[Boys Meet What?] 7 Deadly Sins – Drabble Mix

[Boys Meet What?] 7 Deadly Sins – Drabble Mix

Story by Dean

Drama, Hurt / Comfort ||Drabble Mix || PG -15 || Bangtan Boys

Disclaimer : Terinsprasi dari MV Blood Sweat Tears dan 7 deadly sins (7 dosa utama), saya mohon para readers tidak menganggapi serius ff ini. Saya hanya meminjam nama dari member BTS untuk keperluan ff.

.

.

.

“The seven deadly sins tempt them to 

fall into the eternal fire of hell…”

.

.

.

[1st – Pride]

“Jangan mentang – mentang kau anak orang kaya ya, artinya kau bisa mendapatkan semuanya!” Seluruh fokus siswa teralihkan pada sudut belakang kelas. Aura perdebatan begitu kental melingkup walau dua pemuda sebaya dengan menunjukkan ekspresi berbeda. Sisi amarah dan sisi kesombongan.

Mata kucing kelam nampak meremehkan, “Memangnya kenapa? Kau cuma sampah. Aku bisa mendapatkan apa pun yang ku mau. Aku yang berkuasa disini…”

“Brengsek kau Kim Taehyung! Manusia sombong!” Kepalan tangan pemuda satunya terangkat siap menghantam wajah rupawan sombong didepannya.

“Sudah Soo-ah! Hentikan! Kau tidak akan menang melawan Taehyung.” Siswa lain berusaha menahan pemuda yang tengah kalap akibat sikap Taehyung. Melalui tatapan matanya Taehyung memberikan hinaan. Apakah orang ini tidak terima kekasih Taehyung rebut dan dikalahkan pada balapan kemarin malam?

‘Benar – benar bodoh.’ Pikirnya.

Taehyung bangun lalu mencengkram kuat kerah seragam pemuda itu. Memandang rendah melalui kilatan mata ungu samar lalu mengancam dengan suara bass dalam, “Dengar jika kau mencari masalah denganku, maka kau akan dikeluarkan dari sekolah. Aku yang berkuasa, paling benar dan paling hebat disini. Ingat itu.”

Di dasar neraka terdalam Lucifer sang iblis tertinggi diantara para iblis hanya menatap senang pada manusia sombong sepertinya, “Lihatlah wahai malaikat Tuhan. Para manusia akan jatuh ke tangan kami para iblis…”

#

[2nd – Envy]

Gemuruh riuh tepuk tangan mengisi ruangan aula ketika sang pianis menghentikan gerakan indah jemarinya. Diantara deretan bangku penonton seseorang nampak tidak menunjukkan ekspresi apa pun selain mengepalkan tangan kuat.

“Kenapa dia yang harus tampil? Menyebalkan!” Yoongi dengan gerakan cepat pergi meninggalkan tempat duduknya. Berusaha mengabaikan segala pujian dan tepuk tangan yang diberikan untuk seorang pianis di atas panggung sana.

Diluar aula, ia terdiam. Kilatan hijau tampak berkilat pada netranya tanda menyimpan iri hati yang mendalam. Ia mulai menjadi pianis lebih dulu namun mengapa orang itu yang tampil di atas panggung impiannya?

Ketika iris kelam Yoongi melihat siluet seseorang yang keluar dari aula dia menyeringai. Berjalan pelan mendekati orang itu dengan sebilah pisau lipat yang selalu ia bawa kemana pun. Tampak berkilat tajam di bawah cahaya lembut rembulan.

“Ya seperti itu, tambah terus rasa iri hati mu dan lukai dia…” Bisik iblis Leviathan di neraka sana.

#

[3rd – Wrath]

Ketegangan terasa kental melingkup suasana rumah. Angin malam berhembus menerbangkan tirai jendela, keadaan terasa mencekam ketika moncong pistol itu terarah pada kepala pria baru baya. Ia menatap takut pada sosok pemuda bersurai cokelat di depannya.

“Hentikan! Apa yang mau kau lakukan Hoseok?!” Seru pria itu.

Hoseok hanya memasang wajah tenang namun terlukis jelas pada irisnya warna merah menunjukkan kemarahan yang begitu dalam. Ia mencapai batas kesabaran menghadapi perilaku buruk yang ia terima selama ini, “Aku sudah mencapai batas kesabaranku, kau tahu apa artinya bukan?”

“Nak, kita bisa bicarakan ini baik – baik…”

Ia menggeleng lalu tersenyum dingin. Mengucapkan salam terakhir sebelum narik pelatuk yang memuntahkan peluru panas ke kepala ayahnya, “Good bye my father…

Di neraka yang panas. Sang iblis bernama Satan tertawa melihat manusia tersebut melakukan dosa akibat kemarahan yang ia ciptakan, “Datanglah padaku wahai anak adam. Datanglah oleh pengaruh kemarahanku…”

#

[4th – Sloth]

Sinar hangat mentari pagi menyusup melalui celah tirai. Udara tanah basah terasa sejuk bagi orang – orang ditemani kicauan burung gereja.

“Tuan muda tolong bangun, ini sudah pagi…” Suara halus seorang maid wanita mengganggu tidur nyenyak pemuda berambut perak. Maid itu menghela nafas pelan melihat perilaku tuan mudanya namun masih belum menyerah untuk membangunkan pemuda tersebut. Ia bisa dipecat jika lalai dalam tugas bukan?

“Tuan muda Namjoon tolong bangun anda harus ke sekolah.”

Merasa terganggu Namjoon segera bangun dengan wajah lelah. Menatap malas kepada maid wanita dihadapannya, “Bisa kau pergi? Aku malas dan ingin tidur seharian.”

“Tapi tuan mud-“ Maid itu terdiam ketika melihat tuan mudanya kembali bergelung dalam hangatnya selimut. Tahu sia – sia usahanya, maid itu memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar Namjoon. Pikirannya bergemelut oleh berbagai hal namun yang paling mengganggu adalah, apakah tadi iris mata tuan mudanya berwarna biru muda? Dirinya menggeleng berusaha melupakan hal tersebut.

Meninggalkan Namjoon yang kembali terlelap dalam buaian mimpi dan rasa malasnya.

Iblis Belphegor mengangguk senang melihat manusia itu, “Bagus terus seperti itu. Dan datanglah ke neraka sini nanti menjadi pengikutku…”

#

[5th – Greed]

“Dengan ini saya nyatakan tersangka dihukum sepuluh tahun dalam penjara dan denda sebesar yang telah ditentukan. Sidang selesai.” Bersamaan dengan ketukan final palu hakim, protes ketidakpuasan mengudara oleh orang – orang. Protes akan putusan hakim yang meringankan hukuman bagi tersangka pembunuhan berantai.

“Bagaimana bisa?! Harusnya ia dihukum mati!”

“Tidak adil!” Dan banyak lagi macam keluhan serta protes. Melihat hal itu hakim berparas rupawan itu memutar mata jengah, merapikan berkas lantas melenggang pergi dari ruang sidang. Surai peraknya bergerak kala angin musim semi berhembus. Dan seseorang datang menghampirinya.

“Tuan Park Jimin! Terima kasih atas keputusan sidang tadi. Walau itu masih berat namun setidaknya anak saya tidak dihukum mati!”

Jimin tersenyum kecil menatap wajah tua pria yang merupakan orang terkaya di daerahnya tersebut. Ia sudah lama mengincar saat ini, “Selama ada uang, itu bukan masalah bagi saya. Anda harus segera memberikan bayaran yang saya minta jika tidak saya bisa merubah putusan tadi…”

Dengan langkah tenang Jimin meninggalkan orang itu dengan senyum merendahkan yang terukir sempurna serta mata yang bersinar kuning dibawah cahaya matahari. Ia yang berkuasa sekarang. Dia adalah hakimnya maka ia akan mengambil semua yang ia bisa, “Uang memang hukum yang terbaik…”

“Dasar! Manusia itu memang tamak ya…” Iblis Mammon ikut tersenyum di neraka sana.

#

[6th – Gluttony]

Di rumah besar bak istana kerajaan, orang – orang dengan pakaian butler serta maid nampak sibuk berlalu lalang bekerja. Ketika langkah kaki terdengar mengema seluruh pelayan itu bergegas menuju tempatnya. Seorang pemuda tampan menunjukkan diri, kepala mereka langsung menunduk hormat akan kehadiran pemuda tersebut.

Seokjin tersenyum. Dan mendudukkan diri pada kursi yang tersedia lalu menatap meja makan dengan pandangan senang, “Jadi apa menu makanan hari ini?”

“Bawa makanannya!” Teriak kepala pelayan.

Kening Seokjin berkerut dalam ketika melihat makanan yang tersaji, “Hanya lima menu?”

Pemuda itu menggeram rendah ketika melihat kepala pelayan tertunduk bersalah. Ia mengambil sendok dan mulai memakan makanannya, “Jika dalam waktu lima belas menit tidak ada makanan lain. Aku akan menjadikan kalian bahan makanan untuk besok…”

Panik dan takut menghiasi wajah para pelayan ketika mendengarnya terutama ketika samar – samar mereka melihat warna di mata Seokjin, warna orange tanda kerakusan. Mereka  lantas bergerak cepat demi menyajikan hidangan lain, tanpa mereka sadari Seokjin tengah menyeringai sambil menikmati makanannya.

Di neraka, si iblis Beelzebub terkekeh melihat manusia rakus tersebut. Manusia yang akan menjadi pengikutnya ketika mati.

#

[7th – Lust]

Pria itu terdiam dengan segelas whiskey  di sudut sana. Dibawah lampu redup dan lantunan musik sensual, bias pesonanya memikat mata yang lain. Bibir merahnya meneguk whiskey itu perlahan membuat gerakan memanggil naluri bagi yang melihatnya.

Excuse me…” Seorang gadis mendekatinya.

Ia menatap gadis itu melalui mata setajam elang memperhatikan paras anggun anak hawa didepannya, “Yes?

I want you tonight master Jungkook.” Di detik selanjutnya ada kilatan nafsu dari matanya tersebut. Jungkook menaruh minumannya di meja dan segera menarik pinggang ramping gadis tersebut. Memberikan kecupan pada bahu putih yang terekspos dan membisikkan kata manis.

Lalu Jungkook menatap jernih gadis tersebut dengan matanya yang terlihat berwarna pink lembut dibawah lampu yang redup, “Kalau begitu mari buat malam ini menjadi indah, sweetheart…”

Dan iblis Asmodeus tertawa senang melihat pemandangan itu dari neraka. Melihat bagaimana anak adam dan hawa akan bergumul dalam lautan nafsu, “Anak adam dan hawa memang menarik…”

.

.

.

Quotes : Jangan biarkan dosa menguasaimu,
tapi jadikan mereka sebagai batu loncatan
dalam hidup.

_THE END_

[BTS FF Freelance] I Will Try It – (Twoshot #2)

[BTS FF Freelance] I Will Try It? (Twoshoots #1)

Tittle : I Will Try It.

Author : Min AeGi

Genre : AU, Fluff not too much, Romance, Bromance, Worklife, Life, Comedy.

Rating : PG17

Length : TWOSHOOT #1

Disclaimer : asli ff ini yang ngarang Min AeGi tanpa ngopi-ngopi dimana pun. Para cast selain OC adalah ciptaan Sang Maha Kuasa dan BIGHIT tentu saja. Don’t be a silent reader, do not copy mine. 

Cast : Min Yoon Gi (BTS), OC Yoon Ji Yoon, Jung Hoseok (BTS), OC Mama, OC Min Ji Ae, Park Jimin (BTS), Kim Nam Joon(BTS), Kim Seok Jin (BTS) Jeon Jungkook (BTS), Kim Taehyung (BTS). BTS’ members will appear in series. 

Preface for the all shoot {BANG!!}

Continue reading “[BTS FF Freelance] I Will Try It – (Twoshot #2)”

[BTS FF Freelance] Falling Love – (Oneshot)

Falling Love

Title : Falling Love (Seokjin Ver.)

Author : Min_SJBangtan

Genre : Romance

Rating : T/PG-13

Length : Oneshoot

Disclaimer : Cerita ini murni ide saya, dan tokoh selain OC bukan milik saya. Ada beberapa adegan yang terinspirasi dari adegan VCR HYYH On Stage nya BTS, tapi selebihnya adalah ide saya.

Cast : Kim Seokjin, Amy.

.

.

Cinta itu cerita awal pertemuan, pernyataan cinta, dan kencan pertama. 

Dan semoga menjadi selamanya.

Continue reading “[BTS FF Freelance] Falling Love – (Oneshot)”

[BTS FF Freelance] Melody of Fake – Chapter 2

poster-2

[BTS FF Freelance] Melody of Fake – story two : The Complication

 

TITLE : MELODY of FAKE

Scriptwriter : dindaward 

Genre : Fantasy, Romance, Friendship 

Cast : All Member BTS, some Ocs, etc.  

Length : Chaptered 

Rating : PG – 15  

Disclaimer : this story is pure mine. Asli dari hasil imajinasi yang aneh, gak jelas dan amburadul. Kalau ada yang salah atau apalah gitu, dimaafkan yee? Masih belajar soalnya^^. Dan jika ada kesamaan dengan cerita milik author lain, mungkin itu hanya sebuah ketidak sengajaan :v

Don’t bash and don’t be plagiat. Walaupun jelek tapi tolong dihargai^^. Don’t forget to leave a comment okay? Thanks^^ HAPPY READING 

 

~~~ melody of fake ~~~

Karena satu kebohongan yang dibuat akan menghasilkan seribu kebohongan lain, kau tak harus menipuku dengan kebohonganmu

Continue reading “[BTS FF Freelance] Melody of Fake – Chapter 2”

[Boys Meet What?] Zero – Oneshot

1_1

ZERO

By Almareis

For challenge  : Boys Meet What?

Kim Taehyung (BTS), Rei (OC), Kim Seokjin (BTS)

Oneshot | Life, Brotherhood |G

I just have OC and the plot

~Hampir semua orang di dunia ini menganggapnya sama dengan kosong atau malah tidak ada, tidak perlu ada, tapi itu tidak benar.. karena dia ada.~

Continue reading “[Boys Meet What?] Zero – Oneshot”

[Boys Meet What?] Aku di Tahun 1980 – Oneshot

aku-di-tahun-1980

[Boys Meet What?] Aku di Tahun 1980 – Oneshoot

deergalaxy0620 || Tragedy, Time-Travel || Kim Seok Jin a.k.a Jin, Kim Jin Seok ( Seok Jin’s 1980 ), Kim Nam Joon a.k.a Rap Monster ( Seok Jin’s young-brother ) slight! || PG-15 || Oneshoot || Seok Jin tengah berada di puncak frustasi saat berpindah waktu ke tahun 1980.

Warning! Alur ceritanya yang kecepatan dan banyak typo disini.

Continue reading “[Boys Meet What?] Aku di Tahun 1980 – Oneshot”

[BTS FF Freelance] SLANTED EYES – Oneshoot

picsart_01-09-10-08-02

SLANTED EYES

by NavigaForeca

Cast :

Kim Seokjin (BTS) / 18 y.o

Min Yoongi (BTS) as Kim Yoongi / 16 y.o

Kim Taehyung (BTS) / 14 y.o

Jeon Jungkook (BTS) as Kim Jungkook / 10 y.o

Genre : Brothership, family

Rating : PG-17

Disclaimer : This story is mine, but characters not mine. OOC, typo(s), Not Real, this story just for entertaint.

Happy Reading!! ^^

Continue reading “[BTS FF Freelance] SLANTED EYES – Oneshoot”

[Boys Meet What?] BOYS MEET JINGGA – Oneshot)

poster-jingga

Judul : BOYS MEET JINGGA.

Nama Author : White Butterfly

Genre : Fantasy, advanture, romance.

Length : Oneshot-Ficlet

Rating : T/G/PG17.

Cast : all BTS members, OC Jingga (Kakak Kyomi yang cantik, sedikit lebih pendek dari tinggi sang maknae) Kyomi (gadis muda, tingginya 168, langsing dan bermata coklat), YuYuSa (Kakak ke dua, cantik, cerdik, imut dan menyenangkan) – Victor ( Pangeran kegelapan yang memiliki wajah persis V namun lebih bringas juga bersayap hitam besar).

Disclaimer : BTS adalah milik agensi dan keluarga. Seluruh isi cerita adalah murni hasil kerja pribadi si pengarang, OC adalah milik author, Akhir dari cuap-cuap pengarang mengucapkan, terima kasih dan semoga bahagia membaca nya, Caution!!! Banyak typo… hehehe.

Continue reading “[Boys Meet What?] BOYS MEET JINGGA – Oneshot)”