[Oneshot] Pernyataan

26

‘Pernyataan’

Jung Hoseok [BTS] – Min Yoonra [SiluetJuliet’s OC]

(almost) oneshot with friendship and little hurt/comfort genres

“Aku tak mengharap balasan. Tapi, jika kau merasa hancur, ingatlah aku yang menunggumu.”

-LittleRabbit-

Hoseok menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan untuk kesekian kalinya. Jarum panjangnya masihlah bergerak melewati dua angka dari sebelumnya, menandakan jika pemuda Jung itu sudah menunggu sepuluh menit lebih lama.

Baru saja tangannya merogoh ransel yang dibawa, tampak seorang gadis tengah berlari menuju halte yang ia tumpangi. Dengan senyum terpatri di wajahnya, Hoseok melambaikan tangannya.

“Ya! Min Yoonra!”

Tak peduli akan pandangan pasangan orang tua yang duduk di sampingnya, Hoseok berteriak seraya tetap melambai, hingga gadis yang dipanggilnya telah sampai.

“Hentikan senyuman bodoh itu, Jung Hoseok! Kau terlihat menyeramkan dari kejauhan,” rutuk Yoonra yang tengah mengatur napasnya. Bagaimanapun, berlari setengah kilometer itu melelahkan.

Hoseok mengganti senyumannya dengan ringisan kecil.

“Omong-omong, kau terlihat lebih perempuan hari ini,” celetuk Hoseok yang mendapat pandangan sengit dari si topik pembicaraan.

“Sialan!” umpat Yoonra dengan mata yang memicing sinis.

Hoseok tertawa kecil, “Ingat, sehari ini kau kekasihku. Bertingkahlah dengan manis, Min Yoonra.”

Yoonra mengangguk kecil, meskipun keningnya berkerut sekilas.

“Ada apa?”

“Huh?”

“Kau, ada apa?” ulang Yoonra seraya menunjuk diri Hoseok, penegasan.

Barulah Hoseok mengerti akan pertanyaan Yoonra. “Tak apa, aku hanya ingin kado darimu.”

“Kado?”

Hoseok mengangguk, “Ya. Lusa aku ulang tahun, kan?”

“Bodoh!” umpat Yoonra seraya menepuk kepala Hoseok. “Mana ada kado diminta terlebih dahulu sebelum perayaan!”

Sungguh, Yoonra tak mengerti akan jalan pikiran sang sahabat yang berperan sebagai pacar satu harinya itu.

Terlalu sulit untuk dipahami orang biasa.

“Sudahlah, terima saja,” hasut Hoseok seraya bersiap, bus yang akan mereka tumpangi sudah datang. “Omong-omong, kau terlihat sangat cantik dengan rok pendek itu, meskipun ada legging hitam.”

“Sialan, Jung Hoseok!”

Sepertinya Yoonra harus pergi ke rumah ibadah sepulang nanti, karena ia terlalu sering mengumpat saat bersama Hoseok.

~o0o~

Permintaan Hoseok yang meminta Yoonra untuk menjadi kekasih satu harinya tidaklah main-main. Pemuda itu benar-benar memperlakukan si gadis layaknya kekasih tercinta, padahal mereka hanyalah sahabat yang terlampau dekat.

Total tujuh jam mereka habiskan hanya untuk berkeliling keramaian Dongdaemun, berfoto dengan barang lucu yang mereka jumpai ataupun hanya untuk mencoba makanan yang disajikan. Makan gratis, kata Hoseok.

“Jujurlah, ada apa?” tanya Yoonra setelah menyelesaikan makan malamnya.

“Huh?” jawab Hoseok dengan ekspresi bertanyanya.

“Kau tak biasanya seperti ini, Jung Hoseok,” ujar Yoonra dengan ekspresi serius, membuat Hoseok terpaksa menyesuaikan keadaan.

“Kau memang ceria, terlampau ceria. Tapi hari ini aku merasakan ceriamu terlalu kaku,” lanjut gadis yang lebih muda setahun itu.

Hoseok menghela napas. “Aku menyukaimu, kau tahu kan?”

“Hoseok…”

“Tenang, aku hanya mengucapkannya,” terang Hoseok dengan raut wajah panik. “Aku sedang ingin mengucapkannya padamu, itu saja.”

Yoonra mengangguk.

“Aku mengerti posisiku, hanya seorang sahabat lelakimu beserta yang lain. Hatimu sudah terisi Kim Namjoon seorang.”

Yoonra menggenggam tangan kiri Hoseok dengan kedua tangannya, mengelus permukaan punggung tangan lelaki itu;gestur menenangkan.

“Beberapa minggu lagi kita takkan bertemu, maka dari itu aku berani untuk mengucapkannya kedua kalinya.”

Kening Yoonra berkerut, “Takkan bertemu? Maksudmu?”

Terdengar nada marah yang terselip di dalam pertanyaannya.

Senyuman Hoseok itu menenangkan, tapi tidak saat kondisi seperti ini.

“Aku akan pindah ke Jepang, bulan depan.”

Pernyataan singkat itu mampu membuat Yoonra menarik kedua tangannya serta amarah yang terpancar di manik matanya.

“Kau bercanda, kan? Katakan jika kau sedang bercanda, Jung!”

Sayangnya, Hoseok menggeleng untuk menyanggah ucapan Yoonra.

“Ayahku dipindahtugaskan ke Jepang minggu lalu. Aku menunggu hingga semester ini berakhir, dan kemudian aku meneruskannya di Jepang.”

“Tapi kau bisa tinggal di sini bersama ibumu, Jung.”

Hoseok menggeleng kembali, “Ayah tidak ingin ditinggal oleh ibu.”

“Juga ibu tidak ingin aku berpisah dengannya,” sambung Hoseok saat Yoonra akan mengeluarkan suara kembali.

Helaan napas terdengar, diikuti dengan hening yang ada di antara kekasih satu hari itu.

“Apa yang lain sudah tahu?”

“Belum. Aku bisa memberi tahu mereka sebelum keberangkatan.”

Hoseok serta Yoonra tak ada yang bersuara, hanya diam bergulat dengan benak masing-masing.

Hati kecil pemuda itu merasa bersalah setelah menceritakan yang terjadi pada Yoonra. Efeknya sangat besar.

Lihatlah! Pemudi yang biasanya sangat ceria itu tampak sangat murung. Bahkan ia menolak untuk bertukar pandang dengan kekasih satu harinya.

“Aku tahu ini sangat mendadak, tapi aku tak bisa menahannya hingga aku harus berangkat. Paling tidak, kau mengerti jika aku menyukaimu.”

“Meskipun aku juga mengerti, kau takkan pernah melihatku sebagai seorang lelaki,” lanjut Hoseok dengan nada yang pelan. Tersirat sedih dan rasa putus asa dalam suaranya.

“Aku tetap menyukaimu, Yoonra.”

“Jung Hoseok…”

Yoonra menutup telinganya, tindakan nyata yang ditunjukkan gadis itu. Salah satu bentuk protes, penolakan, atau apapun sebutannya.

“Ku mohon, jangan teruskan.”

Hoseok terkekeh mendengar nada frustrasi adik Min Yoongi itu.

“Ayo pulang,” ajaknya seraya berdiri. Bersiap meninggalkan kafe yang telah mereka singgahi.

“Aku tak ingin pulang, nanti kau pergi.”

Oh God, Hoseok yakin jika gadis di depannya ini bukanlah Min Yoonra. Mungkin saja itu gadis jejadian yang berubah wujud menjadi sahabatnya.

Min Yoonra tak pernah merengek dengan wajah memelas!

“Jangan menangis, Yoonra! Jangan menangis!” pekik Hoseok dengan heboh, begitu sadar jika Yoonra sudah bersiap untuk mengeluarkan tetesan air matanya.

“Aduh, jangan menangis. Aku takut disangka yang tidak-tidak oleh kakakmu. Kau tahu sendiri bagaimana seramnya seorang Min Yoongi, kan?!”

Kini giliran Yoonralah yang tertawa, meskipun dengan setetes dua tetes air mata. Ekspresi panik Hoseok yang berlebihan, terlalu sayang untuk dilewatkan.

“Aku menyayangimu, Jung Hoseok!”

-FIN-


Tolong jangan timpuk aku/.\

Ini melenceng baaanget dari bayangan hmz, ending aslinya enggak gini. tapi mas Hosok pantes nista /dikemplang

BHAY

Advertisements

16 thoughts on “[Oneshot] Pernyataan

  1. Biasanya klw castnya Yoonra sama Hoseok ceritanya pasti kocak. Lah ini kok sedih…… tanggung jawab aku mewek.huhuhu…
    Kesian Hoseok, kesian Yoonra jg 😭

    Like

  2. Dasar kuda durhaka… tega2nya kamu ninggalin sobetmu…
    Kenapa musti ke jepang jung? Kenapa gak sekalian pergi aja ke neraka…. kenapa???? /digaplok

    NIFFAAAAA aku baca jni jadi kangen yampum kubaper galau semaleman, kangen kak yoongi ((ngga nyambung)) /disambit

    Nif, aku hanya ingin memberi emot lope lope satu truk tronton buat kamu….
    Aku ngebayangin masa wajahnya hosok yg lagi nelangsa, pasti tabokable banget…..

    Wkwkkwkw,
    Aku ngakak, sedih, baper, pokoknya semuanya…. ah~

    Senpayku sayang, gumawuu~

    Keep writing^^

    Like

    1. kalo ke neraka, susah nyusulnya mih /lah

      nggak nyambung ih, kan yang bikin baper mas Hosok :((

      jangan mi, truknya nggak cukup pas masuk perumahan :(( gimana?

      kalau dedek ini senpai, berarti mami master? yosh~~~

      Like

  3. Aku kira Hoseok sakit macemana mau mati trus bikin kesan baik di akhir hanyat dan kemudian…………

    But wait, apa cuma aku yang……..(??)(abaikan)

    Yah intinya aku udah ngerasa di awal cerita kalau Hoseok bakalan pergi jauh, jauh banget meninggalkan ku eh Yoonra hoho ><

    Like

  4. Kyaaaaaaaaa !!!! hobra…..

    nasibmu kenapa malang sekali jung hoseok…. hiks (pukpuk hoseok) TT.TT
    makanya punya sahabat jangan cantik-cantik amat.. naksir kan??? mana udah taken sama sobet(yang satu lagi)… ckckckck sana cari cewe jepang biar bisa pamer sama yoonra… hiks (ini beneran melas banget sama nasibnya hoseok yang bertepuk sebelah tangan)

    mba yoonra… itu yakin sobet(langka)nya mau di lepasin aja?? ga mau di culik trus iket belakang rumah biar ga kemanamana??? hahahaha XD

    Like

    1. kyaaa kak Didiiiii ><
      (tbh ku kangen kak didi)

      kak…ini bukan fanfik zaiko. mungkin kalo mami yang ngetik bisa jadi zaiko. apalagi emak atau deaya /lah xD

      Like

      1. kenapa kangen akuuu ??? harusnya aku yang kangen kamu nifaaaa…. kangen tulisantulisan kamu yang aduhai itu.. huhuhu ((salah sendiri lah kak ga pernah main ke sini!!!)) ((plak!))

        hahahaha iya siii… tapi kasiaaaann.. aku kasian sama hoseok gimana dooong ??? ((bodo amat kak!! bodoamat!!)) ((lalu hanifa menghapus komentar didi92)) XD

        Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s