’ ucapku dalam hati mengingat pernah beberapa kali terpaksa berbohong demi menghasilkan daging agar diriku terlepas dari amarah para penguasa penjara. Dan menghasilkan daging bohongan tidak mudah sama sekali!

“Ada apa denganmu?! Kenapa kau lagi-lagi hanya mampu menghasilkan ini?!” ucapnya sambil menatapku lalu melemparkan kertas yang tadi ia tulis dengan tinta hitam. Aku lagi-lagi memilih diam membiarkannya meluapkan amarah padaku.

“Kali ini kau tidak memiliki pembelaan Jungkook?!” tanyannya lagi padaku.

Aku menggeleng. Pembelaan? Pembelaan apa yang harus kukatakan jika pada akhirnya ia selalu menolak pembelaan yang kuberikan dan selalu mengatakan itu adalah alasan yang tidak masuk akal, “Tidak ada.”

“Kembali ke tempatmu sana. Lee Ki Hyun!” Aku berbalik kembali ke tempatku begitu dia meneriakkan nama tawanan yang lain. Aku melirik ke belakang dan melihat pria tadi menepuk kepala Ki Hyun sambil tersenyum. Perlakuan yang benar-benar berbeda bukan? Ki Hyun sering menghasilkan daging dan aku sudah terbiasa melihat pemandangan itu. Aku mempercepat langkah untuk kembali ke tempatku dan menatap kosong ke depan.

Terkadang yang lain mengeluh karena hanya mampu menghasilkan jamur. Mereka ingin menghasilkan daging sesekali namun tidak mampu. Kadang aku juga berpikir mungkin aku tidak berguna karena tidak pernah konsisten menghasilkan sesuatu. Tapi Ibuku bilang itu adalah hal yang wajar, ia mengatakan agar tidak selalu makan daging. Sayur dan jamur itu penting walau kau harus bisa membumbui mereka agar setara dengan rasa daging.

Tapi dalam penjara ini tidak. Di sini dituntut untuk selalu menghasilkan daging. Lalu yang hanya bisa menghasilkan jamur atau yang tidak konsisten menghasilkan daging sepertiku bagaimana?

Pandanganku kembali menerawang langit yang semakin gelap. Sudah hampir 15 tahun aku terkurung dalam penjara dan sampai kapankah aku harus berada di sini?

Aku benci berada di dalam penjara ini. Penjara yang dipenuhi hewan-hewan buas pemangsa daging. Tidak ada yang menginginkan sayur atau jamur. Tidak ada yang menghargai jerih payahku dan beberapa orang yang hanya mampu menghasilkan sayur atau jamur.

Aku lelah. Mengemut dan mencerna kertas-kertas yang diberikan setiap hari secara paksa untuk menghasilkan daging. Padahal aku pernah mengatakan pada para penguasa itu bahwa kami semua tidak bisa menghasilkan daging seperti permintaan sang penguasa tertinggi!

Aku ingin bebas!

Tapi aku tidak bisa.

Ayah dan Ibu menuntutku untuk berada di sini. Menuntut untuk tetap berada di dalam penjara pengerat jiwa dan raga. Penjara yang dinamakan ‘sekolah’.

_THE END_

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s